My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
Episode 63



\*\*\*DARREN MATTHEWS POV\*\*\*


*Where am I. ?


The scenery here is very beautiful*.


Rumputnya yang hijau dan luas, bunga - bunga yang cantik dan warna - warni dan udara di sini juga sangat segar siapapun yang ke sini pasti akan sangat betah di sini.


Tapi aku ingin pulang, aku kangen anak - anakku, istriku dan Mommyku. Tapi aku tak tahu harus ke manakah aku pergi.


Apalagi setiap hari aku selalu mendengar suara Alexi istriku sedang menangis dengan pilu hati ku serasa tersayat saat mendengarnya. Tapi aku tak tahu di manakah suara itu berasal, aku sudah mencarinya kemanapun tapi tetap saja hasilnya nihil.


Setiap hari dia selalu bercerita dan berbagi keluh kesahnya kepadaku, saat aku mendengarnya bercerita sambil menangis seperti itu aku hanya bisa menangis tanpa bisa merengkuh tubuh rapuhnya itu.


Aku ingin kembali bersama dia, anak - anakku dan tentunya Mommyku.


Tuhan tolong beri aku petunjuk untuk bisa keluar dari tempat ini, tempat ini memang indah tapi aku ingin kembali bersama mereka dan hidup bahagia bersama mereka.


\*\*\*ALEXI FERRERS POV\*\*\*


Seperti biasa, aku berangkat ke perusahaan dan menyelesaikan berkas - berkasnya beruntung aku masih bisa menanganinya.


Dan ku akui ini sangatlah sulit aku hampir saja menyerah jika tidak terbayang wajah Darren yang kecewa karena usahanya hancur jadi aku harus berusaha kuat demi dia.


Saat ini aku sudah di rumah sakit setelah menyelesaikan semua pekerjaanku aku segera pergi ke rumah sakit entah mengapa aku merindukan Darren saat ini, aku tak tahu apa yang terjadi tapi untuk saat ini aku tiba - tiba merasa bahagia aku merasa akan ada sesuatu yang terjadi dan itu hal yang akan membuatku bahagia.


Saat ini aku sudah duduk di kursi sebelah ranjang Darren, setelah menyuruh Mommy pulang dan membersihkan diriku aku segera duduk dan mulai bercerita apa saja kegiatanku hari ini.


" Darren, kamu tahu hari ini aku merasa akan ada kebahagiaan yang akan terjadi tapi aku tak tahu apa itu "


" Darren bisakah kamu bangun dan memberitahuku ? "


" Ahh sepertinya tidak bisa ya, ya sudahlah tak apa aku akan menantimu bangun tapi aku mohon bangunlah saat aku berada di sisimu, OKE " Ucapku menekan kata OKE.


" Kamu harus janji itu, aku gak mau tahu kalau tidak aku akan marah padamu dan pergi serta membawa anak - anak ikut bersamaku " Ucapku sambil terkikik sendiri dengan ucapanku barusan.


" Hari ini aku sangat lelah, perusahaanmu selalu membuatku kelelahan banyak sekali yang harus ku lakukan dan ku urus, apakah kamu setiap hari juga seperti ini ? " Aku mengadu, ya setiap hari aku memang mengadu dan setiap hari juga aku mengatakan bahwa aku selalu kelelahan mengurus perusahaannya tapi aku senang seenggaknya bebanku sedikit hilang dengan bercerita seperti ini dengan Darren.


" Wahh aku salut kepadamu, kau benar - benar seorang workaholic " Aku berdecak kagum kepada Darren dan juga dengan sedikit mengejeknya.


" Tapi aku mohon bangunlah aku merindukanku, aku minta maaf karena membuatmu seperti ini "


" Aku bodoh bangetkan, aku mohon maafkan aku ini semua salahku " Air mataku keluar dan aku menenggelamkan wajahku di antara lipatan tanganku.


Aku terus menangis dengan sesegukan, tapi tiba - tiba aku merasa ada tangan mengelus rambutku dengan pelan. Tubuhku meremang, bulu - bulu halus di sekitar tengkukku juga berdiri membuatku lebih parno.


