My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
Episode 28



\*\*\* AUTHOR POV \*\*\*


Cahaya mentari pun masuk mengusik jiwa dua insan yang tertidur lelap dengan mimpi indah nya memaksa mereka untuk terbangun. Alexi dan Darren dua jiwa yang sedang beruntung karena bisa merasakan betapa indah nya jatuh cinta itu pun terbangun karena terpaan cahaya mentari yang menyilaukan mereka.


Mereka berdua terbangun bersamaan dan sesaat pandangan mereka bertemu.


" good morning sayang " sapa Darren saat pandangan mereka bertemu sambil menambilkan senyuman termanis nya.


" morning " sahut Alexi sambil menampilkan senyuman yang tak kalah manis dari senyum Darren.


Cup..


Darren pun mengecup puncak kepala Alexi gemas saat ia bangun dari tempat tidur nya sebelum beranjak ke kamar mandi untuk memulai rutinitas nya. Sebelum Darren lenyap di balik kamar mandi dia bertanya kepada Alexi.


" sayang, apa kamu mau mandi bersama - sama "


" tidak kamu mandi lah dulu " jawab Alexi gugup dengan muka yang sudah seperti kepiting rebus akibat malu.


" baiklah " menampilkan senyum menggoda.


Alexi yang mendapat perlakuan manis dari Darren pun tersenyum lembut menatap punggung Darren yang perlahan hilang di pintu kamar mandi.


30 menit berlalu Darren pun menyelesaikan mandi nya dan keluar dengan handuk yang melilit di pinggang nya. Alexi yang melihat penampilan Darren seperti itu pun merasa malu jangan di tanya lagi semerah apa wajah Alexi saat ini.


Darren dengan santai nya berjalan ke arah Alexi dan membuat jantung Alexi seperti ingin meloncat dari tubuh nya. Alexi yang menyadari Darren berjalan ke arah nya pun segera bangkit dan lari menuju ke kamar mandi.


\*\*\* ALEXI FERRERS POV \*\*\*


" Bagaimana bisa dia setenang itu .. apa dia tidak tau bahwa aku bisa - bisa terkena serangan jantung jika terus melihat dia seperti itu " tanya ku saat ku sudah berada depan kaca besar di kamar mandi dengan memegangi dada ku yang serasa ingin meledak.


" sudah lah Alexi mungkin dia hanya ingin menggoda mu saja .. sekarang mandi lalu ke perusahaan jadwal hari ini pasti sangat padat " ucap ku mengingatkan diriku sendiri.


20 menit berlalu untuk ku menyelesaikan kegiatan mandi ku. Aku terkejut saat keluar dari kamar mandi karena melihat Darren yang duduk di ranjang dengan pakaian formal nya.


" ngapain dia masih di sini bukan nya turun ke bawah untuk sarapan apa dia menunggu ku " senang ku saat memikirkan bahwa Darren menunggu ku untuk sarapan bersama. Akhirnya aku pun memberanikan diri ku bertanya kepada Darren.


" kamu kok masih di sini bukan nya turun ke bawah untuk sarapan kan kamu harus ke kantor nanti telat gimana ? "


" aku nunggu kamu buat pasangin dasi kan ini tugas kamu " dan memang benar adanya bahwa dasi Darren masih bertenggar di leher nya tanpa di ikat.


Saat itu pun aku merasa sedikit kecewa mendengar jawaban dari Darren. Tetapi aku berusaha bersikap biasa karena aku tak mau Darren mengetahui bahwa aku kecewa mendengar jawaban yang keluar dari mulut nya.


Aku pun menghampiri Darren yang duduk di ranjang dan mulai memasang kan dasinya.


Selesai kita berdua sarapan bersama dan william asisten pribadi Darren juga sudah menjemputnya untuk berangkat ke kantor. Akhirnya Darren aku pun mengantar Darren ke depan rumah.


Cup..


Darren yang tiba - tiba mencium kening ku dan membuat mata ku melotot kaget akibat ulah nya yang tiba - tiba. Tanpa merasa bersalah sedikit pun Darren berjalan santai ke arah mobil nya dan tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada ku.


