
\*\*\*AUTHOR POV\*\*\*
Ferrers Group perusahaan yang bergerak di bidang Fashion terbesar di dunia, perusahaan dengan tinggi 30 lantai dengan desain yang megah dan mewahnya membuat siapapun terpesona dengan keindahannya.
Di sebuah hotel bintang lima di New York, ballroom hotel di dekor dengan sedemikian mewah dan megah, semua pekerja Event Organizer sibuk dengan kegiatan masing - masing karena malam ini akan ada pesta yang akan di selenggarakan di ballroom hotel tersebut.
Ferrers Group, perusahaan itu malam ini akan menyelenggarakan pesta perayaan pencapaiannya terakhir kali yang mengguncang dunia fashion.
\*\*\*ALEXI FERRERS POV\*\*\*
Hari ini adalah acara penyelenggaraan pesta yang akan ku buat karena pencapaian perusahaanku dan demi menghargai usaha semua para karyawanku yang sudah setia kepadaku.
Tapi semua orang tak tahu ada satu lagi lagi yang sudah ku rencanakan mengenai pesta ini yaitu perkenalanku kepada publik untuk pertama kalinya.
Aku gugup ! dari dulu aku tak pernah mau di ketahui oleh publik, karena dengan begitu segala privasiku takkan di ungkit - ungkit oleh publik.
Tapi lain halnya dengan sekarang, di media sudah memberitakan tentang diriku yang notabennya adalah istri dari seoranh Darren Matthews pengusaha muda yang sudah sukses apalagi dengan diriku yang menjadi Presdir sementara saat Darren sedang koma.
Banyak perbincangan di media bahkan tak banyak orang - orang yang membicarakan diriku. Apalagi mereka melihat diriku dengan sebelah mata, banyak yang bilang bahwa aku tak pantas bersanding dengan seorang Darren Matthews.
Sebenarnya untuk diriku sendiri tidak masalah yang aku permasalahkan adalah Darren, aku takut dia terkena masalah karena diriku jika hal itu terjadi aku akan merasa sangat - sangat bersalah.
...
Waktu sudah berubah menjadi gelap, rasanya waktu berlalu dengan cepat sekali. Saat ini aku dengan Darren sedang berada di kamar Aldrich dan Maisha, mengurus mereka untuk pergi ke acara perusahaanku malam ini.
Kamar mereka memang menjadi satu karena mereka tak mau berpisah, mereka berdua sangat dekat dan selalu mau kemana - mana berdua tapi aku bersyukur mereka selalu akur dan jarang sekali bertengkar jika bertengkar pun pasti sebentar dan setelah itu mereka akan akur lagi.
" Sayang, kalian mau pakai baju apa ? " Tanyaku kepada kedua buah hatiku.
" Isha mau samaan sama Mommy " Aku hanya tersenyum mendengar jawaban Maisha sambil mencari baju yang akan mereka gunakan malam ini.
" OKE bagaimana kalau kita samaan semua, Isha, Mommy, abang dan Daddy ? " Ucap Darren menekankan kata OKE di awal ucapannya.
" Yes Daddy " Ucap Maisha dan Aldrich bersamaan dengan girang sambil tersenyum sampai memperlihatkan deratan gigi susunya yang rapi.
Aku dan Darren bersama - sama mengurus kedua buah hati kami, setelah selesai aku memanggil salah satu pelayan di Mansion Darren untuk menjaga Aldrich dan Maisha saat kita berdua sedang bersiap - siap.
Patah tulang di kaki Darren juga sudah membaik, dia juga sudah bisa berjalan dengan normal tapi tak bisa berlama - lama jika dia lama berdiri kakinya akan terasa ngilu maka dari itu aku memutuskan untuk menyelenggarakan pestanya sekarang mengingat semua kendala sudah tidak ada.
Sebenarnya aku sedikit khawatir dengan kondisi kaki Darren tapi Darren tetap kekeh bahwa ia sudah baik - baik saja jadi aku juga bisa apa - apa jika sifat keras kepala Darren sudah keluar.
Aku dan Darren berlalu ke kamar kita berdua untuk bersiap - siap, setelah tadi menyiapkan pekaian yang akan Darren pakai aku segara berlalu ke kamar mandi untuk berganti pakaian.
