My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
Episode 40



\*\*\* AUTHOR POV \*\*\*


Cukup lama Darren termenung memikirkan alasan kepergian Alexi darinya akhirnya Darren pun tersadar dari lamunannya dan pamit ke Mommynya untuk pergi ke kamarnya agar bisa istirahat.


" Mom, I'll go to my room first " ( Mom, aku ke kamar dulu ) pamitnya kemudian berlalu pergi meninggalkan Mommy Tiara ( Mommy Darren ) di halaman belakang mansion.


sebelum Darren berlalu pergi ke kamarnya dan meninggalkan Mommynya di halaman belakang sendirian, Ia pun berbalik dan meminta sesuatu yang saat ini ia inginkan dengan nada manja yang akhir - akhir ini ia perlihatkan kepada Mommynya.


" Mommy I want to eat Mommy made mango salad like before when I was little " ( Mommy aku ingin makan rujak mangga buatan mommy seperti dulu waktu kecil ) ucap Darren manja kemudian berlalu pergi ke kamarnya yang berada di lantai atas. Yap, dulu Mommy Tiara ( Mommy Darren ) sering membuatkan Darren rujak mangga sebelum Darren sekeluarga pindah ke New York, Amerika.


....


\*\*\* DARREN MATTHEWS POV \*\*\*


Aku merindukannya, aku ingin memeluknya, menciumnya, tidur sambil memeluk dirinya erat dan masih banyak lagi yang ingin aku lakukan dengannya. Aku ingin hari - hariku di penuhi olehnya dan selalu olehnya.


Tapi semua sirna semenjak kepergiannya, meninggalkan ku dengan semua rasa bersalah yang amat sangat mendalam di hatiku. Karena dirikulah yang telah membuatnya pergi dan karena dirikulah yang telah membuatnya mengeluarkan air matanya dari mata indahnya.


Di dalam kamar aku memikirkan peristiwa itu terjadi saat diriku kalang kabut mencari keberadaan istriku Alexi. Seperti orang yang kehilangan akal sehatnya, seperti orang yang kehilangan separuh jiwanya. Aku gila benar - benar gila karena orang yang ku cintai meninggalkanku tanpa sepatah katapun yang di utarakan sebelum pergi.


Flashback On


Sesampainya aku di depan mansionku, aku segara masuk dan berteriak memanggil - manggil nama Alexi. Tak ada sahutan apapun dari Alexi tapi aku di kejutkan dengan jawaban kepala asisten rumah tangga.


" Sorry sir, the ma'am went with a big suitcase earlier. " ( Maaf tuan, tadi nyonya pergi bawa koper besar ) jawab kepala asisten rumah tanggaku yang membuatku terkejut.


" Apa Alexi sudah menyerah ? Apa dia sudah gak kuat lagi bersamaku ? Apa dia sudah memutuskan untuk meninggalkan ku seorang diri di sini ? " semua pertanyaan itu muncul di kepalaku sampai aku tak sadar dari tadi kepala asisten rumah tanggaku memanggilku berkali - kali.


" Sir " ( tuan ) panggil kepala asisten rumah tanggaku sedikit lebih keras karena dari tadi aku hanya melamun.


Aku pun tersadar, tanpa sepatah katapun aku keluar dari mansionku dan mengendarai mobilku tanpa arah. Aku yakin pasti Alexi tak akan pergi jauh tapi aku bingung harus mencarinua kemana.


" Jennifer " gumamku, tiba - tiba aku teringat nama itu. Ya aku yakin pasti Jennifer tau di mana keberadaan Alexi saat ini, Alexi juga pasti memberitahu Jennifer dia akan pergi kemana.


Aku pun mempercepat laju mobilku ke rumah Jennifer, aku tak peduli dengan semua orang yang meneriakiku karena aku tak menaati rambu - rambu lalu lintas dan menyalip banyak kendaraan.


...


10 menit dan akhirnya aku sampai di depan mansion Jennifer, Tak butuh waktu lama aku segera mengetuk pintu mansion Jennifer dengan tidak sabaran. Aku benar - benar tak sabar untuk segera mengetahui keberadaan istriku Alexi.


Tak lama kemudian Jennifer membukakan pintu dan aku langsung menyerangnya dengan pertanyaan yang dari tadi berada di otakku.


" Where is Alexi ? " ( Dimana Alexi ? ) tanyaku dengan tidak sabaran, Jennifer nampak terkejut dengan pertanyaan yang tiba - tiba ku lontarkan setelah dia membuka pintu tapi aku tak peduli mau tidak terkejut ataupun yang lainnya aku tidak peduli yang aku pedulikan hanya keberadaan istriku Alexi.


" Alexi ? " tanyanya bingung dengan mengkerutkan dahinya.