Aku terkejut ! tentu saja. Aku takut ! bagaimana kalau itu hantu dan gak mungkinkan Darren ?


Air mataku kembali menetes seiring isakan lolos dari mulutku, aku menahannya dengan membekap mulutku. Aku tak percaya bahwa ini nyata, apakah aku sudah tidur dan ini cuma mimpi. ?


Aku menampar wajahku, kan kata orang jika itu sakit maka ini bukan mimpi dan hasilnya ya sakit pipiku serasa panas, jadi ini bukan mimpi ini nyata.


" Jangan di tampar sayang, nanti sakit ! " Ucap Darren sambil mengelus pipi yang tadi ku tampar.


Air mataku meluncur bertambah deras, aku bahagia ! ini seperti mimpi bagiku.


" Sayang jangan nangis dong, aku gak suka kamu nangis gini ! ada yang sakit kah ? sayang jangan diam aja dong bilang sama aku " Cerca Darren, terlihat sekali wajahnya sangat memancarkan kekhawatiran.


" Aku gak apa - apa " Aku segara berhambur ke dalam dekapan Darren dan menangis sejadi - jadinya.


" Auw sayang jangan kenceng - kenceng " Aku segera melepas pelukanku setelah mendengar ringisan Darren.


Aku menatapnya khawatir dan berkata. " Apa yang sakit, katakan padaku ! " Cercaku khawatir. Aku benar - benar khawatir mendengar ringisannya itu.


" Sudah sayang, jika kamu khawatir seperti itu aku jadi gak sakit lagi " Dengan santainya dia berkata seperti itu padahal aku sudah sangat khawatir terhadapnya tapi aku senang dia sudah bangun.


" Ahh kalau begitu aku panggil dokter dulu " Aku segera memencet tombol merah yang berada di atas nakas Rumah Sakit.


Dokter datang dan mengecek kondisi Darren.


" How is the doctor? " ( Bagaimana keadaannya dokter ? ) Tanyaku setelah dokter selesai memeriksa kondisi Darren.


" Mr. Darren is fine. Madame, take it easy! and for his broken bones Mr. Darren still has to use a cast, and also he must also be controlled and occasionally trained to walk so healed quickly " ( Tuan Darren sudah baik - baik saja Nyonya, anda tenang saja ! dan untuk patah tulangnya Tuan Darren masih harus menggunakan gips, dan juga beliau juga harus kontrol dan sesekali di latih berjalan agar cepat sembuh ) Jelas dokter tersebut memberitahuku kondisi Darren.


" Alright thanks doctor " ( Baiklah terima kasih dokter )


" You are welcome, Ma'am. Excuse me first " ( Sama - sama, Nyonya. kalau begitu saja permisi dulu ) Dokter tesebut pun pergi meninggalkan ruangan Darren.


" Kau dengar itu Darren, kau harus melakukan apa yang dokter tadi katakan ! "


Dia hanya menghela nafas kasar mendengar ucapanku, dalam hati aku hanya terkikik melihatnya seperti itu.


" Ahh ya aku belum menghubungi Mommy jika kau sudah sadar " Segera ku ambil handphoneku dan menghubungi Mommy.


" Hello Mommy, can Mommy go to the hospital? Darren is aware of Mommy " ( Halo Mommy, bisakah Mommy ke rumah sakit ? Darren sudah sadar Mommy ) Ucapku setelah sambungan telfon di angkat oleh Mommy Tiara.


" What ! Is it true ? Mommy will be there soon dear " ( Apa ! Benarkah ? Mommy akan segera ke sana sayang ) Mommy terpekik kaget mendengar berita yang ku katakan barusan.


" Alright Mommy, bring their kids too. They must miss their Daddy " ( Baiklah Mommy, bawa juga anak - anak mereka pasti merindukan Daddynya )


" Alright " ( Baiklah ) Setelah itu Mommy memutuskan sambungan telfonnya.


Apakah ini yang akan terjadi ? setelah dari pagi aku merasa bahagia, apakah ini yang di maksud ? jika ya, aku tentu sangat bahagia.