My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
Episode 45



\*\*\*DARREN MATTHEWS POV\*\*\*


Aku melihatnya, dan itu benar - benar dia. Aku segera berlari menghampirinya dan menarik tangannya sampai tubuhnya limbung dan menabrak dadaku. Dapat kurasakan tubuhnya menegang kemudian dia menegakkan kepalanya.


Aku menatapnya lembut dan menyalurkan kerinduanku yang selama ini ku pendam kepadanya. Aku pun memanggilnya dengan sayang dan menatap matanya yang sayu.


" Sayang " Panggilku dan menatap matanya yang sayu dengan dalam.


" Darren " Panggil Alexi, aku tau dia terkejut dengan keberadaanku di sini.


Setelah cukup lama dia hanya menatapku, kemudian dia langsung mendorongku dan membuat tubuhku limbung ke belakang karena tubuhku tak siap mendapat dorongan darinya.


" Ada apa tuan Matthews " Ucap Alexi dingin, dan itu sangat menusuk ke relung hatiku. Dari kita berdua menikah Alexi tak pernah sekalipun berkata sedingin ini kepadaku.


Aku tertegun, sampai Alexi membuyarkan lamunanku dengan panggilannya yang lebih dingin lagi dari sebelumnya.


" Tuan Matthews " Panggil Alexi lebih dingin lagi dari sebelumnya.


Akupun menoleh ke arahnya dan menatapnya seakan bertanya " Apa " melalui tatapanku.


" Ada urusan apa tuan Mattews, apakah ada hal penting yang ingin anda katakan kepada saya ? " Tanya Alexi masih dengan nada dinginnya yang masih melekat di kata - katanya kepadaku.


" Sayang, aku rindu " Ucapku menatapnya lembut berharap ia luluh melihat tatapanku dan tak bersikap dingin lagi kepadaku.


" Tuan Matthews jika tidak ada keperluan lagi, saya permisi " Ucap Alexi kemudian hendak berlalu pergi tapi aku segera mencekal tangannya dan menariknya ke pelukanku.


" Sayang aku sangat merindukanmu, aku mohon ikut aku pulang ya " Pintaku memeluk Alexi erat seakan tak akan ada hari esok lagi untukku memeluk istri tercintaku Alexi.


Alexi berontak, tentu saja tapi aku takkan membiarkan dia bisa melepaskan pelukan di antara aku dengan dirinya.


" Tuan Matthews tolong lepaskan ! ini tempat umum " Ucap Alexi berontak ingin melepaskan pelukan di antara kita berdua.


" gak, aku gak peduli ini tempat umum ataupun bukan, yang aku inginkan hanya kamu sayang, aku mohon pulang sayang " Ucapku semakin mempererat pelukan di antara kami berdua. Dan Alexi tetap dengan pendiriannya, melepaskan pelukan di antara kami berdua.


Alexi berusaha sekuat tenaga melepaskan pelukannya, tapi tiba - tiba aku merasakan sakit di kakiku dan ternyata Alexi menginjak kakiku menggunakan high heelsnya. Dan kemudian dia pergi meninggalkanku begitu saja yang kesakitan karena ulahnya.


Aku hanya melihat dia pergi meninggalkanku, dan tersenyum.


" Kau tak pernah berubah sayang, tetap saja keras kepala " Ucapku melihatnya pergi dan tersenyum. Aku bersyukur karena bisa bertemu lagi dengannya meskipun dia dengan jelas menyuarakan penolakannya kepadaku.


\*\*\*ALEXI FERRERS POV\*\*\*


Setelah aku kejadian di parkiran Restaurant tadi aku segera pulang ke rumahku karena aku sudah sangat merindukan kedua belahan jiwaku.


Dan saat ini aku sudah sampai di rumah, saat ini aku sedang menemani anak - anakku main di ruang tamu dengan sesekali tertawa melihat mereka berebut mainan dan mengoceh dengan bahasa mereka yang masih belepotan.


Tiba - tiba handphone ku berbunyi dan saat ku lihat ternyata Lisya sekretaris Om Hadi di kantor.


" Hello, Lisya. " ( Halo, Lisya. ) Jawabku setelah menekan tombol hijau di layar ponselku.


