My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
Episode 32



\*\*\* AUTHOR POV \*\*\*


Matahari telah bangun dari peradapannya dan cahaya pun masuk mengusik dua insan yang telah menghabiskan waktu panas mereka dengan bergairah tadi malam. Yap .. mereka berdua adalah Alexi dan Daren yang terlelap setelah malam panas mereka.


Alexi menggeliat dan perlahan membuka matanya karena usikan cahaya mentari yang masuk ke dalam kamar kamarnya melalui celah - celah jendela yang ada di kamarnya.


Pertama yang mata Alexi tangkap setelah membuka matanya adalah Darren suaminya. Alexi tersenyum dan menatap lekat wajah Darren yang terlelap di sampingnya saat dirinya memikirkan kejadian tadi malam sampai suara bariton mengintrupsinya.


" sudah puas menatapnya " ujar Darren dengan suara serak khas orang bangun tidur. Tapi Darren seakan enggan untuk membuka matanya yang masih terpejam dan menampilkan senyum menggoda kepada Alexi.


Alexi yang mendapat godaan dari Darren seperti itu pun menarik selimut lalu menyembunyikan wajahnya yang pasti sudah merah merona seperti kepiting rebus.


Darren yang melihat Alexi malu pun hanya terkekeh geli dan ikut masuk ke dalam selimut.


\*\*\* ALEXI FERRERS POV \*\*\*


Aku benar - benar malu bagaimana bisa aku ketahuan oleh Darren saat aku menatap wajahnya saat bangun pagi ini. Darren juga bagaimana bisa setelah itu dia malah menggodaku.


Sekarang ini aku sedang menata semua sarapan yang sudah ku buat di meja makan. Dari tadi sewaktu aku memasak aku benar - benar tak bisa lepas dari kejadian tadi pagi.


Flashback On.


Setelah aku ketahuan oleh Darren saat aku menatapnya sewaktu bangun tidur. Aku pun masuk ke dalam selimut agar Darren tidak tau bahwa aku sedang blushing tapi sayang Darren malah ikut - ikutan masuk ke dalam selimut dan merapatkan badan ku dengan badannya yang masih tak memakai sehelai benang pun. Dan berkata yang membuat ku tambah blushing.


" mau melakukan kegiatan tadi malam lagi pagi ini .. selagi masih pagi jadi kita masih punya banyak waktu " ucap Darren berbisik dengan nada sensual yang di buat - buat membuat bulu kudukku merinding karena bisikan Darren.


Aku pun segera bangkit dan menarik selimut setalah itu lari ke kamar mandi tanpa memperdulikan kekehan Darren dia atas ranjang king size kami.


Flashback End.


Setelah mengingat kejadian itu aku merasa muka ku panas dan aku tau dengan betul bahwa muka ku pasti merah seperti kepiting rebus lagi. Sampai aku tersentak kaget ada tangan kekar melingkar di pinggang ku dan aku tau betul siapa itu dari bau maskulinnya yang berbau mint. Siapa lagi kalau bukan Darren, dia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher ku membuat ku menggelinjang geli karena nafasnya serasa menggelitik di ceruk leher ku.


" pasti kamu mikirin kejadian tadi pagi ya .. sampai kamu blushing seperti itu atau jangan - jangan kejadian tadi malam .. atau kamu mau melakukannya lagi selagi aku belum berangkat ke perusahaan " ucap Darren dengan masih menenggelamkan wajahnya di ceruk leher ku.


" kalau tidak kita gak usak kerja aja dan melanjutkan yang tadi malam " sambung Darren dengan wajah yang masih berada di ceruk leher ku.


Blushing ... seketika wajah ku bertambah memerah setelah Darren mengatakan hal tersebut


.


.


.


.


.


.


Tanpa mereka duga sepasang mata biru memandang keharmonisan mereka berdua dengan tatapan sinis dan tangan terkepal kuat. Yap .. siapa lagi kalau bukan Khatelyna.


" jerk ... why are they becoming more and more romantic like that " ( brengs*k .. kenapa sekarang mereka jadi makin romantis seperti itu ) ucap Khatelyna geram dengan tatapan sinisnya dan tangannya terkepal kuat.


" Even though I sent the photos ... but now aren't they separated ? " ( padahal aku sudah mengirim foto - foto itu .. tapi sekarang apa mereka gak berpisah ? ) sambung Khatelyna kemudian berlalu pergi dari keluar dari mansion Darren. Untuk sekedar info jika Khatelyna ingin masuk ke mansion Darren dia tinggal masuk tanpa ada yang mencegah karena dari dulu sewaktu mereka masih SMA Khatelyna sering ke mansion Darren bahkan sampai menginap di mansion Darren. Jadi semua pekerja di mansion Darren sudah hafal siapa Khatelyna.


Saat Khatelyna ingin pergi dari halaman mansion Darren dia bertemu dengan William asisten pribadi Darren. William tertawa sinis melihat wajah Khatelyna merah padam menahan amarah karena William tau pasti Khatelyna melihat keromantisan Darren dan Alexi selaku Tuan muda dan Nyonya mudanya.


" *Heh .. why is your face bright red like that? Did you see things you shouldn't see, ** ? " ( Heh .. kenapa wajahmu merah padam seperti itu ? Apakah kamu melihat hal-hal yang seharusnya tidak kamu lihat, jalang ? ) ucap William dengan senyum sinis terpancar di wajahnya.


" You .. watch your words ! I will definitely report you to Darren and after that happens I will make sure you lose your job and maybe your life too " ( Kau .. jaga ucapanmu ! aku pasti akan melaporkan mu kepada Darren dan setelah itu terjadi akan aku pastikan kau kehilangan pekerjaan dan mungkin juga nyawamu ) ujar Kharelyna bertambah geram saat William memanggilnya jalang.


" please Miss Dear Khatelyna " ( silahkan Nona Khatelyna yang terhormat ) ujar William mengejek dengan senyum sinis masih bertengger di bibirnya dari ia memulai pembicaraan dengan Khatelyna.


" You will see ! I will make sure you lose everything " ( Kau lihat saja ! aku pastikan kau segara kehilangan semuanya ) ucap Khatelyna penuh penekanan kemudian berlalu pergi meninggalkan halaman mansion Darren yang super mewah itu.


" I wait " ( aku tunggu ) ucap Darren pelan kemudian dia berencana masuk ke mansion Darren tapi Darren dan Alexi keburu keluar dari dalam Mansionnya.


.


.


.


.


.


.


TBC ...


Maaf ya aku telat up lagi .. aku sudah berusaha buat tapi inspirasi hilang seketika .. jadi aku bingung ke depannya akan bagaimana .. 🙇‍♂️🙇‍♂️🙇‍♂️


Terima kasih buat yang mau setia menanti novel ku jangan bosan - bosan ya menantinya ..


Dan jangan lupa like, comment dan bila perlu jadikan favorit .. aku tunggu comment saran kalian untuk kelanjutan novel ku kedepannya ..


see you 😚😚😚