My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
Episode 74



\*\*\*AUTHOR POV\*\*\*


Mentari pagi menembus memasuki kamar bernuansa abu - abu elegan itu, melalui celah - celah gorden yang tak tertutupi rapat membuat tidur sepasang suami istri itu terganggu lebih tepatnya membuat tidur si wanita itu yang terganggu.


Alexi dan Darren, yap mereka adalah Alexi dan Darren, Alexi mengerjap - ngerjapkan matanya yang silau karena sinar mentari menerpa wajahnya.


Kesadaran Alexi perlahan - lahan mulai terkumpul, saat kedadarannya sudah sepenuhnya terkumpul Alexi merasakan sesuatu benda berat yang menimpa perut ratanya. Saat Alexi menatap ke arah perutnya ia mendapati tangan kekar milik suaminya yang memeluk perut dan pinggangnya dengan sangat erat.


Alexi mengalihkan tatapannya ke arah samping dan mendapati suaminya yang tidur di sampingnya, ia tersenyum melihat wajah polos suaminya yang terlelap.


" Darren, wake up " Ucap Alexi, ia mengelus rahang suaminya lembut. Tapi Darren tetap tak bangun akhirnya Alexi mempunyai ide, ia pun tersenyum dan segera melancarkan aksinya.


Alexi menciumi wajah suaminya tentu saja kecuali bibirnya. " Kenapa gak di bibir saja sayang? " Goda Darren dengan suara serak khas bangun tidurnya, mata Darren masih terpejam.


" Ish apaan sih Darren, cepat bangun " Ucap Alexi dengan kesal sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah seperti kepiting rebus karena godaan dari suami tampannya itu.


" Morning kiss sayang " Pinta Darren sambil memonyongkan bibirnya ke depan.


Cup.


Setelah mencium tepat di bibir Darren, Alexi segera menjauhkan wajahnya dari wajah suaminya.


" Sudah? sekarang bangun kalau tidak aku takkan mau tidur bersamamu lagi, dan aku akan tidur di kamar anak - anak " Ucap Alexi dengan kesal, ia segera beranjak dari tempat tidur dan pergi ke walk in closet untuk menyiapkan pakaian kerja Darren.


" Sekarang kamu mandi! " Suruh Alexi sambil berteriak agar Darren mendengar suaranya dan sibuk memilihkan pakaian kerja untuk suaminya. Pilihan Alexi jatuh kepada kemeja putih, jas berwarna biru dongker, celana bahan kain yang berwarna hitam dan tak lupa dengan dasi berwarna biru dongker dengan aksen garis - garis miring. Memang semua pakaian Darren rata - rata berwarna yang gelap - gelap, entahlah Alexi juga bingung kenapa ia sangat suka dengan warna yang gelap - gelap.


" Pakaian mu akan aku taruh di ranjang, oh ya dan ingat hari ini adalah hari pertama anak - anak sekolah jadi kita harus mengantarnya ke sekolah " Peringat Alexi kemudian ia berjalan menuju ranjang yang terdapat suaminya yang sedang berbaring di atas ranjang. Alexi menaruh pakaian kerja Darren di ranjang dan berkata.


" Cepatlah bangun Darren, dan mandilah! " Suruh Alexi dengan kesal karena dari tadi Darren tak mengidahkan ucapannya sedikitpun.


Darren yang melihat istrinya itu kesal hanya terkekeh, kemudian ia segera beranjak dari ranjang dan segera menghampiri Alexi istrinya yang sedang mencibikkan bibirnya kesal.


Cup.


Darren mencium bibir Alexi singkat kemudian segera berlari menuju ke kamar mandi sebelum singa betina mengamuk.


" DARREENNN " Teriakan Alexi menggema di seluruh sudut kamar, Darren yang mendengar teriakan Alexi hanya terkekeh di dalam kamar mandi.


" IYA SAYANG, AKU JUGA SAYANG KAMU KOK " Darren membalas dengan berteriak juga, kemudian ia terkekeh geli.


Alexi pun segera ke kamar kedua buah hatinya, saat ia sampai di depan pintu kamar kedua buah hatinya ia segera masuk ke dalam dan mendapati keduah buah hatinya yang tertidur sambil berpelukan. Alexi tersenyum lebar melihat anak - anaknya yang menyayangi satu sama lain, ia sangat bersyukur di berikan anak - anak seperti Aldrich dan Maisha.


\*\*\*ALEXI FERRERS POV\*\*\*


" Hey, wake up twins " Aku mengelus rambut Aldrich dan Maisha lembut.


Tak lama mata Aldrich dan Maisha terbuka perlahan - lahan, mereka mengerjap - ngerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya.


" Hey, twins wake up, hari ini kan hari pertama kalian masuk ke sekolah " Peringat ku sambil tersenyum cerah ke arah mereka berdua. Mata mereka langsung terbuka lebar dan segera mendudukkan dirinya di atas ranjang saat aku menyelesaikan kalimatku.


