My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
Episode 44



\*\*\*ALEXI FERRERS POV\*\*\*


Sudah 5 tahun aku meninggalkan dirinya, tapi tak sekalipun aku melupakannya bahkan setiap hembusan nafasku ada dirinya. Dia hidup dalam jiwaku, mengikatku erat bersamanya.


Hari ini aku berencana untuk mengajak jalan - jalan anak - anakku, ya anak - anak karena aku mempunyai 2 anak sekaligus, laki - laki dan perempuan. Mereka belahan jiwaku dan obatku melupakan dirinya meskipun aku tau takkan bisa melupakan dirinya, karena dia sudah tertancap terlalu dalam di hatiku, ya seenggaknya aku masih berhasil melupakan dirinya saat aku bersama dengan anak - anakku.


Anak - anakku sangatlah menggemaskan, meskipun aku kadang juga menangis saat memikirkan bahwa mereka tak mendapatkan kasih sayang yang utuh karena mereka tak bisa menikmati kasih sayang dari seorang ayah yang sesungguhnya.


Meskipun aku sudah sangat berusaha untuk menjadi ibu sekaligus ayah buat mereka tapi aku sadar semua itu tidaklah cukup buat mereka, mereka pasti juga ingin merasakan kasih sayang dari ayah bukan dari ibu yang merangkap sekaligus jadi ayah buat mereka seperti teman - teman mereka yang keluarganya lengkap.


Meskipun seperti itu aku sangat bersyukur karena mereka bisa mengerti diriku, Mereka memang masih kecil tapi mereka sudah bisa berfikir dewasa dan berusaha tak selalu menyusahkan diriku.


Aku belum memperkenalkan mereka, anakku yang pertama laki - laki bernama Aldrich Matthews dan yang kedua perempuan bernama Maisha Matthews, mareka baru berumur 4 tahun dan waktu kelahiran mereka hanya terpaut 5 menit.


Aku sengaja memberi mereka dengan marga dari keluarga Darren, karena bagaimana pun mereka adalah darang daging Darren. Meskipun aku tak tau apakah Darren mau mengakui keberadaan mereka atau malahan tidak. Aku tak peduli itu yang aku pasti pedulikan adalah mereka darang dagingnya.


Saat ini aku tengah berada di Restaurantku, A&F Restaurant. Aku bersama dengan belahan jiwaku lebih tepatnya aku meninggalkan mereka di ruangan kerjaku bersama dengan satu seorang pelayan yang ku tugaskan menjaga mereka, karena sekarang ini aku sedang rapat dengan para koki Restaurant.


...


Selesai rapat aku tak langsung mengajak mereka jalan - jalan sesuai janjiku kemarin kepada mereka. Aku mengajak mereka makan terlebih dahulu karena mereka tadi pagi belum sarapan saat kita meninggalkan rumah.


" Sayang, kalian mau makan apa ? " Tanyaku lembut sambil mengeluas pucak kepala mereka.


" Mommy, Al au asi oleng akai sosis yang anyak. " ( Mommy, Al mau nasi goreng pakai sosis yang banyak. ) Jawab Aldrich menggemaskan sambil merentangkan tangannya pertanda banyak yang dia maksut.


" Mommy Isha uja au sepelti abang. " ( Mommy Isha juga mau seperti abang. ) Jawab Maisha menimpali, aku hanya terkekeh dengan tingkah menggemaskan mereka berdua.


" Iya, iya Mommy akan kasih kalian nasi goreng pakai banyak sosis, kalian seneng kan ? " Aku mengelus puncak kelapa mereka berdua sayang.


Mereka hanya menganggukkan kepalanya antusias dan tersenyum lebar ke arahku. Tak menunggu waktu lagi aku segera memesankan makanan yang mereka inginkan.


...


Setelah 15 menit akhirnya kedua belahan jiwaku menyelesaikan makannya, dan aku pun segera mengajak mereka pergi dari Restaurant.


Saat aku bangkit dan melihat ke penjuru Restaurant netraku terkunci kepada sosok yang sangat ku kenal, Darren ya sosok itu seperti Darren. Tapi segera ku enyahkan kemungkinan tersebut, karena aku yakin pasti aku berhalusinasi karena aku terlalu merindukannya.


