My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
Episode 71



\*\*\*DARREN MATTHEWS POV\*\*\*


Sehabis makan siang bersama istriku Alexi, aku segera mengantarnya ke perusahaan dan aku juga harus kembali ke perusahaan.


Saat ini kita berdua sudah berada di parkiran mobil yang ada di restoran.


" I want to drive myself so you can go straight home! " ( Saya mau menyetir sendiri jadi anda bisa langsung pulang ! ) Perintahku dingin pada supir pribadiku.


" Yes Sir " ( Baik tuan ) Jawabnya sambil menunduk hormat padaku dan Alexi, aku dan Alexi hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian kami berdua pun masuk ke dalam mobil dan mobil pun melaju meninggalkan parkiram Restoran, membelah jalanan Kota New York dengan kecepatan sedang.


Di dalam mobil kita berdua hanya saling melempar candaan, aku berada di balik kemudi dan Alexi di kursi penumpang sebelah kemudi. Aku selalu menggenggam sebelah tangan Alexi dari kita berdua naik ke mobil.


" Darren lepasin tangan aku dong, kamu fokus menyetir saja ! " Protes Alexi dengan cemberut melihatku yang terus saja menggenggam tangannya.


" Biarin aja sayang, emang kenapa sih gak ada yang ngelarang kok kita juga udah halal mau melakukan lebih juga gak apa - apa " Ucapku sambil menatap Alexi dengan menaik turunkan alisku menggoda Alexi.


" Ish apaan sih Darren " Alexi memukul lenganku dengan tangan satunya yang gak ku genggam.


Pipi Alexi merona, aku sudah lama sekali tidak melihatnya bullsing seperti itu, aku terkekeh melihatnya seperti itu. Aku terus menggenggam tangannya sesekali menciumnya.


" Darren, kok malah di ciumin sih " Protes Alexi lagi, aku hanya terkekeh geli melihat ekpresinya yang cemberut itu.


" Oh ya sayang nanti aku kirimin sesuatu buat kamu terus nanti malam aku mau mengajak kamu pergi ke suatu tempat " Aku menoleh sebentar ke arah Alexi kemudian fokus kembali ke jalanan Kota New York yang agak pada siang ini.


" Kamu mau ngajak aku kemana, terus anak - anak gimana masa kita tinggalin ? " Tanya Alexi beruntun, Alexi menatap lekat ke arahku dengan tatapan penasarannya.


" Nanti juga kamu akan tahu sendiri, terus anak - anak kita titipin ke Mommy dulu untuk sementara setelah itu nanti kita jemput lagi aku juga sudah bilang ke Mommy dan Mommy juga sudah setuju " Ucapku masih fokus ke jalanan dengan masih menggenggam sebelah tangan Alexi.


" Tapikan kasihan Mommy bila harus jaga anak - anak " Alexi mencoba protes lagi, aku tahu dia gak rela bila harus berjauhan dengan anak - anak. Aku bersyukur mempunyai istri seperti dia, sangat penyayang dan perhatian.


" Mommy malahan seneng jika harus jaga anak - anak, beliau juga bilang bahwa Mommy itu kangen dengan anak - anak jadi nanti malam kita bisa berduaan, aku pingin berduan bersama kamu " Jelasku panjang lebar, ku lihat Alexi masih ingin protes.


" Mau ya sayang ? " Tanyaku sambil menatapnya memelas.


" Emm yaudah deh tapi jangan keseringan ya kasihan anak - anak " Aku langsung tersenyum cerah saat kata itu terlontar dari bibir istriku.


Tanpa ku sadari ternyata mobil yang ku kendarai sudah hampir sampai di perusahaan Alexi, saking asiknya berbicara dengan istriku aku sampai tidak sadar.


Mobil pun ku berhentikan di depan perusahaan, aku segera turun kemudian aku berlari mengitari mobil untuk ke kursi penumpang yang Alexi tempati.


