
\*\*\*ALEXI FERRERS POV\*\*\*
Acara pertunjukan busana yang di selenggarakan perushaaanku sukses besar dan mendapat tanggapan positif , banyak yang menyukai dan berminat dengan desainku, tentu saja aku sangat senang dan ini termasuk pencapaian besar dari perusahaan yang ku pimpin.
Sebenarnya aku sangat gugup saat harus ke atas panggung untuk memberi pidato dan juga rasa terima kasihku pada para tamu undangan yang berkenan hadir dalam acara kemarin malam.
Ini pertama kalinya aku mempublikasikan diriku di depan umum seperti ini yaa meskipun bukan sebagai presdir Ferrers Group tapi tetap juga aku tak terlalu suka jika semua orang sampai mengenaliku, biarlah mereka tak pernah menganggapku ada dengan begitu mereka tak usah mencampuri kehidupan pribadiku.
Saat ini aku sudah berada di belakang panggung, sesuai janjiku tadi siang kepada Darren yaitu aku akan menemui di belakang panggung bersama kedua buah hati kami, jadinya saat ini aku sedang menunggu dia di tempat make up karena hanya di tempat ini yang lumayan tertutup apalagi saat ini sudah sedikit sepi, semua orang sudah banyak yang memulangkan diri untuk istirahat setelah pekerjaan mereka selesai total.
Aku juga tak mempermasalahkannya yang penting pekerjaan mereka selesai jadi mereka sudah free, mau mereka pulang atau tetap di sini itu terserah mereka.
Saat aku sedang menunggu tiba - tiba dari arah pintu terdengar seruan Maisha. " Mommy " Serunya berlari ke arahku, senyumannya tak pernah luntur dari bibir mungilnya itu.
Aku juga ikut tersenyum, ku lihat Aldrich di belakang Maisha ia tetap berjalan dengan stay cool.
Aku merentangkan tanganku berharap mendapat pelukan dari mereka, jujur aku sangat merindukan mereka.
" Kita pulang bersama " Ucapan Darren mengintrupsi kegiatan pelukan kami bertiga. Kami bertiga menoleh ke arah Darren bersamaan, aku hanya menganggukkan kepalaku karena aku sudah sangat lelah dan tak ingin berdebat lagi dengannya.
Saat ini kita berempat sudah berada di dalam mobil Darren, Darren mengemudikan mobilnya dengan kecepataan rata - rata dan tenang.
Aku tak tahu dia akan membawaku dan anak - anak kemana yang aku tahu ini bukanlah arah menuju ke mansion tempatku tinggal tapi aku sepertinya mengenal arah jalan ini tapi entahlah aku juga sedikit lupa.
Seperti sebelumnya aku tak ingin berdebat lagi dengan Darren karena aku sudah sangat lelah dan ingin segara membersihkan badanku yang sudah lengket kemudian mengistirahatkan badanku yang sudah akan remuk rasanya.
Mobil Darren berhenti di depan Mansionnya, Ahh mansion ini lagi, makanya aku merasa tidak asing dengan arah jalan tadi rupanya arah ke Mansionnya.
Aku segera masuk ke Mansion, aku ingin cepat - cepat membersihkan badanku dan tidur sebelum itu aku menggendong Maisha yang berada di kursi belakang mereka berdua sudah tertidur sepanjang perjalan tadi pasti mereka capek jadi aku tak tega jika harus membangunkan mereka.
\*\*\*AUTHOR POV\*\*\*
Acara tadi malam sangat menguntungkan untuk perusahaan Alexi, saat ini para petinggi perusahaan sedang menantikan pesanan yang di peroleh dari acara tersebut. Dan pesanan yang di peroleh sangat fantastis.
Pagi - pagi para petinggi perusahaan tentu saja dengan Alexi dan para divisi yang bersangkutan harus ke perusahaan dan mengurus pesanan ranacangan busana dari perusahaan.
