
\*\*\* AUTHOR POV \*\*\*
Darren dan William yang melihat tingkah aneh Alexi pun menjadi bingung.
" Young master, madam why " ( Tuan muda, nyonya kenapa ? ) tanya William melihat aneh Alexi.
" I don't know, it seems like he avoided me " ( Saya tidak tahu, sepertinya dia menghindari saya ) jawab Darren yang merasa Alexi menjauhinya.
Mereka berdua terdiam dengan pikiran masing - masing. Cukup lama mereka berdua terduam akhirnya Darren pun mengajak William berangkat ke kantor.
" Never mind, let's go " ( Sudahlah, ayo pergi ) ajak Darren.
" good young master " ( baik tuan muda )
Darren dan William pun berangkat dengan William yang menyetir mobil dan Darren di belakang sebagai penumpang.
\*\*\* ALEXI FERRERS POV \*\*\*
Jika lama - lama di rumah aku bisa - bisa mati tak berkutik karena kecanggungan yang ku rasakan saat berada di dekat Darren.
Aku segera berangkat ke kantor di kala aku mendengar suara Darren berada di belakang ku. Dan sampailah kini aku di perusahaan yang ku dirikan yaitu Ferrers group.
Sekarang ini aku berada di parkiran khusus untuk memarkirkan mobil ku setelah itu berlalu ke ruangan ku. Tetapi, sebelum ke ruangan ku, aku terlebih dahulu pergi ke ruangan Om Hadi hanya untuk sekedar menyapanya dan melepas rindu ku karena sudah 2 bulan lebih aku tak bertemu dengan Om ku satu - satu nya itu.
Saat sampai di depan ruangan Om Hadi dan sebelum itu aku bertemu dan menyapa sekretrisnya di depan ruangan Om Hadi. Ya, sekretaris Om Hadi sudah mengetahui nya dari awal jika aku adalah keponakan sekaligus Presdir di perusahaan ini.
" morning miss president " ( pagi nona presdir ) sapa sekretris Om Hadi dengan senyum merekah ke arah ku.
" morning " ( pagi ) sapa ku balik dengan senyum tipis yang ku tunjukkan.
" Miss want to meet Mr. Hadi " ( Nona ingin bertemu dengan Tuan Hadi ) tanya Tammy sekretaris Om Hadi.
" yes, is he in his room " ( ya, apakah beliau ada di ruangannya ).
" Miss, just come in " ( ada nona, langsung masuk saja ).
Aku pun langsung tanpa mengetuk pintu ruangan Om Hadi. Yang pertama ku lihat adalah wajah Om Hadi yang sangat serius dengan berkas - berkas yang sedang ia kerjakan di hadapan nya.
" Om " panggil ku setelah menutup pintu kembali. Aku sengaja menutup pintu dengan sangat pelan supaya Om Hadi tak bisa mendengar nya karena aku ingin memberinya kejutan.
Om Hadi segera menoleh kan wajah ku ke arah pintu setelah aku memanggil nya. Senyuman pun terbit di bibir nya dan berjalan tergesa - gesa menghampiri ku. Setelah itu merengkuh tubuh ku erat dan menyalurkan rindu kita masing - masing.
Setelah lama aku dan Om Hadi berpelukan, Om Hadi pun mendorong bahu ku pelan melepaskan rengkuhannya terhadap ku.
" Aku bosen Om di rumah melulu. Tidur, nonton tv, makan dan seperti itu terus " aku pun menekuk muka ku. Aku benar - benar bisa mati bosan di rumah jika aku tak pergi ke perusahan.
" ya Om tau kok pasti kamu gak akan bisa kalau gak ke perusahaan "
" jadi mendingan sekarang kita jalan - jalan ke Mall " ajak Om Hadi tersenyum lebar menunjukkan deretan gigi nya kepada ku.
" oke " aku membalas dengan senyuman tak kalah lebar dari Om Hadi.
...
Kita berdua pun sampai di pusat perbelanjaan terbesar di New York, Amerika ini. Dengan tangan ku yang menggandeng tangan Om Hadi kita pun masuk ke Mall tersebut. Jika orang lain melihat ku dan Om Hadi pasti mereka mengira aku sedang jalan dengan Om - Om.
Kita pun berkeliling hanya untuk sekedar senang - senang dan melepas rindu tidak lebih. Tanpa membeli apapun dan hanya melihat - lihat. Karena aku juga berminat membeli barang - barang branded itu untuk saat ini.
" sayang kamu gak beli apa - apa, biasanya kamu antusias banget jika di hadapkan dengan barang - barang branded di depan kamu ini "
" Aku lagi males Om mendingan kita jalan - jalan aja "
Om Hadi hanya menganggukkan kepala nya tanda setuju dan tersenyum lembur ke arah ku.
\*\*\* AUTHOR POV \*\*\*
Darren yang sedang sibuk dengan berkas nya pun menoleh ke ponsel nya karena bunyi notifikasi pesan yang ia terima.
Ting..
Di ambilnya ponsel itu dan membuka pesan masuk yang baru saja ia terima. Darren terkejut dan naik pitam di kala ia melihat pesan masuk itu. Pesan masuk di ponsel Darren adalah foto Alexi sedang bermesraan dengan Om - Om di sebuah pusat perbelanjaan. Mereka berdua terlihat mesra dengan bergandengan tangan dan tersenyum lebar bersama - sama.
Dada Darren serasa sesak setelah melihat pesan dari nomor tidak di kenali itu yang mengirim kan foto istri nya sedang jalan bersama Om - Om.
....
" You're dead Alex this time " ( mampus lo kali ini Alexi ) ucap Khatelyna tersenyum sinis melihat hasil jepretannya. Di situ terpampang jelas foto Alexi dengan Om nya yang ia ambil saat Alexi tengah tersenyum bersama dengan Om - Om yang ia anggap pasti selingkuhan Alexi.
" I'll send this photo to Darren and I'll make sure you get rid of Darren soon and become a trash on the streets. " ( gua akan kirim foto ini ke Darren dan gua pastikan lo akan di buang sebentar lagi oleh Darren dan menjadi gembel di jalanan. ) Khatelyna pun segera mengirim kan foto itu ke nomor yang tertera di kontak nya dengan sebutan Darren.
Ya Khatelyna lah yang mengirim kan foto itu ke Darren tapi ia tidak bodoh. Maka dari itu ia menyembunyikan identitas pengirim nya. Agar ke depan nya dia masih bisa berpura - pura polos di depan Darren. Dan melanjutkan rencananya yang sudah ia susun dengan sangat rapi.
Khatelyna sampai senyum - senyum sendiri di kala ia membayang kan bagaiman jadinya jika rencana nya yang sudah ia susun berhasil dan Khatelyna pun dapat menguasai semua kekayaan yang Darren miliki. Setelah itu Khatelyna akan menendang Darren dan Mamanya keluar.