" Miss, you are in the hospital and now he is in the UGD. " ( Nona gawat, Tuan masuk rumah sakit dan sekarang dia berada di UGD. ) Ucap Lisya panik.


" I beg you to come back here, the company's shares are also falling due to the news that you are hospitalized. " ( Saya mohon Nona balik ke sini ya, saham perusahaan juga sedang jatuh akibat berita Tuan masuk rumah sakit. ) Sambungnya dan menyuruhku segera balik ke New York.


Setelah sambungan telfonku dengan Lisya terputus, aku segera menghubungi Marry untuk mengurus perjalananku kembali ke New York.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Saat ini aku sudah berada di Bandara Internasinal Seokerno - Hatta bersama kedua belahan jiwaku dan Marry. Kita buru - buru check in karena sebentar lagi pesawat yang akan menuju ke New York akan segera lepas landas, dan setelah mendengar pengumuman bahwa pesawatnya akan lepas landas 5 menit lagi kita buru - buru menaiki pesawat agar tak ketinggalan pesawat dan menunggu penerbangan besok paginya.


Karena membutuhkan waktu 8 jam lebih untuk sampai di Bandara Internasional John F. Kennedy, aku menyuruh Marry dan kedua belahan jiwaku untuk tidur terlebih dahulu.


Aku tak bisa tidur karena pikiranku sedang kalut saat ini, aku selalu bertanya - tanya di dalam hatiku dan satu persatu pertanyaan - pertanyaan itu muncul. Sampai aku tak sadar bahwa aku terlelap dan terbang ke alam mimpi bersama dengan semua pertanyaan itu.


\*\*\*DARREN MATTHEWS POV\*\*\*


Setalah kejadian tadi, aku sengaja tak mengejar Alexi karena aku yakin kalau aku gegabah dan mengejarnya saat itu juga Alexi pasti akan berusaha lebih menjauh dariku.


Tok Tok Tok


Tiba - tiba seseorang mengetuk pintuku, akupun menyuruhnya masuk.


" Masuk " Sahutku dari dalam dengan dingin seperti diriku yang biasanya, tak lama kemudian Williampun masuk.


" Have you investigated the whereabouts of Alexi Will ? " ( Apa kamu sudah menyelidiki keberadaan Alexi Will ? )Tanyaku penasaran karena aku sudah tidak sabar ingin mengetahui keberadaan Alexi saat ini.


" Already sir, but ... " ( Sudah tuan, tapi .. ) jawab William namun kalimat William selanjutnya membuatku bingung pasalnya dia menggantungkan kalimatnya dan ragu - ragu untuk mengatakannya.


" What's wrong, Will ? Is there a problem with my wife Alexi ? quickly say Will ! " ( Ada apa Will ? apa ada masalah dengan istriku Alexi ? cepat katakan Will ! )Tanyaku mendesaknya untuk segera bicara karena aku takut terjadi sesuatu dengan istriku Alexi.


" Madame has returned to New York, sir " ( Nyonya sudah kembali ke New York tuan ) Seketika aku terkejut dan juga terselip rasa senang, jika seperti itu aku tidak akan susah - susah untuk membujuknya pulang ke Mansion dan tinggal bersama denganku lagi seperti dulu.


" It was even good, right Will, so I didn't bother to persuade him again. " ( Itu malahan bagus kan Will, aku jadi tidak susah - susah untuk membujuknya kembali. ) Ucapku senang. Tapi aku bingung kenapa Alexi tiba - tiba kembali secara mendadak seperti ini. Aku yang sudah penasaran akhirnya bertanya kepada William. " But, why did he suddenly decide to return to New York ? " ( Tapi, kenapa dia tiba - tiba memutuskan kembali ke New York ? )


" Sorry sir I don't know, I just got information that madam was in a hurry after getting a call " ( Maaf tuan saya tidak tahu, saya hanya dapat informasi bahwa nyonya sangat terburu - buru setelah mendapat telfon )


" Alright you may go " ( Baiklah kamu boleh pergi ) William pun pergi dari ruanganku, akupun berfikir kira - kira apa yang bisa membuat Alexi terburu - buru seperti itu dan tetap saja aku tak menemuka alasan yang pas untuk itu.