Untuk beberapa saat aku melamun akibat ciuman yang Darren layang kan di kening ku. Setalah hanya diam mematung dan mobil yang Darren kendarai pun juga sudah lenyap akhirnya aku sadar dan berjalan masuk ke dalam rumah dengan terburu - buru dengan wajah ku yang sudah seperti kepiting rebus saking merah nya.


" Darren sudah berapa kali kamu membuat ku hampir terkena serangan jantung dan kali ini masih sangat pagi apa kamu mau membunuh ku pagi - pagi dengan ciuman mu ? " racau ku melenggang pergi dari depan mansion Darren menggunakan mobil ku.


\*\*\* DARREN MATTHEWS POV \*\*\*


Semalaman aku sangat senang karena bisa tidur nyenyak dalam dekapan Alexi. Rasa - rasa nya aku tak ingin bangun dari tidur ku untuk saat ini dan membiarkan kita berdua seperti ini untuk selamanya.


Cahaya mentari masuk dan membuat ku terpaksa harus bangun dari tidur indah ku. Bukan hanya mimpi yang indah bahkan tidur ku juga indah. Karena ada Alexi yang ku lihat berada di samping saat aku baru membuka mata ku.


Aku pun menyapa nya dengan panggilan sayang dan senyum termanis ku. Dan Alexi juga menjawab sapaan ku dengan senyuman tak kalah manis nya. Aku benar - benar gemas melihat nya seperti itu. Ingin rasa nya ku kurung dia di sini bersama ku supaya dia tak bisa kemana - mana dan hanya menemaniku selama nya.


Saking gemes nya melihat senyuman Alexi aku pun mencium puncak kepala nya gemas dan beranjak ke kamar mandi. Sebelum diri ku benar - benar lenyap di balik pintu kamar mandi aku pun berbalik dan menggoda nya dan benar saja wajah Alexi langsung merona malu.


30 menit berlalu untuk menyelesaikan mandi ku. Saat aku keluar ku lihat Alexi sedang duduk di tepi ranjang dan seketika itu terpintas di pikiran ku untuk menggoda nya lagi. Akhirnya aku pun berjalan santai ke arah Alexi dengan hanya handuk yang melilit di pinggang ku.


Sebenarnya aku menahan untuk tidak ketawa karena melihat wajah Alexi yang sudah merona seperti kepiting rebus. Dan tiba - tiba Alexi bangkit dan berlari ke dalam kamar mandi. Aku pun terkekeh geli melihat Alexi yang sudah salah tingkah.


Aku pun berjalan ke wolk in closet dan mengenakan pakaian formal ku yang sudah ku pilih. Setelah mengenakan nya aku pun duduk di tepi ranjang dengan pakaian yang belum ku rapikan.


20 menit Alexi pun keluar dari kamar mandi .. dia hanya diam mematung untuk beberapa detik di depan pintu kamar mandi dengan entah apa yang dia pikirkan aku pun tak tau karena aku bukan lah cenayang dan akhirnya dia pun bertanya.


" kamu kok masih di sini bukan nya turun ke bawah untuk sarapan kan kamu harus ke kantor nanti telat gimana ? " tanya nya bingung.


" aku nunggu kamu buat pasangin dasi kan ini tugas kamu " entah perasaan ku atau memang benar tiba - tiba wajah Alexi terlihat sedikit kecewa setelah mendengar jawaban ku. Dan aku pun berguman dalam hati.


" bodoh, kenapa mulut ini susah banget sih bilang nya kan di sini lo nunggu Alexi buat turun dan sarapan bareng " rutuk ku dalam hati pada diri ku sendiri. Pasti Alexi kecewa mendengar nya mungkin dia juga berharap turun dan sarapan bersama.


Setelah itu dia tak mengucap kan apapun dan langsung mengikatkan dasi ku dengan rapi.


Kami turun dan sarapan bersama. Selesai dari kegiatan sarapan bersama pun aku bangkit karena William juga sudah menjemput untuk ke kantor dan Alexi pun mengantar ke depan Mansion.


Cup..


Aku pun mencium Alexi saat ku hendak pergi dari depan mansion ku dan memasuki mobil. Sekilas ku lihat Alexi yang melamun mungkin itu akibat ciuman ku yang mendadak aku pun tak tau. Entah mengapa akhir - akhir ini aku sangat suka mencium Alexi tiba - tiba seperti ini.