
\*\*\* AUTHOR POV \*\*\*
Di ruangan lantai tetinggi gedung pencakar langit terdapat seorang laki - laki yang sibuk berkelana dengan pikirannya yang rumit sampai ia tak mendengar jika dari tadi pintu ruangannya di ketuk oleh seseorang.
**Tok ...
Tok ...
Tok** ...
Si pengetuk yang tidak mendapat jawaban pun langsung masuk begitu saja ke dalam ruangan tanpa pikir panjang dengan resiko apapun yang akan ia terima. Yap .. pengetuk itu adalah William asisten pribadi Darren yang akan memberitahukan kepada Darren bahwa dia harus bertemu investor 30 menit lagi.
" Sir " ( tuan ) panggil William setelah memasuki ruangan Darren selaku atasannyan.
" Sir ... in 30 minutes you have to attend a meeting with investors from the JK company in the Mall bro*kfield Place to be exact in a French restaurant " ( tuan .. 30 menit lagi anda harus menghadiri pertemuan dengan investor dari JK Company di Mall bro*kfield Place tepatnya di restoran prancis ) ucap William setelah tak mendapat jawaban dari panggilannya tadi. Setelah mendengar suara William Darren seketika itu langsung tersadar dari lamunannya.
" William, did you forget how to be polite ? Why did you come into my room without knocking on the door first ? " ( William apa kau lupa caranya sopan santun ? kenapa kau masuk ke ruanganku tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu ? ) tanya Darren dingin setelah mendengar suara William asisten pribadinya. Seketika suasana di dalam ruangan menjadi mencekam karena tatapan dan penuturan Darren yang mengintimidasi.
" Sorry young master .. but I have knocked several times maybe you didn't hear it when I knocked on the door " ( maaf tuan muda .. tapi saya sudah mengetuk beberapa kali mungkin anda tak mendengarnya waktu saya mengetuk pintu ) Jawab William takut - takut karena melihat tatapan Darren dan penuturannya yang tak bersahabat sama sekali di mata dan telinga William.
\*\*\* DARREN MATTHEWS POV \*\*\*
Aku terkejut dengan suara William yang mengatakan bahwa aku harus menghadiri pertemuan 30 menit lagi. Bukan jawaban yang William dapat dariku melainkan pertanyaan nada dingin dariku. Sangat terlihat sekali bahwa dia ketakutan bahkan dia menjawab pertanyaanku dengan suara bergetar yang terdengar jelas di telingaku.
Dia menjawab bahwa aku yang tak mendengarnya mengetuk dan memanggilku. Apakah seperti itu ? Mungkin juga yang dia katakan benar karena dari tadi aku melamunkan Khatelyna. Aku memikirkan rencana agar Khatelyna tak mengambil orang yang ku sayangi lagi. " Cukup satu kali dan tak pernah ada kesempatan lagi " itulah yang dari tadi memenuhi pikiranku.
Aku pun menjawab pernyataan William.
" Ah ... is it really like that ? Maybe I really did not hear William because I had been daydreaming ... I'm sorry " ( ah .. benarkah seperti itu ? mungkin aku memang tak mendengarnya William karena dari tadi aku melamun .. maafkan aku )
" yes sir " ( ya tuan ) jawab William tanpa mengangkat kepalanya dari dia mendengar pertanyaanku yang bernada dingin kepadanya.
" And for the meeting you prepare the material in 20 minutes we leave " ( Dan untuk pertemuannya kamu siapkan materinya 20 menit lagi kita berangkat ) perintahku dan di angguki oleh William kemudian William pamit meninggalkan ruanganku karena akan melaksanakan perintah dariku.
Aku sengaja memberikan waktu William 20 menit untuk menyelesaikanya dan setelah itu kita berdua akan berangkat ke pertemuan tersebut karena jarak dari perusahaan ku Mall memakan waktu 15 menit, aku paling tak suka bila pertemuanku akan tertunda karena aku tak tepat waktu.
