
\*\*\*AUTHOR POV\*\*\*
Sudah satu minggu sejak berita menggemparkan itu terjadi, dan dalam satu minggu itu pula Alexi dan Darren selalu di Mansion bermain dengan kedua buah hatinya, menghabiskan waktu bersama dengan kedua buah hatinya, mereka selalu bekerja di Mansion melalui email.
Mereka sengaja mengurus perusahaan melalui email, mereka berdua tahu bahwa pemburu berita pasti akan memburu pernyataan dari mereka berdua sebanyak - banyaknya dan itu mereka anggap sangat menyusahkan. Mereka berpikir toh Alexi sudah mengonfirmasi tentang berita itu pada malam pesta hari itu jadi tak perlu lagi mengonfirmasi apapun.
Saat ini Alexi dan Darren sudah kembali masuk ke perusahaan meksipun masih ada saja pemburu berita yang masih mengejar pernyataan dari mereka berdua tapi dengan adanya penjaga yang Darren siapkan jadi Alexi dan dirinya terhindar dari para pemburu berita itu.
Alexi sedang berada di ruangannya dengan berkas - berkas yang menumpuk di atas meja kerjanya, saking asiknya dengan berkas yang ia kerjakan Alexi sampai melupakan bahwa saat jam makan siang sudah tiba.
Tok Tok Tok
Tiba - tiba suara ketukan pintu terdengar dari luar ruangan Alexi, Marry memasuki ruangan Alexi dengan Darren yang berjalan di belakangnya sambil tersenyum melihat Alexi yang masih fokus dengan berkasnya.
" Excuse me " ( Permisi ) Ucap Marry menunduk hormat kepada Darren, kemudian ia berlalu pergi keluar dari ruangan bosnya itu.
Alexi memang sudah memberitahukan pada Marry, jika Alexi sedang di ruangannya dan Marry ingin masuk ruangan Alexi tak perlu menuggu perintah cukup hanya dengan mengetuk pintu saja, tapi itu hanya Alexi khususkan untuk Marry yang sudah Alexi anggap sahabatnya seperti Jennifer. Begitu juga dengan Marry yang menganggap Alexi sahabatnya sendiri.
" Sayang " Ucap Darren, Alexi mendongakkan kepalanya dari berkas yang ada di hadapannya kemudian senyum terbit di bibirnya, Darren berjalan menghampiri istrinya dengan senyuman yang tak kalah manis.
Alexi bangkit dari kursi kebesarannya dan berlari kecil menghampiri Darren, kemudian Alexi menubrukkan badannya dengan badan tegap suaminya.
Darren membalas dengan sukacita pelukan hangat istrinya, Darren membalas tak kalah erat pelukan sang istri tapi tak sampai menyakitinya.
Dalam pelukannya Darren dan Alexi sama tersenyum manis, cukup lama mereka berdua meresapi pelukan hangat di antara mereka berdua, setelah beberapa menit akhirnya mereka berdua mengurai pelukannya dan saling melempar senyum manis satu sama lain.
" Kenapa kamu kesini ? " Tanya Alexi, tangan Alexi masih berada di leher Darren begitu juga dengan tangan Darren yang masih di pinggang Alexi dan tubuh mereka berdua masih menempel.
" Aku mau makan siang bersama sama kamu di restoran " Ucap Darren manja, kemudian Darren kembali membawa kepala Alexi ke dada bidangnya.
" Oh sudah waktunya makan siang ya ? " Alexi kembali mengurai pelukannya tapi posisinya masih seperti tadi.
" Iya sayang, kamu jangan fokus - fokus ke berkas aja nanti aku cemburu sama berkas - berkas itu " Ucap Darren manja, ia menyimpan wajahnya di ceruk leher Alexi yang beraroma cery.
Alexi terkekeh geli mendengar ucapan Darren tadi, aneh - aneh saja suaminya ini masa cemburu sama berkas gak elit banget.
" Aneh - aneh aja kamu, masa cemburu sama berkas, denger ya meskipun aku sibuk dengan berkas tapi prioritasku adalah kamu dan anak - anak, aku gak akan menduakan kalian dnegan berkas - berkas itu " Ucap Alexi sambil terkekeh geli, kemudian ia mengecup pipi Darren.