" Yes Alexi, where is he ? you surely know its whereabouts " ( Ya Alexi, dia dimana ? kamu pasti tau keberadaannya ) jawabku tak sabaran karena dari tadi aku tak mendapat jawaban yang ku inginkan dari mulut Jennifer.


" Where did he go ? how could you not know where Alexi went ? " ( Emang dia pergi kemana ? kenapa kamu bisa tidak tau Alexi pergi kemana ? )


" No, he hasn't contacted me from yesterday. What's wrong with him ? why he can go and you don't know " ( Tidak, dia tak menghubungiku sama sekali dari kemarin. Emang dia kenapa ? kenapa dia bisa pergi dan kamu tidak tahu )


Tiba - tiba otakku blank setelah mendengar jawaban yang keluar dari mulut Jennifer sahabat baik istriku Alexi.


Aku hanya mendengar semua pertanyaan Jennifer dengan samar - samar karena pikiranku hanya berpusat pada Alexi, Dimana dia sekarang ini ? dan apakah dia baik - baik saja ?.


Aku langsung berbalik dan pergi meninggalkan Jennifer yang dari tadi melontarkan perntanyaannya kepadaku. Dapat ku dengar Jennifer memanggil namaku dengan berteriak tapi aku tetap berjalan menuju ke mobilku dak tak menghiraukannya.


Flashback End.


Lama aku termenung memikirkan diriku saat 1 bulan yang lalu saat dirinya pergi meninggalkanku. Tiba - tiba perutku bergejolak seperti ada yang ingin keluar, aku pun berlari ke arah kamar mandi dan memuntahkan isi yang ada di perutku. Tapi lagi - lagi tak ada apapun yang bisa ku keluarkan dari perutku.


Sudah 1 bulan ini aku mengalami hal ini, pagi - pagi selalu merasa ingin muntah tapi tak ada apapun yang bisa aku keluarkan dari perutku, selalu ingin dekat dengan Mommy dan selalu ingin makan masakan buatan Mommy. Sebenarnya aku sendiri bingung kenapa aku bisa bersikap seperti ini.


Setelah aku merasa badanku sudah agak mendingan aku bangkit dan berjalan menuju ke ranjangku dan mengistirahatkan badanku yang akhir - akhir ini gampang sekali lelah.


...


Tok tok tok


Tidur ku terganggu akibat ketukan yang berada di luar kamarku, aku pun berjalan sempoyongan karena kantuk yang masih ku rasakan di kelopak mataku. Aku pun membuka pintu dan dapat ku lihat Mommy yang berdiri di depan pintu kamar.


" Mommy, what's up ? " ( Mommy, ada apa ? ) ucapku dengan mengucek mataku yang masih sedikit mengantuk karena aku baru saja bangun dari tidur nyenyakku.


" It's dinner time, Mommy has prepared dinner at the dinner table we eat together. Come on down ! " ( Sudah waktunya makan malam, Mommy sudah menyiapkan makan malam di meja makan kita makan bersama - sama. Ayo turun ! ) ucap Mommy mengajakku makan karena sudah waktunya makan malam. Aku hanya menganggungkkan kepalaku dan menutup pintu kamar untuk membersihkan diriku terlebih dahulu sebelum makan malam.


...


Di meja makan hening hanya dentingan sendok dan garpu yang bertabarakkan dengan piring, aku dan Mommy makan dengan tenang tanpa suara karena ini adalah tradisi keluarga, bila sedang makan tak ada yang boleh berbicara bahkan bersuara sedikit pun tidak boleh.


Setelah makan selesai aku izin untuk beristirahat kembali kepada Mommy.


" Mom, I'll go to my room first " ( Mom, aku ke kamar dulu ) izin ku dan berlalu pergi meninggalkan Mommy yang berada di meja makan.


" How about this Mango salad ? " ( Ini rujak mangganya gimana ? ) tanya Mommy sambil menunjuk rujak mangga yang berada di depannya.


" I don't want Mommy anymore " ( Aku tak mau lagi Mommy ) ucapku dan berlalu pergi ke kamarku yang berada di atas.


...


Di dalam kamar lagi - lagi yang ku pikirkan hanya istri ku Alexi yang sudah meninggalkanku entah kemana. Aku tak tau sekarang dia dimana ?, apakah dia baik - baik saja ?, apakah dia makan dengan teratur ? dan masih banyak lagi yang ingin ku ketahui tentang Alexi akhir - akhir ini. Cukup banyak aku memikirkan Alexi sampai aku terbang ke alam mimpi sebelum itu aku berharap bisa bertemu dengannya meskipum hanya dalam mimpi.


maaf ya readers aku lama banget up nya, aku benar - benar sibuk akhir - akhir ini 🙇‍♂️🙇‍♂️.


dan terima kasih yang sudah sabar dan setia menunggu kelanjutan dari novel ku ini.


see you 😚😚