20 menit kemudian .. William datang ke ruanganku lagi dan memberitahukan bahwa berkasnya sudah dia siapkan dan kita harus berangkat menuju Mall bro*kfield Place untuk menghadiri pertemuan. Aku dan William pun akhirnya berangkat dengan William sebagai supir dan aku sebagai penumpangnya di belakang.
Sampailah aku dan William di depan Mall bro*kfield Place, kita berdua pun menuju ke tempat pertemuan dengan JK Company untuk membahas kerja sama yang akan perusahaanku dan perusahaan JK Company jalankan untuk kedepannya.
2 jam sudah pertemuan ku dengan JK Company yang membahas tentang kerja sama untuk ke depannya bagi perusahaan. Dan perusahaan juga sepakat bahwa akan menyetujui kerja sama ini.
Aku dan William pun keluar dari restoran dan ingin menuju ke parkiran yang ada di Mall ini. Tapi, mata ku menangkap bayangan seseorang yang sangat ku kenal bahkan aku sangat menyayanginya. Yap .. siapa lagi kalau bukan Alexi istriku.
Seketika lengkungan di bibirku terbit tatkala melihat wajah cantik Alexi yang sangat ku rindukan. Aku ingin menghampiri Alexi tapi, belum sampai aku di depan Alexi mataku memicing saat melihat sebuah mobil putih melaju kencang mengarah ke arah Alexi. Aku terkejut pastinya .. aku berusaha sekuat tenaga lari ke arah agar bisa menyelamatkannya dari maut dan aku bersyukur karena aku tak terlambat menyelamatkannya. Sebelum aku berhasil menyelamatkan Alexi sayup - sayup aku mendengar suara seorang perempuan berteriak memanggil Alexi.
" ALEXI ... AWAS .. " begitulah teriakannya dan aku ingat betul siapa pemilik suara itu. Aku yakin dia adalah sahabat Alexi sekaligus adik sabahatku.
Aku dan Alexi terjatuh bersama dengan aku yang berada di bawah dan Alexi berada di atas ku dengan mata yang tertutup rapat.
Sebelum bangkit aku melihat ke sekitar dan ku lihat mobil yang hampir menabrak Alexi tadi. Aku kenal betul siapa pemilik mobil itu. Khatelyna ya pemilik mobil itu Khatelyna. Bagaimana aku tau bahwa itu mobil Khatelyna ? Ya karena aku yang membelikan mobil itu untuk Khatelyna saat Anniversary kita yang ke - 4. Dan untuk plat mobil itu aku juga membuat khusus untuknya dengan tanggal jadian dan huruf depan nama kami berdua.
Aku geram .. jelas sekali
Aku marah .. tentu
Aku muak .. sangat
Apalagi Kharelyna tak akan pernah menyerah untuk menyingkirkan orang - orang yang akan menghalangi jalannya.
Cukup lama aku melamun sampai suara seseorang mengintrupsi dan membuyarkan lamunanku.
" Apa kalian tidak apa - apa " tanya orang tersebuat yang tak lain dan tak bukan adalah Jennifer sahabat Alexi sekaligus adik dari sahabat ku Erik.
Alexi langsung membuka matanya yang dari tadi dia tutup saat aku menariknya dan terjatuh. Saat alexi membuka mata ia terkejut mendapati diriku berada di bawahnya. Dia segera bangkit dari atas ku dan membantuku bangkit.
maaf ya readers aku lama banget upnya .. karena aku benar - benar sibuk akhir - akhir ini. mungkin aku gak akan bisa up setiap hari lagi tapi aku bakal usahakan untuk sering up ..🙇♂️🙇♂️🙇♂️
dan untuk readers - readers yang selalu setia nunggu upnya terima kasih ya .. see you 😚😚
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers .. berupa like, comment dan bila perlu jadikan favorit ..
THANK YOU ..