My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
Episode 29



\*\*\* AUTHOR POV \*\*\*


Di perjalanan Darren senyum - senyum sendiri seperti orang gila. William asisten pribadi Darren yang melihat dari kaca spion pun bingung dengan tingkah Darren yang seperti itu. Pasal nya William tak pernah melihat Darren yang sebahagai itu. William pun bertanya.


" Young master, are you all right ? " ( tuan muda, apakah anda tidak apa - apa ? )


" It is okay ? " ( tidak apa - apa ? ) tanya Darren bingung dengan menautkan kedua alis nya.


" Yes, are you okay ? I've seen you smile by yourself. " ( ya, apakah anda tidak apa - apa ? dari tadi saya lihat anda senyum - senyum sendiri )


Ehemm ...


Darren berdehem untuk menetralkan ekspresinya. Sebenarnya Darren merasa malu karena ketahuan oleh William saat diri nya sedang tersenyum sendiri.


Karena hari ini hati Darren sangat senang jadi dia selalu merasa ingin tersenyum terus.


" Young master, are you that happy until you smile like that yourself ? And do not realize that I have been watching you ... Madam's influence is really big on you young master. I am the only one who has been at your side for a long time. see you like that. " ( tuan muda, apakah anda sesenang itu sampai anda senyum - senyum sendiri seperti itu ? dan tak menyadari bahwa saya dari tadi memperhatikan anda .. pengaruh nyonya benar - benar besar terhadap anda tuan muda. saya saja yang sudah lama berada di sisi anda tak pernah melihat anda seperti itu. ) gumam William dalam hati sambil tersenyum - senyum sendiri.


" Why are you smiling like that ? Are you mocking me ? " ( Kenapa kamu tersenyum seperti itu ? Apakah kamu mengejekku ? ) tanya Darren penuh selidik menatap ke arah William yang memfokuskan dirinya ke jalanan lagi.


" No young master, how dare I do such a thing " ( tidak tuan muda, mana berani saya melakukan hal seperti itu ) William menggeleng - geleng kan kepala nya tanda tak menyetujui perkataan dari Darren selaku atasan nya itu.


Darren hanya diam menatap sinis William yang memfokuskan diri nya kembali kejalanan dengan keringat dingin yang membanjiri William akibat tatapan sinis dari Darren.


\*\*\* DARREN MATTHEWS POV \*\*\*


Aku kembali tersenyum - senyum sendiri .. saat aku ini aku sedang berada di dalam ruangan ku dan duduk manis di kursi kebesaran ku.


Tok .. tok .. tok ..


Tiba - tiba pintu ruangan ku di ketuk dan aku tau siapa itu.


" masuk " sahut ku .. aku bangkit dari kursi ku untuk menyambut seseorang yang sudah ku tunggu - tunggu itu.


Ternyata masuklah Jeny sekretaris ku dan berkata.


" Sir, there is a woman who wants to meet him waiting in the waiting room now " ( pak, ada seorang wanita yang ingin bertemu dia menunggu di ruang tunggu sekarang )


" invite him here " ( persilahkan dia ke sini ) jawab ku dingin.


" Good, Sir " ( baik pak )


Flashback On..


Waktu makan siang sebentar lagi tiba. tiba - tiba aku ingat Alexi dan aku ingin sekali mengajak nya makan siang bersama ku. Aku pun menelfon Alexi.


Tut .. tut .. tut ..


" Sayang, waktu makan siang kamu ke perusahaan ya ! .. aku mau makan siang bersama " perintah ku saat mendengar sahutan dari Alexi di balik terlfon.


" tapi .. "


" gak ada tapi - tapian sayang aku mau makan siang bareng .. kita kan gak pernah makan siang bersama .. pokok nya aku tunggu kamu di perusahaan saat waktu makan siang " aku segera mematikan sambungan telfon karena aku tak mau mendengar alasan apapun keluar dari mulut Alexi.


Flashback End.


Jeny keluar .. tak lama kemudian masuk lah Alexi dengan muka nya di tekuk seperti sedang menahan kekesalan nya.


" kamu kenapa kok muka kamu di tekuk seperti itu " tanya ku setelah melihat muka Alexi yang tak enak.


" kamu masih nanya kenapa muka ku di tekuk seperti ini .. ya jelas lah karena kamu .. " jawab Alexi jutek.


" karena aku ? memang apa yang telah aku lakukan ? " tanya ku bingung karena perkataan Alexi. Aku benar - benar tak tau mengapa dia se jutek itu kepada ku.


" pura - pura gak tau lagi .. gara - gara kamu aku harus ninggalin meeting di tengah jalan "


" tapi kan sebentar lagi waktunya makan siang kamu juga harus makan nanti sakit gimana "


" memang meeting apa sih sampai sepenting itu dari pada kesehatan kamu " ucap ku lagi menanyakan meeting yang sedang Alexi lakukan. Karena sampai sekarang pun aku gak tau apa sebenarnya pekerjaan yang Alexi lakukan selama ini.


" tadi itu aku sedang meeting dengan para chef dan para staf restoran karena 2 minggu lagi adalah hari jadi restoran yang ke 23 "


" maaf ya sayang aku gak tau " ucap ku menyesali perbuatan ku.


" sudah lah gak apa - apa sudah terlanjur juga mendingan sekarang kita makan dulu .. rapat juga sudah aku bubarkan kok dan aku lanjut besok .. yang penting sekarang kita makan aku sudah laper " Alexi berusaha menenangkan ku dan aku pun tersenyun mendengar kata - kata yang Alexi lontarkan. Betapa beruntung nya aku memiliki dirinya dan aku berpikir kenapa gak dari dulu aja aku mengenal nya ? Kenapa baru sekarang ?.


" kok kamu malah senyum - senyum sendiri sih .. kamu sudah gila ? " aku pun tersadar dari lamunan ku.


" ah iya, sebentar lagi ya sayang nunggu William "


Beberapa menit berlalu dan terdengarlah suara ketukan pintu.


Tok .. tok .. tok ..


" Masuk " sahut ku dari dalam. William pun masuk dan membawakan pesanan ku yaitu makanan untuk ku makan siang bersama dengan Alexi.


" This young master's order " ( tuan muda ini pesanannya )


" just put it here " ( taruh saja di sini ) perintah ku.


William pun menaruh pesanan ku di meja yang berada di depan ku dan Alexi. Lalu William keluar dari ruangan ku meninggalkan ku dan Alexi di dalam ruangan ku berdua. Dan kita berdua pun memulai makan karena sebentar lagi waktu makan siang akan habis. Dan setelah makan siang aku juga harus rapat dengan client ku.