My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
Episode 62



\*\*\*AUTHOR POV\*\*\*


Sudah satu bulan sejak kejadian kecelakaan yang Darren alami dan sampai saat itu pula Darren masih setia dengan tidur panjangnya dan tak ada tanda - tanda untuk dia akan bangun dalam waktu dekat ini.


Sudah satu bulan pula Alexi menjalankan perusahaan Daren, setelah pulang dari perusahaan Alexi selalu pergi ke rumah sakit untuk menjaga Darren.


Sebenarnya sudah ada Tiara Mommy Darren tapi Alexi tidak tega jika harus mertianya itu yang menjaga Darren dan untuk Aldrich dan Maisha seperti biasa Enza baby sittér mereka yang akan menjaga dari pagi sampai Mommy Darren pulang dari rumah sakit.


Sampai saat ini Aldrich dan Maisha selalu tinggal di Mansion Mommy Darren.


Seperti hari - hari biasa setelah Alexi pulang kantor ia segera ke rumah sakit, seperti saat ini Alexi mengendarai mobilnya menuju ke rumah sakit.


Tak butuh waktu lama ia sudah sampai di rumah sakit dan memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit setelah di rasa posisi mobilnya pas akhirnya Alexi menuju ke ruangan Darren.


Sampai di depan ruangan Darren Alexi segera masuk dan mendapati mertuanya yang masih setia duduk di sebelah ranjang Darren sambil memegang tangan Darren yang masih setua menutup matanya erat - erat.


" Mommy " Panggil Alexi setelah dirinya sudah masuk sepenuhnya ke ruangan Darren.


Tiara Menoleh dan mendapati menantunya yang berdiri di depan pintu masuk ke ruangan anaknya tersebut, ia pun tersenyum mendapati menantunya yang berada di ruangan anaknya, begitu juga Alexi yang membalas senyuman dari mertuanya tersebut.


" You're home, dear? " ( Kamu sudah pulang sayang ? ) Alexi hanya mengangguk dan tersenyum kecil, terlihat sekali kalau Alexi saat ini sudah sangat lelah, terlihat jelas dari mukanya yang lesu.


" Mommy's just going home, poor kids at the mansion! " ( Mommy pulang aja, kasian anak - anak dimansion ! ) Pinta Alexi dengan lembut sambil berjalan menghampiri mertuanya tersebut.


" Yaudah Mommy go home first dear, you don't sleep at night and feel sorry for your body. You must be tired " ( Yaudah Mommy pulang dulu ya sayang, kamu jangan malam - malam tidurnya kasian sama badan kamu pasti capek ) Tiara pun berlalu meninggalkan Alexi sendirian di ruangan Darren.


\*\*\*ALEXI FERRERS POV\*\*\*


Seperti hari - hari biasa aku akan selalu ke rumah sakit, meskipun aku merasa lelah tapi aku tak pernah melewatkan waktuku untuk ke rumah sakit.


Pagi harinya aku mengurus perusahaan Darren dan setelah pulang aku akan pergi ke rumah sakit untuk bergantian dengan Mommy Tiara, dan karena itu pula aku selalu tak ada waktu dengan kedua buah hatiku tapi untung saja mereka berdua mengerti keadaanku saat ini.


Untuk berangkat ke kantor aku selalu berangkat dari rumah sakit maka dari itu segala keperluanku semuanya ada di rumah sakit agar memudahkanku dan tak membuatku bolak - balik.


Untuk perusahaanku semua di urus oleh Omku dan Marry asisten pribadi sekaligus sekretarisku di perusahaan, oh ya dan satu lagi aku sengaja menunda perayaan perusahaanku dan entah kapan akan ku selenggarakan.


Niat awalku sih setelah Omku keluar dari rumah sakit dan ternyata sebelum Omku keluar dari rumah sakit Darren malah mengalami kecelakaan dan untuk itu aku sudah menghubungi Marry untuk mengurusnya.


Flashback On


Saat itu aku sedang menjaga Darren, tiba - tiba deringan telfonku terdengar saat ku lihat ternyata Marry yang menelfonku.


" Hello " ( Halo )Jawabku setelah sambungan telfonnya ku angkat.


" What's wrong Marry? just say it ! " ( Ada apa Marry ? katakan saja ! )


" Miss, about the celebration ... " ( Nona, tentang perayaan itu.. ) Ucap Marry terpotong, karena aku baru ingat mengenai perayaan itu.


