
\*\*\* DARREN MATTHEWS POV \*\*\*
Aku hanya diam mendengar Alexi berbicara di telfon dengan sahabatnya Jennifer. Sebenarnya aku merasa marah, dia menyalahkan dirinya karena keadaanku menjadi begini.
Setelah lama dia berbicara panjang lebar dengan Jennifer sahabatnya akhirnya dia pun menyudahi pembicaraannya dan berbalik. aku bisa melihat dengan jelas bahwa dia terkejut dengan keberadaan ku yang berada di belakangnya.
" Darren " panggilnya terkejut mendapati diriku yang berada di belakangnya. Dan bisa ku lihat jelas bahwa Alexi menatap ku takut - takut setelah dia melihat tatapan mata ku yang tajam seakan menyiratkan kemarahan karena sebetulnya aku memang sangat marah mendengar perkataannya barusan.
Aku tak sedikit pun menyahuti panggilannya, dan tetap saja menatapnya dengan tajam tanpa mengarahkan tatapanku ke arah lain. setelah beberapa detik kita berdua hanya diam akhirnya Alexi memberanikan diri untuk bertanya kepadaku.
" kamu kenapa menatapku seperti itu " tanya Alexi takut tanpa melihat sorot mataku yang semakin tajam. tapi, aku tetap tak bergeming sekalipun dan tetap menatap Alexi lebih tajam lagi.
" Darren " panggil Alexi sekali lagi dan ku lihat dia memberanikan diri untuk menatap sorot mata ku yang tajam bagaikan elang yang siap menerkam mangsanya meskipun aku masih dapat melihat gurat ketakutan di wajah cantiknya itu.
Apapun yang Alexi katakan aku tak menghiraukannya sama sekali dan langsung menarik tangannya berlalu pergi dari rumah sakit dengan mood ku yang hancur.
\*\*\* AUTHOR POV \*\*\*
Setelah mereka berdua melewati kecanggungan di dalam mobil karena Darren maupun Alexi yang tak memulai pembicaraan apapun atau bahkan mereka tak berniat sama sekali untuk memulai pembicaraan di dalam mobil saat meninggalkan rumah sakit.
Dan setelah menempuh jarak yang lumayan jauh dari rumah sakit akhirnya Darren dan Alexi pun sampai di mansion Darren yang mewah dan megah. Darren buru - buru turun begitu saja meninggalkan Alexi dengan segala ketakutan dan pemikirannya.
Tak lama Alexi pun menyusul Darren ke dalam mansionnya dan menghampiri Darren yang sedang duduk di ruang tamu. Alexi duduk di sebelah Darren meskipun agak menjauh karena Alexi masih takut dengan Darren.
" jangan salahkan dirimu sendiri " ucap Darren dingin tanpa menoleh ke Alexi sedikit pun.
Alexi pun terkejut dengan pernyataan Darren, karena menurut Alexi pernyataan Darren sangatlah ambigu dan tak dapat di mengerti oleh otaknya bahkan secuil pun.
" maksud kamu apa Darren " tanya Alexi bingung dengan pernyataan Darren.
" jangan salahkan dirimu sendiri " bukannya menjawab Darren malah mengulang pernyataannya lagi tanpa memandang Alexi sama sekali.
Alexi yang bingung dengan pernyataan Darren pun hanya mengkerutkan dahinya tanpa menjawab apapun lagi karena Alexi sendiri juga bingung maksud dari pernyataan Darren tersebut.
beberapa menit mereka berdua hanya diam membisu, Darren dengan rasa kesalnya dan Alexi dengan kebingungannya. akhirnya Darren membuka suara lagi.
" jangan salahkan dirimu sendiri Alexi, karena luka ini aku yang mau bukan kamu. aku rela kehilangan nyawa sekalipun tapi kamu .. aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi kepadamu "
" dan untuk luka ini jangan pernah menyesal dan seolah - olah ini adalah salahmu, karena memang kenyataannya ini bukan salah mu. aku merasa geram saat kamu bilang bahwa luka ini adalah salah mu " Darren menjeda ucapannya dan menarik nafas dalam - dalam.
" aku mohon jangan pernah menunjukkan ekspresi bersalah mu lagi di wajah mu di depanku karena aku tidak mau melihat ekspresimu yang seperti itu, aku hanya mau melihat wajah bahagia mu bukan yang lainnya " setelah itu Darren memeluk Alexi dengan erat begitu juga dengan Alexi yang membalas pelukan Darren dengan tak kalah kuatnya.
maaf ya readers pasti kalian nunggu kelanjutan ceritanya. maaf sekali karena otak ku sedang mentok dan banyak kegiataan jadi aku gak bisa buat kelanjutannya. dan untuk part ini mungkin gak sesuai dengan keinginan kalian. dan aku juga sudah berusaha buat tapi apalah daya aku tetap gak bisa meskipun sudah berusaha.
dan terima kasih juga untuk readers - readers yang sudah sabar menunggu kelanjutan dari cerita ku.