My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
Episode 42



\*\*\*DARREN MATTHEWS POV\*\*\*


Saat ini aku berada di Mansion ku karena lagi - lagi aku malas ke kantor dan mengurusi berkas - berkas yang terpajang rapi di atas meja kerjaku. Dan lagi - lagi yang menjadi tumbalnya karena kemalasanku adalah William asisten praibadiku tapi aku tak peduli karena aku memperkerjakannya dan menggajinya dengan sangat mahal, masa iya William mau makan gaji buta. Satu hal lagi karena aku percaya penuh kepada dia, dia tidak mungkin menghianatiku.


Aku hanya merebahan badanku di dalam kamar dan jika waktunya makan aku akan turun ke bawah dan makan tapi setelah itu aku akan naik lagi dan merebahan badanku lagi di kamarku, dan seperti itu seterusnya.


Entah apa yang membuatku seperti ini, yang aku tahu tubuhku akhir - akhir ini mudah lelah dan nafsu makanku juga turun tetapi meskipun begitu aku masih makan meskipun aku sering merasa mual dan kepalaku sering terasa pusing.


Dan yang lebih aneh lagi aku sering mual saat aku baru bangun tidur dan saat aku mencium bau masakan yang sangat menyengat di hidungku. Meskipun aku sering merasa mual dan ingin muntah tetapi tak ada apapun yang bisa aku keluarkan dari dalam perutku dan hanya cairan bening saja yang bisa aku keluarkan.


Tiba - tiba terdengar suara pintu di ketuk seseorang dari luar kamarku.


Tok Tok Tok ..


Meskipun aku malas untuk bangkit tapi aku tetap saja bangkit dan membukakan pintu utnuk seseorang yang mengetuk pintu kamarku siapa tahu ada urusan penting.


" Master lunch has been prepared at the dinner table " ( Tuan makan siang sudah di siapkan di meja makan ) Beritahu pelayan yang mengetuk pintu kamarku dengan menundukkan wajahnya tak berani menatapku. Aku hanya mengangguk setelah itu menutup pintu kamarku dan turun ke bawah untuk makan. Aku tak sadar bahwa aku sudah sangat lama merebahkan badanku di kasurku yang empuk itu sampai - sampai aku tidak tahu bahwa sekarang ini sudah waktunya makan siang.


...


Selesai makan aku kembali ke kamarku untuk merebahkan diriku di kasur empuk kesayanganku. Semua kilatan kenangan saat aku menghabiskan waktu dengan Alexi istriku di kasur ini, kita berdua bahagia bersama, bercanda bersama dan tertawa dengan lepasnya karena tingkah konyol yang aku dan Alexi buat.


Flashback On.


New York, Amerika jam 22.00


Saat itu aku dan istriku Alexi tengah berada di dalam kamar kami, aku dan dia sedang asik bersenda gurau dan bercerita tentang cerita yang menurut kita berdua sangat konyol dan menarik di atas ranjang king size di kamar kami.


Entah siapa yang memulai pembicaraan itu kita berdua sampai menceritakan tentang masa lalu kita masing - masing saat masih kecil.


" Dulu akutuh pemberani dan di cap galak saat kecil, terus ya ada anak kecil laki - laki dia sangat takut kepadaku " Cerita Alexi dengan wajah berseri - seri dengan senyum yang senantiasa bertenggar indah di wajahnya.


" Setiap kali aku bertemu dengan dia, aku selalu melihat wajahnya yang ketakutan saat aku menatapnya insten, Haha " Sambungnya lagi kemudian dia tertawa sangat keras menandakan bahwa dia sangatlah menikmati ceritanya itu dan sangat senang dengan ceritanya. Aku yang melihat hanya terpesona karena baru kali ini aku melihat dirinya yang tertawa sampai sekeras begitu dan tentu aku sangatlah senang melihat dia sampai bisa tertawa seperti itu.


" Darren, kamu kok diam aja sih cerita dong giliran kamu masa dari tadi aku muluh tapi kamunya hanya liatin aku terus " Panggil Alexi sambil menyentuh bahuku. Mukanya di tekuk dan itu sangat menggemaskan, ingin rasanya aku mencubit pipinya itu yang sedikit tambah berisi. Tapi, itu gak mungkin bisa - bisa dia mengamuk dan gak mau deket - deket aku lagi.