Malam ini aku menggunakan dress sebatas mata kaki berwarna merah maroon yang pas di tubuhku dengan pita di pinggang, dengan make up yang tipis dan juga high hells hitam dengan tinggi 13 cm.
Dan untuk Darren, dia memakai jas berwarna merah maroon dan kemeja berwana putih di dalamnya, dengan dasi juga berwarna merah maroon dengan aksen garis - garis berwarna putih dan celana kain berwarna hitam.
" Apakah kakimu benar - benar sudah baik - baik saja ? "
Aku berjalan ke arah meja rias dan mulai merias wajahku dengan natural. Saat aku sedang merias wajahku tiba - tiba Darren berjalan ke arahku dan memelukku dari belakang.
Dia menyembunyikan wajahnya di ceruk leherku, aku hanya tersenyum dan mengusap tangannya yang memeluk pinggangku dengan erat.
" Aku baik - baik saja sayang, kamu tenang saja " Ucap Darren menenangkanku sambil terus menyembunyikan wajahnya di ceruk leherku, aku bisa merasakan deru nafasnya yang membuatku geli.
" Benarkah ? " Ucapku dengan menaikkan satu alisku.
" Iya sayang, kamu tenang saja " Darren lagi - lagi menenangkanku tapi tetap saja hatiku selalu tidak tenang.
" Aku mengkhawatirkanmu " Aku membalik badanku menjadi menghadap ke Darren dan memeluknya.
" Aku tahu " Aku mengurai pelan pelukanku tapi tangan Darren masih berada di pinggangku memeluknya dengan erat.
" Bisakah kau tak membuatku selalu mengkhawatirkanmu ? " Tanyaku sambil mencebikkan bibirku.
" Maaf sayang " Darren memelukku dengan erat begitu pun denganku yang membalasnya tak kalah erat.
Aku bahagia bisa merasakan hal ini lagi bersama - sama dengan Darren, aku bersyukur semua masalahnya selesai.
" Ahh ya, pembicaraan kita belum selesai saat di rumah sakit waktu itu, bagaimana keadaan Khatelyna saat ini ? " Aku baru ingat masalah itu, tak bisa di pungkiri bahwa aku sangat - sangat penasaran keadaan Khatelyna saat ini karena dari awal aku kembali ke New York sampai sekarang aku tak pernah mendengar kabarnya lagi.
" Dia di tahan di kantor polisi sejak lima tahun lalu " Ucap Darren santai, aku yang mendengarnya terkejut.
" Hah bagaimana bisa ? " Aku membelakkan mataku dan segera mengurai pelukan di antara kami.
" Buktinya bisa " Lagi - lagi dia dengan santainya berbicara seperti itu.
" Ihh jelasin dong, kenapa dia bisa di tahan di kantor polisi ? " Aku jengkel dengan tanggapannya yang santai itu, aku segera mendorongnya hasilnya pelukan di antara kami terlepas.
" Oke, Oke aku jelaskan tapi kamu jangan potong saat aku sedang berbicara " Aku hanya menganggukkan kepalaku.
" Dia yang sudah membunuh Daddyku dan memalsukan kematian Daddyku, kamu kan tau Daddy meninggalkan karena kecelakaan tapi semua itu tidak benar - benar faktanya, dia yang sudah merencanakannya " Aku menutup mulutku karena terkejut mendengar penuturan Darren.
" Alasan dia melakukan hal itu hanya karena Daddy tidak merestui hubungan kita berdua, aku tidak menyangka dia bisa melakukan hal itu padahal kita sudah mengenal dari SMA "
" Dan aku juga tidak tahu kenapa Daddy tidak merestui hubungan kami, dan sekarang akhirnya aku tahu bahwa dia hanya ingin kekayaan mungkin saat itu Daddy melihat hal yang tak seharusnya dia lihat " Jelas Darren panjang lebar, aku semakin terkejut dengan fakta - fakta yang Darren katakan saat ini.
" Semua sudah baik - baik saja " Aku kembali memeluk Darren dengan erat.
Aku tak menyangka semuanya menjadi begini tapi aku tak peduli yang penting aku bisa kembali bersama dengan Darren dan juga anak - anakku. Mulai saat ini aku akan berusaha menjaga rumah tanggaku agar baik - baik saja.