Ku bukakan pintu mobilnya dan Alexi turun sambil tersenyum ke arahku dan berkata. " Makasih " Ucapnya, aku hanya tersenyum dan merangkul pinggangnya.


" Kamu gak usah nganter sampai ruanganku segala cukup di sini saja, pasti kamu juga banyak kerjaan jadi, cepet balik ke perusahaan " Ucap Alexi saat diriku akan berjalan masuk ke perusahaan. Kami berdua berhenti di pintu masuk perusahaan.


" Baiklah, yasudah kalau begitu aku balik dulu ya sayang " Aku mencium kening Alexi sebentar, kemudian aku masuk ke dalam mobilku dan Alexi tetap setia berdiri di tempatnya terakhir kali.


Aku dan Alexi sama - sama melambaikan tangan dengan senyuman yang tak pernah luntur, mobil yang ku kendarai pun meninggalkan perusahaan Alexi.


\*\*\*ALEXI FERRERS POV\*\*\*


Aku masih berdiri di tempat terakhir kali aku berdiri sampai mobil Darren tak kelihatan lagi kemudian aku segera memasuki perusahaan.


Banyak pasang mata yang dari tadi melihat ke arahku dan Darren saat kami berdua sampai di depan perusahaan, tapi aku dan Darren tak peduli dengan itu semua, toh mereka juga punya mata sendiri dan itu juga hak mereka untuk melihat kita.


Aku terus berjalan menuju ke lift khusus petinggi perusahaan, banyak yang menyapaku dan menundukkan kepalanya hormat kepadaku, aku hanya membalasnya dengan menganggukkan kepala kepada mereka.


Ting.


Lift yang ku tunpangi pun sampai di lantai 30 tempat ruangaanku berada, di lantai 30 hanya ada ruanganku dan Marry asisten sekaligus sekretarisku.


Aku terus berjalan, sampainya di depan meja kerja Marry aku menghentikan langkahku dan menatap ke arah Marry yang sedang fokus ke komputer yang ada di depannya.


Marry yang menyadari kehadiranku segera berdiri dan menundukkan kepala hormat dan berkata. " Apa anda butuh sesuatu Nona ? "


" What is my schedule after this? " ( Apa jadwalku setelah ini ? ) Marry segera mengambil buku agendanya dan melihatnya.


" Emm no Miss " ( Emm tidak ada Nona ) Jawabnya kemudian aku menganggukkan kepalaku tanda mengerti.


" Well, I'm going home first, if later there are problems immediately contact me " ( Baiklah, aku pulang dulu, bila nanti ada masalah segera hubungi aku )


" Yes miss " ( Baik Nona ) Marry menganggukkan kepalanya dan aku pun berlaku pergi.


Di dalam lift aku mengambil handphone yang di dalam tas jinjingku dan menghungi Darren.


" Halo sayang " Jawab Darren setelah sambungan telfonnya dia angkat.


" Halo, kamu sudah sampai perusahaan kah ? " Jawab dan tanyaku.


" Sudah sayang, emang kenapa ? "


" gak apa - apa aku cuma mau bilang kalau aku sudah mau pulang "


" Ohh yaudah kamu hati - hati di jalan, nanti paketnya aku kirim ke Mansion "


" Baiklah " Setelah mengucapkan kalimat itu aku segera memutuskan sambungan telfonnya.


Lift pun sampai di basemenst dan aku segera ke mobilku dan melajukannya meningglkan perusahaan.


\*\*\*AUTHOR POV\*\*\*


Malam pun tiba, saat ini Alexi sedang bersiap - siap dia akan mengenakan gaun berwarna hitam sepanjang mata kaki dan high hells berwarna hitam pula.


Sedangkan Darren dia sudah pulang dari perusahaan dan saat ini juga sudah siap dengan jas berwarna senada dengan Alexi, kemeja berwarna putih di dalamnya, celana kain berwarna hitam juga dan tak lupa sepatu berwarna hitam pula.