" Eh, ya, aku juga mau cerita masa kecil ku dulu " Ucapku tersadar dari lamunanku.


" Waktu itu saat hari pertama aku pindah rumah, aku jalan - jalan menggunakan sepedaku dan aku tersesat, aku terus mengayuh sepedaku sampai aku menemukan anak - anak yang sepertinya seumuran denganku, aku memberanikan diri mencoba bertanya kepada mereka jalan pulang karena saat itu aku sudah sangat ketakuatan " Ucapku membayangkan kejadian masa kecilku.


" Aku konyol bangetkan, bisa - bisanya aku jalan - jalan sendiri tanpa pengawasan dan hari itu adalah hari pertamaku pindah ke lingkungan tersebut " Ucapku membayangkan kekonyolanku dulu sambil tertawa tipis dan Alexi juga ikut tertawa.


" Setelah itu, mereka bukannya memberitahukanku jalannya malah mereka minta uang kepadaku. Tapi, saat itu aku tak mambawa uang sama sekali dan akhirnya mereka memukuliku sampai lutut dan sikuku lecet karena aku di dorong dari sepeda dan jatuh " Lanjut ceritaku.


" Mereka terus mengataiku sesekali menendangku, aku yang sudah sangat ketakutan akhirnya aku menangis sambil duduk di tanah "


" Setalah itu aku mendengar suara dari arah belakangku dan anak - anak tersebut langsung kabur, saat aku menolah ternyata seorang gadis kecil dengan muka seramnya yang menolongku. Aku bukannya berterima kasih malah aku lebih ketakutan melihat mukanya "


" Aku yang sudah ketakutan sekali akhirnya aku mengompol di celana sambil terus menangis " Ucapku sambil tertawa.


" Dan kamu tau apa yang di katakan padaku ? " Tanyaku menatap Alexi.


" Memangnya apa ? " Tanya Alexi penasaran.


" Dia bilang begini, Dasar cowok penakut, di gituin aja sudah nangis - nangis gak ada beraninya sama sekali pakai acara ngompol di celana segala lagi. Dia berucap sambil marah - marah dan nunjuk - nunjuk diriku dan setelah itu dia mau juga nganter aku pulang ke rumah " Ucapku yang di susul tawa Alexi yang pecah dan aku ikut tersenyum melihat tawa Alexi yang sangat indah.


" Dari situ aku sangat takut melihat mukanya meskipun dia baik dan pernah menolongku " Ucapku lagi.


" Kamu gimana sih, waktu di palaki sambil di pukuli kamu cuma nangis terus giliran lihat muka gadis kecil itu kamu malah kencing di celana, bukannya kebalik ya " Ucap Alexi Dengan tawanya yang tak berhenti dari tadi.


Dan masih banyak lagi cerita - cerita yang kita ceritakan malam itu sampai perut kita berdua keram karena banyak tertawa. Sampai - sampai kita berdua tak sadar waktu sudah lewat tengah malam dan kantuk mulai mendera akhirnya kita berdua tidur sambil berpelukan erat.


Flashback End.


Aku senyum - senyum sendiri membayangkan kejadian waktu itu, dan aku sangat rindu saat - saat kebersamaan kami. Aku merindukannya, aku sangat - sangat merindukannya, aku ingin bertemu dengannya dan ingin memeluknya erat kalau bisa aku akan mengikatnya biar dia tidak bisa kemana - mana dan tetap di sampingku selamanya.


Tiba - tiba kantuk menyerangku dan akupun terbang ke alam mimpi dengan Alexi melayang di pikiranku. Aku berharap aku bisa bertemu dengannya meskipun di alam mimpi sekalipun agar rasa rinduku terobati meskipun tidak sepenuhnya.


maaf ya readers aku lama banget up nya, aku benar - benar sibuk akhir - akhir ini 🙇‍♂️🙇‍♂️.


dan terima kasih yang sudah sabar dan setia menunggu kelanjutan dari novel ku ini.


see you 😚😚