Aku dan kedua belahan jiwaku pun pergi meninggalkan Restaurant dan pergi ke taman bermain, hanya untuk membuat anak - anakku senang dan aku sangat suka melihat tawa yang terpancar dari wajah mereka, itu sangat menenangkanku.


.


.


.


.


.


.


Seharian aku bermain bersama kedua belahan jiwaku di taman bermain, dan akhirnya kita harus pulang karena hari akan malam.


Aku sangat senang melihat tawa mereka, saat di dalam mobilpun mereka berdua tidak berhenti tertawa.


" Iya Mommy. " Jawab mereka berdua serempak dengan ekspresinya yang menggemaskan.


Aku hanya tertawa melihat mereka sangat senang seperti itu. Aku yang keasikan melihat mereka tertawa pun sampai tidak sadar bahwa mobil yang tumpangi sudah sampai di depan halaman rumah kami.


" Nona, kita sudah sampai. " Ucap sopirku memberitahu bahwa kita sudah sampai.


" Ah ya, terima kasih pak. " Ucapku berterima kasih dengan tulus.


" Ayo sayang kita turun, kita sudah sampai ! " Ucapku pada anak - anakku.


Aku pun membuka pintu dan membantu anakku satu persatu turun dari mobil. " Awas, hati - hati sayang. " Ucapku memegang tangan anak - anakku agar mempermudah mereka saat turun dari mobil.


Akupun menggandeng tangan mereka dan masuk ke dalam rumah, dan segera naik ke atas untuk membersihkan diri karena seharian aku dan kedua belahan jiwaku bermain di luar rumah.


...


Setelah aku selesai memandian kedua belahan jiwaku, dan memakaikannya baju akhirnya sekarang giliranku untuk mandi.


tak butuh waktu lama akhirnya aku menyelesaikan ritual mandiku, karena sekarang waktunya makan malam dan anak - anakku belum makan malam.


Setelah siap - siap aku pun mengajak mereka makan malam. " Sayang, ayo kita turun ke bawah untuk makan malam ! " Akupun menggandeng tangan kedua belahan jiwaku dan turun ke bawah untuk makan malam.


...


Acara makan selesai, aku dan kedua belahan jiwaku naik ke atas untuk istirahat.


" Mommy, acakan ongeng. " ( Mommy, bacakan dongeng. ) Ucap Aldrich dan Maisha bebarengan sambil Aldrich menyodorkan buku dongeng kepadaku.


Akupun membacakan dongeng untuk mereka berdua sampai mereka berdua terlelap, setelah memastikan mereka berdua benar - benar sudag terlelap aku pun mengikuti mereka terbang ke alam mimpi.


.


.


.


.


.


Saat ini aku tengah berada di Restaurant sedang meeting dengan client, untuk sementara aku mengurus perusahaan cabang yang berada di Jakarta, Indonesia dan sementara Omku yang mengurus perusahaan pusat yang berada di New York, Amerika.


Setelah 2 jam lamanya akhirnya meeting selesai dan mencapai kesepakatan yang ku inginkan, Aku pun segera pamit ke clientku karena kedua belahan jiwaku berada di perusahaan dengan karyawan yang sudah ku tugaskan untuk menjaga mereka.


Aku dan Marry pun berjalan di parkiran Restaurant sesekali bercakap - cakap ringan, tiba - tiba seseorang dari belakang menarik tanganku dengan keras, tubuhku yang semula tak seimbang akhirnya limbung dan menabrak benda keras dan bidang yang ku yakini adalah dada seorang pria.


Sejenak ku terdiam setelah aroma parfum pria itu menusuk ke indra penciumanku, aku kenal betul siapa pemilik aroma ini. Segera ku tegakkan kepalaku dan melihat siapakah pria di depanku ini, apakah dugaanku benar ?. Dan ya, benar dialah orang yang sangat ku rindukan selama 5 tahun ini.


Bagai mendapat kejutan besar aku tertegun dan tak berkedip sama sekali melihatnya di sini, namun terselip rasa senang dalam hatiku tapi di satu sisi aku merasa sedih. Aku ingin pergi dari hadapannya sekarang juga tapi satu sisi aku masih ingin berlama - lama melihat wajahnya yang selama ini ku rindukan.


Ku lihat dia menatapku dengan lembut seakan dia juga merasakan hal yang sama yang saat ini ku rasakan.