My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
Episode 65



\*\*\*AUTHOR POV\*\*\*


Sebuah Mansion bak istana dengan nuansa putih dan abu - abu, dengan berbagai peralatan - peralatannya yang mahal dan mewahnya.


Seorang wanita cantik dan seorang pria tampan sedang berada di sebuah kamar yang bernuansa abu - abu dan sangat luas.


Mereka adalah Alexi dan Darren, mereka berdua berada di kamar yang Darren dan Alexi tempati sebelum Alexi meninggalkan Darren dan setelah beberapa bulan pernikahan mereka.


Memang awalnya mereka berbeda kamar tapi semenjak benih - benih cinta mulai tumbuh di hati mereka akhirnya mereka tidur di satu kamar bahkan satu ranjang.


Hari ini sudah satu minggu sejak sadarnya Darren dari komanya dan hari ini pula Darren sudah di perbolehkan pulang oleh Darren tapi Darren masih harus kontrol kakinya yang mengalami patah tulang ke Rumah Sakit. Darren memang sudah agak bisa berjalan tapi Darren masih merasakan sakit jika berjalan terlalu lama, jadi Darren harus sering - sering melatih kakinya.


Alexi membantu Darren merebahkan dirinya di ranjang king sizenya, dengan telaten dan pelan - pelan Alexi menidurkan Darren dan membantu Darren tidur dengan nyaman.


Setelah Alexi selesai membantu Darren tiduran di ranjang king sizenya Alexi berkata. " Kamu istirahat ya aku mau lihah anak - anak dulu ! "


Tiba - tiba Darren mencekal pergelangan tangan Alexi dan berkata. " Kamu di sini aja, temenin aku sampai tidur ! " Alexi hanya menganggukkan kepalanya dan berpindah menaiki ranjang di sebelah Darren.


Alexi sandaran di kepala ranjang sambil mengusap kepala Darren lembut berharap dengan cara ini Darren bisa tidur, tak lama kemudian terdengar deru nafas yang teratur dari Darren dan saat Alexi melihat ke arah Darren terlihat Darren sudah terlelap dalam tidurnya.


Alexi yang melihatnya pun tersenyum dengan sangat manis kemudian dengan perlahan dia beranjak dari ranjang dan keluar dari kamar dengan perlahan - lahan agar tak membangunkan Darren yang tengah terlelap dalam tidurnya.


Alexi sudah berhasil keluar dari kamar Darren tanpa membangunkan Darren, saat ia melewati ruang keluarga terlihat di sana ada kedua anaknya dan Enza baby sitter anaknya.


Dan untuk Tiara, dia tadi langsung pergi setelah mengantar dan memastikan Darren sampai di Mansionnya dengan selamat, Tiara tidak bisa berlama - lama karena dia masih memiliki urusan yang sangat penting.


" Anak - anak Mommy lagi ngapain hemm ? " Alexi ikut duduk di samping kedua anaknya yang sedang fokus bermain lego, Aldrich menyusunnya menjadi tank sedangkan Maisha ia menyusunnya menjadi istana.


" Agi Ain Mom " Ucap Maisha yang masih fokus dengan permainan legonya, sedangkan Aldrich hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan Mommynya dan masih fokus ke permainannya.


Alexi sudah terbiasa di acuhkan seperti itu, karena Aldrich anaknya jadi Alexi sudah sangat hafal kelakuan anaknya yang menuruni sifat Daddynya tersebut.


Alexi mengusap puncak kepala kedua buah hatinya dengan lembut, kemudian dia bangkit berdiri dan berjalan menuju dapur yang ada di Mansion ini.


Letak dapur lumayan jauh dari ruang keluarga karena memang rumah ini sangat luas, dapur terletak di sebelah kiri ruang keluarga. Dapur dan pantry menjadi satu dan di depannya adalah ruang makan tentu saja dengan fasilitas mewah.


Saat ini sudah hampir waktunya makan siang jadi Alexi ingin memasakkan kedua buah hatinya dan juga suaminya makanan, Alexi sangat suka memasak dan tak dapat di ragukan lagi dengan cita rasa masakan yang Alexi buat tentunya rasanya takkan ada yang menandingi.


Setelah sampai di dapur Alexi melihat para pelayan sedang bersiap - siap untuk memasak makanan, Alexi segera menghampirinya.