Aldrich dan Maisha bersorak kegirangan, aku lagi - lagi di buat tersenyum karena tingkah mereka berdua yang menggemaskan.


" Holeee, Isha hari ini sekolah " Girang Maisha dengan bahasa cadelnya, kemudian mereka berdua segera beranjak ke kamar mandi.


" Yes Mommy " Balas mereka sambil berteriak, aku segera menyiapkan pakaian sekolah mereka setelah itu aku ke bawah, sampai di bawah aku melihat para pelayan yang sedang menyiapkan sarapan dan ada juga yang membersihkan mansion.


" Bi, I ask that you please make breakfast and coffee for my husband and milk for the children " ( Bi, aku minta tolong buatkan sarapan dan juga kopi untuk suamiku dan susu untuk anak - anak ya )


" Yes, madam " ( Baik Nyonya ) Aku hanya tersenyum, kemudian berlalu kembali untuj naik ke atas dan masuk ke kamarku.


Saat sampai di dalam kamar aku melihat Darren yang lagi mengancingkan kemejanya, aku pun akhirnya mendekatinya dan membantu mengancingkan kemejanya.


" Sini aku bantu " Aku berdiri di hadapannya, Darren langsung menarik pinganggaku dan merapatkan tubuh kami. Aku segera mengancingkan kemejanya dan menyimpulkan dasinya agar terlihat rapi. Setelah itu aku merapikan kemejanya yang sedikit kusut dengan tanganku.


" Dah selesai " Ucapku akhirnya setelah ku rasa penampilan Darren sudah rapi.


" Makasih sayang " Ucap Darren tak lupa senyum mautnya yang membuatku salah tingkah sendiri.


" Darren lepas, aku mau mandi " Aku buru - buru melepas pelukan Darren, bisa - bisa nanti dia tahu bahwa aku gugup saat berada di dekatnya.


Tak butuh waktu lama, aku sudah menyelesaikam ritual mandiku. Aku keluar menggunakan handuk kimono yang ada di kamar mandi dan segera masuk ke walk in closet untuk berganti dengan pakaian kantorku.


Pilihanku jatuh kepada kaos berwarna hitam, jas dan celana bahan kain berwarna abu - abu dan lupa high hels berwarna hitam agak pudar.


Aku segera membubuhkan make up tipis dan lipstik pink, aku memang tak terlalu suka dengan make up yang terkesan menor.


Setelah ku rasa semua sudah selesai aku segera turun untuj sarapan bersama. " Morning all " Sapaku saat aku sampai di meja makan.


" Morning " Balas mereka kompak, aku segera duduk dan menyiapkan makan untuk suami dan anak - anakku.


Kemudian semua makan dengan hening sampai makanan yang ada di piring masing - masing habis.


Semua pun berangkat untuk mengantar Aldich dan Maisha ke sekolah barunya, keadaan di dalam mobil sangat ramai dan hangat dengan celotehan Maisha, aku dan Darren sesekali membalasnya ocehannya ataupun membalasanya dengan senyuman.


" Mommy, Daddy nanti di sekolah pasti banyak temankan? " Tanya Maisha, aku tersenyum dan menjawab. " Iya sayang, nanti Isha gak boleh nakal harus nurut sama ucapan bu guru dan gak boleh jail sama teman - temannya. Isha harus bersikap baik biar teman - temannya juga baik pada Isha begitu juga dengan abang "


" Yes Mommy " Jawab mereka kompak, mobil pun berhenti di depan sekolah kanak - kanak. Kita berempat segera turun dan mengantarkan Maisha dan Aldrich.


Saat sampai di depan kelas mereka, aku berjongkok dan berkata. " Abang sama adek ingat pesan Mommy tadi ya, belajar yang baik dan bisa membanggakan Mommy dan Daddy " Setelah mengucapkan nasihatku aku pun beralih mengecup puncak kepala mereka bergantian di ikuti Darren.


" Ingat pesan Mommy ya sayang, jangan nakal " Pesan Darren yang baru saja mengeluarkan suara karena dari tadi dia hanya diam dan hanya melihat interaksiku dengan anak - anak.


Aldrich dan Maisha memasuki kelas, aku dan Darren segera menuju ke mobil untuk mengantarku ke perusahaan begitu juga dengan dia yang akan berangkat ke perusahaannya.


Saat di dalam mobil hanya keheningan yang terjadi, aku dan Darren sama - sama bungkam tak ada yang membuka suara sampai Darren membuka suaranya.


" Makasih sayang " Ucap Darren dari sekian lama kita berdua bungkam.


" For what? " Tanyaku heran.


" For all " Jawabku, aku hanya tersenyum sambil mengelus rahangnya yang di tumbuhi bulu - bulu halus dengan lembut, seakan senyumanku adalah sihir Darren tertular senyumanku dan membalas senyumanku dengan sangat manis dan tulus.


' Terima kasih tuhan. ' Ucapku dalam hati.