" Oh, yeah, um, I'm confused Darren didn't realize it either, so I won't be able to carry out the celebration in the near future if Darren isn't aware of the coma yet. " ( Ohh ya, emm gimananya aku bingung Darren juga belum sadar jadi aku takkan bisa melaksanakan perayaan itu dalam waktu dekat ini jika Darren belum sadar dari komanya ) Ucapku bingung, jujur saja aku benar - benar lupa mengenai perayaan yang ku janjikan itu karena saking kalutnya melihat Darren seperti ini.


" Emm Miss if I may want to give advice " ( Emm Nona kalau boleh saya mau memberi saran )


" What does Marry just say! " ( Apa Marry katakan saja ! )


" Wait for Mr. Darren to realize from his coma. Our new lady has made the celebration party and also to introduce you to the public as the president of Farrers Group, what about Miss? " ( Tunggu Tuan Darren sadar dari komanya saja Nona baru kita membuat pesta perayaan tersebut dan juga untuk memperkenalkan anda ke depan publik sebagai presdir Farrers Group, bagaimana Nona ? ) Aku terkejut dengan saran Marry, dan aku hanya diam saja tak tahu mau menanggapi seperti apa.


" What about Miss, there's no way Miss will continue to hide your identity continuously " ( Bagaimana Nona, tidak mungkin kan Nona akan terus menyembunyikan jati diri Nona terus menerus ) Benar juga ucapan Marry tersebut, tidak mungkin aku terus menerus menyembunyikan jati diriku dan untuk apa lagi aku menyembunyikannya.


" Well, you take care of everything, Marry " ( Emm baiklah, kau urus saja semuanya Marry ) Ucapku pada akhirnya.


" Alright miss " ( Baiklah Nona ) Ucap Marry sambil tersenyum meskipun aku tak dapat melihatnya tapi aku tahu bahwa saat ini ia sedang tersenyum lebar.


Aku hanya tersenyum kemudian memutuskan sambungan telfonnya. Aku tahu Marry sudah lama menginginkan aku untuk mempublik jati diriku sebenarnya tapi entahlah aku hanya merasa enggan dan tak ingin ada yang tahu privasiku.


Aku juga tahu mengapa Marry sangat ingin itu terjadi, ya karena dulu banyak orang yang merendahkan diriku dan Marry selalu memberi ide tersebut tapi ku pikir itu bukanlah ide yang baik jadi sampai sekarang aku masih menyembunyikannya toh mereka juga tak tahu apa - apa tentang hidupku jadi aku hanya cuek bebek saja menanggapinya.


Flashback End.


Saat ini aku sudah duduk di kursi samping ranjang Darren, aku mengamati wajahnya yang tertidur dengan lelap.


" Kau tau gak, tadi aku rapat dengan kolega bisnis kamu terus aku juga ngerjain berkas - berkas banyak banget sampai aku lupa makan siang kalau William gak ngingetin mungkin aku akan melewatkan makan siang " Aku terkekeh sendiri mengingat kebodohanku.


Kemudian aku menatap wajah Darren sendu dan berkata. " Apa kamu gak capek tidur terus ? " Tanyaku.


" Apa kamu gak kangen anak - anak, aku dan Mommy ? " Tanyaku lagi.


" Bangun dong Darren, aku kangen kamu, kamu gak kasian sama aku, setiap hari ngurusin perusahaan kamu aku capek tahu " Cercaku kepada Darren yang masih setia menutup matanya.


" Aku udah gak kuat lagi Darren " Akhirnya pecahlah tangisku di samping Darren, aku menenggelamkan wajahku di ranjang tempat Darren berbaring saat ini.


" Aku gak kuat lagi, tolong bangun dong kamu jahat banget sih membiarkan rasa bersalah ini terus tumbuh di dalam hatiku, setiap kali aku melihat keadaanmu seperti ini rasa bersalah itu selalu tumbuh dalam hatiku meski bagaimana pun akulah penyebab utama keadaan ini terjadi " Aku semakin menelungkupkan wajahku dan menangis tersedu - sedu di samping Darren.


Beginilah hari - hari yang ku jalani ngantor pulangnya ke rumah sakit dan menjaga Darren setelah itu selalu berbagi cerita dan keluh kesahku pada Darren.


Aku yakin meskipun dia tidur tapi dia mendengarkan segala cerita dan keluh kesahku yang setiap hari ku ceritakan padanya.