Pesanan busana meningkat pesat bahkan setiap jam nominal pesanan terus bertambah sampai menembus lebih dari sepuluh juta pesanan, banyak yang memesan hasil rancangan Alexi mulai dari artis, istri pejabat dan pebisnis - pebisnis besar.
Awalnya ia tak percaya bisa mencapai pencapaian sampai seperti ini, tentu saja semuanya gembira jadi perusahaan memutuskan untuk membuat pesta perayaan atas keberhasilan dari acara kemarin malam.
Hari ini memang bukan keseluruhan karwayan yang hadir dan hanya sebagian yang masuk, dan untuk karyawan yang ikut andil dalam persiapan acara tadi malam mereka semua di liburkan karena mereka juga pasti capek dan masih ingin istirahat di rumah mereka masing - masing.
Saat semua orang bersorak kegirangan ponsel Alexi berbunyi menandakan ada telfon masuk, ia merogoh tas jinjingnya dan mengambil handphonenya.
Setelah tahu siapakah penelfon Alexi menjauh dari keramaian dan mengangkat telfonnya.
" Hello " ( Halo ) Ucap Alexi setelah menggeser tanda hijau di layar handphone miliknya.
" Miss, Mr. Hadi is now aware that he is looking for you, so can you go to the hospital now ? " ( Nona, Tuan Hadi saat ini sudah sadar dia sedang mencari anda, jadi bisakah anda ke rumah sakit sekarang ? ) Alexi terkejut, setelah itu senyum Alexi mengembang sempurna.
" Can the doctor, I am very able I am going to the hospital now " ( Bisa dokter, saya sangat bisa saya akan ke rumah sakit sekarang ) Ucap Alexi antusias, ia sangat senang mendengar bahwa Omnya sudah sadar dari komanya setelah satu bulan dia koma.
Setelah mengatakan hal tersebut Alexi menekan tombol merah di layar handphonenya dan segera meninggalkan perusahaannya dan bergegas ke rumah sakit untuk menemui Om tercintanya.
Alexi sungguh rindu dengan Omnya itu, ia ingin menceritakan keberhasilan perusahaannya, tentang anak - anaknya dan masih banyak lagi, ia ingin bercerita segala hal yang ia lalui selama lima tahun terakhir ini.
...
Mobil Alexi sudah terparkir sempurna di parkiran Rumah Sakit L*n*x H*ll, ia segera berlari menuju ruangan Omnya di rawat.
Ruangan VVIP no 5 sudah berada di depan Alexi, ia segera masuk ke dalam ruangan dan tersenyum melihat Omnya bersandar di ranjang Rumah Sakit.
Alexi menghampiri Omnya dan memeluknya erat tapi tak sampai menyakiti Om tercintanya tersebut.
" Uncle Alexi miss you " ( Om Alexi kangen ) Ucap Alexi manja, Om Alexi yang mendengar nada manja dalam perkataan Alexi pun hanya terkekeh.
" Uncle too dear " ( Om juga sayang ) Balas Om Hadi dan membalas pelukan Alexi.
Alexi melepaskan pelukan antara mereka dan duduk di kursi samping ranjang Omnya, ia menatap dalam manik mata Omnya.
" Sorry, Alexi left Uncle five years ago " ( Maaf, Alexi sudah ninggalin Om lima tahun lalu ) Ucap Alexi menyesal dengan kepergian sepihaknya lima tahun yang lalu. Ia merasa gagal jadi ponakan.
" It's okay dear, the important thing is now that you've returned " ( Gak apa - apa sayang, yang penting sekarang kamu sudah kembali ) Om Hadi mengelus puncak kepala Alexi sayang. Dia sangat menyayangi keponakannya ini, Alexi adalah harta berharga yang ia miliki satu - satunya.
Istrinya sudah meninggal bersama dengan kakak dan kakak iparnya begitu juga dengan calon anaknya. Saat itu dunianya hancur, tapi dia sadar bahwa ia masih memiliki Alexi yang harus ia jaga. Dan ia juga berjanji akan menjaga Alexi sampai ia tak bisa lagi menjaga Alexi.