" Eh madam, do you need anything so we can prepare it? " ( Eh Nyonya, apa anda butuh sesuatu biar kami siapkan ? ) Tanya salah satu pelayan tersebut dengan sopan saat menyadari ada Nyonya di mansion tempatnya bekerja.


" Eh, no need, madam, so we can cook later, we will call you and others for lunch " ( Eh gak usah, Nyonya, biar kami saja yang masak nanti sudah matang kami akan panggil Nyonya dan lainnya untuk makan siang )


" It's okay - I want to make food for my husband because I haven't cooked food for a long time " ( Gak apa - apa saya mau buatkan makanan untuk suami saya karena sudah lama sekali saya tidak memasakkan makanan untuk dia )


Memang semua pelayan tahu tentang kejadian lima tahun lalu, tapi mereka hanya sekedar tahu bahwa Nyonyanya pergi dan selebihnya mereka tahu lagi.


Akhirnya Alexi pun membantu memasak, ia menyiapkan bahan - bahan masakannya dan berperang dengan alat - alat dapur dengan di bantu oleh para pelayan.


Sudah sekitar satu jam Alexi memasak makanan akhirnya makanan yang ia masak matang juga, Alexi menyuruh pelayan untuk menghidangkan makanannya di meja makan karena ia akan membangunkan Darren.


" Bi please serve it at the dinner table, I want to wake my husband first! " ( Bik tolong sajikan di meja makan ya, saya mau membangunkan suami saya dulu ! )


" Yes, madam " ( Baik Nyonya ) Alexi pun melenggang pergi menuju ke kamar yang berada di lantai atas tempat kamar mereka berdua berada, sebenarnya Alexi sudah menyarankan untuk sementara waktu pindah di kamar bawah saja agar mempermudah Darren tapi Darren tetaplah Darren yang selalu keras kepala, ia bilang untuk melatih kakinya biar cepat sembuh.


Alexi pun sampai di kamarnya dengan Darren, di lihatnya Darren tengah terlelap dengan nyamannya di ranjang king sizenya.


Perlahan Alexi menghampiri ranjang, ia berdiri di sebelah ranjang kemudian mengguncang pelan bahu Darren agar ia bangun.


Perlahan - lahan Darren membuka matanya hal pertama yang ia lihat adalah wajah cantik istrinya, Darren tersenyum dengan lebar menatap ke arah Alexi yang juga menatapnya.


" Darren bangun kita makan siang dulu ! " Ucap Alexi lembut dan Darren hanya mengangguk kemudian bangkit dengan di bantu oleh Alexi.


Alexi menuntun Darren menuruni tangga dengan perlahan, dahi Darren berkerut dengan keringat yang membanjiri pelipisnya Alexi dengan setia mengusap pelipis Darren dan menuntunnya menuruni tangga.


" Untuk sementara kiita pindah ke kamar bawah saja ya, aku khawatir banget lihat kamu seperti ini " Darren hanya menggelengkan kepalanya tanda tak setuju.


" Tapi, aku gak tega melihat kamu yang kesakitan seperti ini " Ucap Alexi dengan nada khawatir yang sangat kentara. Dia sangat - sangat tidak tega melihat Darren seperti itu.


" Jangan di paksa jika memang sakit, kita pelan - pelan saja menjalani progres kesembuhan kamu " Sambung Alexi dengan tangannya yang setia memeluk pinggang Darren dan tangan kanan Darren yang dia tempatkan di pundaknya.


" Aku gak apa - apa sayang, kamu tenang aja aku kuat kok, aku ingin segera sembuh biar gak ngerepotin kamu terus seperti ini " Ucap Darren meyakinkan Alexi, Alexi yang mendengar kalimat terakhir Darren pun merasa keberatan. Seketika wajah Alexi berubah sendu.


" Kok kamu bilang gitu sih, sejak kapan kamu ngerepotin aku, kamu itu suami aku jadi ya wajar kalau kamu seperti ini aku juga gak merasa di repotkan kok " Ucap Alexi menatap mata Darren sendu.


" Iya sayang maafin aku ya " Ucap Darren setelah melihat tatapan sendu dari sang istri, tidak bisa di punkiri bahwa hati Darren menghangat saat Alexi mengatakn bahwa dirinya suaminya. Darren sangat bahagia, di dalam hatinya ia tersenyum cerah.


Mereka pun menuruni tangga dengan perlahan dan hati - hati dengan Alexi yang setia ***** badan suaminya yang lebib besar darinya.