Untuk Aldrich dan Maisha, tadi sore Darren sudah mengantarnya ke Mansion Mommy Tiara.


Darren sedang duduk di kursi ruang tamu, ia sedang menunggu Alexi yang sedang bersiap - siap. Tak lama kemudian terdengar bunyi high hells yang beradu dengan lantai.


Darren mendongakkan wajahnya dan terlihat istrinya yang sangat cantik dengan gaun pilihannya ya meskipun Alexi memang cocok dengan segala yang melekat di tubuhnya.


" Beautiful " Ucap Darren saat melihat Alexi menuruni tangga.


Alexi pun sampai di depan Darren yang melihatnya tanpa berkedip, Alexi yang melihat itu hanya tersenyum kemudian Alexi menyentuh pundak Darren.


Darren tersentak dari keterpanaannya dan ternyata istrinya sudah berada di hadapannya.


" Sudah ? " Alexi mengangukkan kepalanya dan tersenyum kemudian Darren menarik lembut pinggang istrinya menuju ke mobil yang sudah di siapkan di halaman Mansion.


Mobil pun melaju, di dalam mobil tak ada di percakapan apapun. Darren yang fokus ke jalanan dan Alexi yang sibuk dengan pikirannya tentang Darren yang akan membawanya kemana.


Mobil Darren berhenti di pelataran restoran, Darren turun dari mobil ia berlari kecil mengitari mobilnya, membukakan pintu untuk istrinya dan menggandengnya untuk memasuki restoran.


Restoran mewah dengan dinding kaca yang bisa menembus ke dalam.


" Darren, tunggu " Darren menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Alexi bingung.


Darren menaikkan alisnya sebelah seolah bertanya " Ada apa ? "


" Sepertinya restorannya tutup, lihat aja sepi gini "


" Tidak sayang, aku yang menyewa semuanya agar kita malam ini bisa berduaan saja " Jawab Darren santai sambil tersenyum.


Darren dan Alexi pun memasuki restoran dan segera di arahkan ke meja yang sudah di sulap dengan sangat cantik, dengan adanya lilin di tengah - tangah dan bunga yang indah.


Alexi dan Darren duduk, saat mereka berdua sudah duduk seketika itu lampunya padam dan Alexi memekik terkejut.


" Darren " Panggil Alexi di dalam kegelapan.


Tiba - tiba lampu menyorot ke arah meja mereka dan Alexi bisa melihat Darren yang duduk di depannya dengan senyumannya.


Beberapa menit kemudian lampu kembali menyorot ke atas panggung dan di situ sudah ada pengiring musik, mereka membawakan lagu yang romantis, seketika suasana menjadi romantis.


Lagu selesai di bawakan dan lampu juga sudah kembali di hidupkan, berbagai makanan juga sudah di sajikan di atas meja.


" Kamu ngapain pakai acara gini - gini segala ? " Tanya Alexi sambil memakan makanannya.


" Aku ingin saja sayang, kita dulu juga langsung menikah dan kita juga gak pernah seperti ini, aku melakukan semua ini untuk berterima kasih sama kamu, memang gak romantis tapi setidaknya aku sudah membuat kamu bahagia " Ucap Darren sambil manaruh alat makannya.


" Terimakasih " Ucap Alexi tulus dan tersenyum ke arah Darren.


" Gak usah berterimakasih sayang, ini sudah menjadi kewajibanku untuk membahagiakan kamu walaupun dengan hal - hal kecil seperti ini " Mereka pun tertawa bersama sambil melanjutkan makannya.


Tanpa mereka sadari dari kejauhan seseorang memperhatikan mereka dengan tatapan kebencian lalu berkata. " satisfy first have fun - after that I will make you disappear " ( puaskanlah dulu bersenang - senang setelah itu aku akan membuatmu hilang ) Ucapnya dengan senyum sinis dan berlalu pergi dari tempat persembunyiannya.