" Yaudah ayo kita makan, aku baru kerasa lapernya " Alexi menarik tangan Darren pelan keluar dari ruangannya, Darren tiba - tiba menarik pinggang Alexi dan mensejajarkan langkahnya dengan sang istri.
Alexi hanya tersenyum mendapati perlakuan suaminya, mereka berdua jalan berriringan menuju mobilnya yang sudah berada di depan kantornya.
Selama mereka berdua berjalan banyak pasang mata yang memperhatikan mereka berdua. Darren dan Alexi hanya biasa saja dan masih asik dengan canda tawanya.
mereka berdua tertawa bersama membuat semua orang memekik tertahan melihat bos dan juga pebisnis yang terlihat selalu dingin kni malah tertawa lepas.
So cool to see them laughing like that. ( Jadi adem tahu lihat mereka tertawa seperti itu. )
Banyak yang membicarakan mereka saat mereka berjalan beriringan menuju ke mobilnya. Tapi mereka masa bodoh dan melanjutkan langkah mereka ke mobil.
Alexi dan Darren memasuki mobil sedan hitam Darren, mobil pun berlalu meninggalkan perusahaan Ferrers Group menuju ke restoran yang mereka inginkan tanpa mereka sadari dari tadi seseorang memperhatikan interaksi mereka berdua yang terlihat bahagia.
Mobil sedan berwarna abu - abu terparkir tak jauh dari perusahaan Ferrers Group, seseorang di dalam mobil memperhatikan mobil Darren yang terparkir di depan pintu masuk perusahaan Ferrers Group.
Saat mobil Darren melaju meninggalkan depan perusahaan Ferrers Group, mobil sedan berwarna abu - abu tersebut juga mengikuti mobil sedan Darren sampai di parkiran restoran.
Alexi dan Darren keluar dari mobilnya, berjalan menuju ke dalam restoran Italia, yap mereka berdua memutuskan restoran Italia yang lumayan jauh dari perusahaan Alexi.
Sedangkan mobil sedan abu - abu tersebut berhenti di depan restoran, ia melihat dengan tajam interaksi Alexi dan Darren yang berjalan sedang bercanda tawanya.
" I will definitely kill you Alexi, just wait for your death, all my plans have failed miserably because of your presence " ( Aku pasti akan membunuhmu Alexi, tunggu saja ajalmu, semua rencanaku gagal total karena kehadiranmu ) Ucap seseorang tersebut dengan masih menatap tajam interaksi mereka berdua.
Ia turun dengan menggunakan topi dan masker hitam, ia terus mengikuti Alexi dan Darren masuk ke restoran italia dan duduk di tempat yang strategis agar tak sampai terlihat oleh Alexi dan Darren tapi ia bisa mematai mereka berdua.
Alexi dan Darren memasuki restoran dan duduk di dekat jendela sambil melihat jalanan Kota New York yang agak padat.
Banyak pasang mata melihat ke arah mereka saat mereka baru memasuki restoran, tetapi mereka tetap acuh dan segera memesan makanan yang mereka inginkan.
Tak perlu waktu yang lama makanan mereka sudah tersaji di depan mereka, Alexi dan Darren makan dengan di selingi canda dan tawa mereka, hari ini mereka berdua merasa sangat bahagia.
" Sepertinya kita jadi pusat perhatian " Ucap Alexi sambil memakan pesanannya dan mengamati sekitar.
" Biarlah sayang, itu semua gak penting " Ucap Darren acuh, ia pun melanjutkan makannya Alexi masih tetap mengamati sekitar.
Pandangannya tertuju pada seorang wanita yang memakai topi dan juga masker hitam, netranya terpaku pada sosok itu, bukannya apa tapi Alexi merasa familiar dengan sosok itu.
*Itu bukannya, Ahh tidak mungkin mana mungkin dia ada di sini.
Aku pasti mengalami hallusinasi, pasti itu orang lain mungkin aku hanya sangat ingin tahu keadaannya, iya pasti seperti itu*.
Ucap Alexi di dalam hati, Alexi menggelengkan kuat mencoba mengeluarkan pikirannya tentang orang itu.
" Kamu kenapa sayang, kamu pusing ? " Tanya Darren menatap istrinya cemas.
" Tidak " Jawab Alexi, ia tersenyum agar Darren tak khawatir kepadanya.
Aku pasti hallusinasi, iya pasti aku hallusinasi.