My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
Episode 61



\*\*\*AUTHOR POV\*\*\*


Matthews Company perusahaan yang bergerak di bidang technology dan real estate terbesar di dunia dengan berbagai cabang yang sudah tersebar di berbagai penjuru dunia.


Saat ini di lantai 20 tepatnya ruangan aula Matthews Company sudah berkumpul seluruh karyawan yang bekeja dan menggantungkan hidupnya di perusahaan Matthews Company begitu juga dengan para pemegang saham yang sudah berkumpul dan dduk di sebelah podium.


Suasana cemas bercampur bingung tercipta di ruangan itu, cemas karena perusahaan yang saat ini mengalami masalah dan juga bingung mengapa semuanya di kumpulkan di sini.


Ruangan yang tadinya riuh oleh bisik - bisik para karyawan kini mendadak hening saat William yang mereka ketahui adalah asisten pribadi bos mereka menaiki podium.


" First of all, I would like to thank the employees and shareholders who took the time to attend " ( Pertama - tama saya ucapkan terima kasih untuk para karwayan dan para pemegang saham yang menyempatkan hadir )


" I also want to apologize for gathering everyone else especially without notice like this, I just want to make a very important announcement here " ( Saya juga mau meminta maaf karena sudah mengumpulkan semua orang apalagi tanpa pemberitahuan seperti ini, saya di sini hanya ingin menyampaikan suatu pengumuman yang sangat penting )


" I would like to introduce a temporary president to replace Mr. Matthews as long as he is not aware of his coma " ( Saya ingin memperkenalkan presdir sementara untuk menggantikan Tuan Matthews selama beliau belum sadar dari komanya ) Tiba - tiba ruangan yang tadinya hening kini berubah riuh, terdengar bisikan - bisikan para karyawan memenuhi ruangan aula térsebut begitu juga dengan para pemegang saham yang juga ikut - ikutan berbisik - bisik seperti karyawan lainnya.


" Alright, please pay attention to everyone, and for Mrs. Matthews, please come to the podium " ( Baiklah mohon perhatiannya semuanya, dan untuk nyonya Matthews silahkan naik ke atas podium ) Suara riuh kembali terdengar lagi tapi kali ini lebih riuh lagi setelah William selaku asisten bos mereka menyebut nama Nyonya Matthews.


Semua menatap ke depan tak lama kemudian seorang wanita cantik menaiki podium dengan anggunya, dia Alexi dengan memakai pakaian yang biasa ia kenakan saat ke kantor, kemeja berwarna putih dengan pita di kerah bajunya dan juga rok span merah sebatas paha meskipun terkesan sederhana tapi Alexi terlihat sangat cantik dan anggun.


Semua orang terkagum bengong melihat Alexi seperti bidadari yang turun dari langit sampai suara seseorang mengintrupsi kebengongan mereka semua.


" Introduce him is Mrs. Alexi Matthews wife of Mr. Darren Matthews and he will replace Mr Darren until he is aware of his coma " ( Perkenalkan dia adalah Nyonya Alexi Matthews istri dari Tuan Darren Matthews dan beliaulah yang akan menggantikan Tuan Darren sampai beliau sadar dari komanya )


Suara riuh kembali terdengar di antara para karyawan dan pemegang saham sampai salah satu pemegang saham mengangkat tangannya dan berkata. " Mr. William, are you not mistaken about making a woman a temporary leader? I doubt if she will be able to lead it. Even though she is the wife of Mr. Darren that does not mean he can lead her " ( Tuan William apa anda tidak salah menjadikan seorang wanita sebagai pemimpin sementara ? saya ragu jika dia sanggup memimpinnya. Meskipun dia istri dari Tuan Darren bukan berarti dia bisa memimpinnya. ) Ujar salah satu pemegang saham tersebur tak setuju.


Alexi yang mendapat pelokan tersebut pun hanya tersenyum tipis, ia sudah menduga akan jadi seperti ini.


" Let me do the talking " ( Biarkan aku saja yang bicara ) Ucap Alexi kepada William.


Alexi berdehem sebentara kemudian berkata. " Emm like this, I am a woman but that does not mean women can not lead a large company right. Maybe my leadership will not be as good as my husband's but I am sure I can lead it of course with the help of all employees and shareholders if I do it myself of course I will not be able to lead it. " ( Emm begini, saya memang wanita tapi bukan berarti wanita tak bisa memimpin sebuah perusahaan besar kan. Mungkin kepemimpinan saya takkan sebagus suami saya tapi saya yakin saya bisa memimpinnya tentu saja dengan di bantu semua karyawan dan para pemegang saham jika saya melakukannya sendiri tentu saja saya takkan bisa memimpinnya. ) Ucap Alexi dingin dan menatap tajam salah satu pemegang saham yang meragukannya barusan.


Seketika atmosfir di ruangan tersebut menjadi dingin dan menyeramkan setelah Alexi menyelesaikan ucapannya.


Semua orang bergidik ngeri melihat tatapan Alexi yang seakan mengintimidasi seluruh karyawan dan para pemegang saham yang berada di aula.


Banyak bisikan - bisikan yang di layangkan para karyawan yang masih bisa di dengar oleh Alexi.


( Memang pantas jadi istri Tuan Darren, tatapannya pun sama seperti tuan Darren. )


As scary as Mr. Darren.


( Sama - sama menakutkan seperti Tuan Darren. )


I get goosebumps at his gaze.


( Aku jadi merinding melihat tatapannya itu. )


Begitulah bisik - bisik para karyawan, Alexi pun tak memperdulikan bisikan para karyawan.


Bukan maksud Alexi ingin bersikap dingin dengan para karyawan tapi Alexi sangat tidak suka jika ada yang merendahkan dirinya seperti itu.


...


Setelah perbedaan pendapat di aula tadi akhirnya saat ini Alexi berkeliling perusahaan bersama William, William membawa Alexi ke setiap devisi di perusahaan Darren.


Setelah berkeliling ke seluruh Devisi dan perusahaan Alexi kembali ke ruangan Darren, ia takjub melihat ruangan suaminya ini.


Ruangan yang terkesan mewah dengan nuasansa abu - abu, ruangan yang lengkap ada sofa jika menerima tamu, meja kerja, pantry, kamar pribadi untuk istirahat jika lelah dan kamar mandi.


Ruangan yang sangat nyaman membuat orang betah berada di ruangan ini.


Saat Alexi mengamati ruangan Darren tiba - tiba William masuk setelah mengetuk pintu ruangan Darren.


Dia membawa berkas - berkas yang harus Alexi tanda tangani.


" This lady is the file that you must sign " ( Nyonya ini berkas - berkas yang harus anda tanda tangani ) Ujar William menyerahkan berkas - berkasnya ke Alexi.


" Just put it on William's desk! after this what is my schedule? " ( Taruh saja di meja William! setelah ini apa jadwal saya? )


" At 10 you have a meeting with JS Company and after lunch you also have a meeting with HS Company and for these files you also need to finish quickly " ( Jam 10 anda ada rapat dengan JS Company dan setelah makan siang anda juga ada rapat dengan HS Company dan untuk berkas - berkas ini juga harus anda selesaikan dengan cepat ) Ucap William menjalaskan jadwal Alexi dengan sejelas - jelasnya.


Ahh padat sekali jadwalku hari ini, bisa - bisa rontok badanku ini.