
\*\*\* DARREN MATTHEWS POV \*\*\*
Hari ini aku sangat - sangat merasa begitu senang. Karena aku bisa dekat dengan Alexi apalagi sampai aku makan siang bersama dengannya. Dan tidak di pungkiri lagi aku memang benar - benar mencintainya tapi aku tak tau apakah Alexi juga mencintai ku atau kah malah sebaliknya.
Saat ini Aku dan Alexi duduk di sofa yang berada di ruangan ku ... kami berdua juga sudah menyelesaikan acara makan siang bersama kami. Dan tanpa sadar aku menatap lekat wajah Alexi yang juga tengah menyelesaikan makannya. Sampai suara ketukan pintu membuyarkan lamunan ku.
Tok .. tok .. tok ..
" masuk " sahut ku dingin setelah aku tersadar dari lamunan ku.
Muncullah William asisten pribadi ku membawa berkas - berkas di tangannya.
" Young master, here are the files for planning the latest product launch in the company that you must agree to. " ( tuan muda, ini berkas - berkas perencanaan peluncuran produk terbaru di perusahaan yang harus anda setujui ) William menyerahkan berkas - berkas yang ada di tangannya kepada ku. Aku pun mengambil berkas yang ada di tangan William dan memeriksanya.
" kalau begitu aku pamit saja ya karena aku juga masih ada urusan " pamit Alexi .. dia menatap ku sambil tersenyum manis kepada ku. Aku pun mengangguk tanda aku menyetujuinya.
" oke .. nanti malam tunggu aku pulang ya " aku pun mengedipkan mata untuk menggodanya. Alexi hanya tersenyum ke arah ku dan berlalu pergi. Tetapi, sebelum dia keluar dari ruangan ku dia tersenyum ke arah William dan senyuman itu sama dengan senyuman yang biasa dia tunjukkan kepada ku.
" kenapa dia tersenyum seperti itu juga kepada William " sungut ku dalam hati dengan menatap William tajam. Dan William juga tersenyum tak kalah manis kepada Alexi. setelah itu Alexi pun keluar dari ruangan ku.
" Don't smile like that at him ! " ( jangan senyum - senyum seperti itu kepada dia ! ) perintah ku menatap tajam William ... William hanya menganggukan kepala nya hormat ke arah ku.
" Oh yes and another one ... you don't need to investigate Khatelyna again ! " ( oh ya dan satu lagi .. kamu gak usah menyelidiki Khatelyna lagi ! ) perintah ku lagi .. aku kembali mengalihkan fokus ke berkas yang baru saja William berikan kepada ku ... aku tau pasti William terkejut dengab ucapan ku meskipun aku tak melihatnya ke wajah William tapi aku tau betul seperti apa William itu ...
William hanya diam tak menanggapi ucapan ku.. " Will, did you hear what I said just now ? Don't just say anything ! " ( Will, kamu dengar kan ucapan ku tadi ? kamu jangan diam saja jawab ! ) ucap ku geram karena William tak kunjung menjawab perintah ku .. dan dia hanya menampilkan wajah cengonya .. aku tau pasti William benar - benar terkejut dengan semua perkataan ku dan itu semua terlihat dengan jelas dari raut wajahnya ...
" I know you always follow him and if you are very busy you will definitely tell someone to follow Khatelyna and report to you " ( aku tau kamu selalu membuntuti dia dan jika kamu sibuk sekali pasti kamu akan menyuruh seseorang untuk membuntuti Khatelyna dan melaporkannya kepada mu ) wajah William bertambah cengo lagi bahkan sekarang lebih parah dari sebelumnya setelah mendengar perkataan ku barusan. Sebenarnya di satu sisi aku merasa sangat ingin teryawa melihat kecengoan wajahnya tapi di sisi lain aku geram karena William tak menjawab apapun dan hanya menampilkan wajah cengonya yang dari tadi ingin sekali ku tampol sampai tak berbentuk.
" So from now on you don't have to do that anymore because I already know everything " ( jadi mulai sekarang kamu gak usah melakukan hal itu lagi karena saya sudah tau semuanya ) perintah ku tegas dan menatap geli wajah William yang masih cengo.
" Young master from when to know all this? Even though I have tried as much as possible so that the young master does not know " ( tuan muda dari kapan mengetahui ini semua ? padahal saya sudah berusaha semaksimal mungkin agar tuan muda tidak tau ) dan akhirnya William pun membuka suara dan aku tau pasti banyak sekali pertanyaan yang ingin ia lontarkan dan semua itu terlihat jelas dari wajah cenginya dari tadi sampai Willian tak bisa berkata apa - apa lagi.
" from the beginning " ( dari awal ) jawab ku singkat terlihat sekali bahwa William terkejut karena mata William melotot setelah mendengar jawaban ku.
" from the beginning ? " ( dari awal ? ) ulang William dengan masih belum normal dari keterkejutannya.
" yes " ( ya ) jawab ku lagi - lagi singkat.
" So from now on you don't need to do that again ... because I already know everything ... " ( jadi mulai sekarang kamu gak perlu melakukan hal itu lagi ... karena saya sudah tau semuanya .. )
" You must be confused why I'm silent even though I know everything " ( kamu pasti bingung kenapa aku diam saja meskipun aku tau semua ) tebak ku dan seakaan - akan aku tau isi pikiran William asisten pribadi ku.
" Because I was investigating dad's accident case .. I didn't say anything, it didn't mean that I didn't know but I was trying to gather evidence up close and not make him suspicious " ( karena aku sedang menyelidiki kasus kecelakaan papa .. aku diam saja bukan berarti aku tidak tau tapi aku berusaha untuk mengumpulkan bukti dari dekat dan tidak membuatnya curiga )
" So ... " ( jadi .. ) ucap William menggantung ..
" Yes, Khatelyna is the one who killed daddy. He who accidentally hit daddy until daddy died " ( ya, Khatelyna adalah orang yang membunuh papa. dia yang sengaja nabrak papa sampai papa meninggal ) ucap ku menggebu - gebu meluapkan emosi yang selama ini ku pendam.