My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
episode 14



 


ALEXI FERRERS POV


 


Mansion Darren...


Saat sampai di mansion aku bergegas masuk ke kamar untuk istirahat. Hati dan fikiran ku benar - benar capek. Aku sudah tak bisa membayangkan lagi apa yang akan aku lakukan ke depannya.


Akankah aku bisa bertahan dengan Darren atau aku harus pergi dari hidup Darren untuk selamanya. Aku larut dalam fikiran ku dan tak sadar aku pun sudah tertidur dan terbang ke alam mimpi ku.


 


\ AUTHOR POV \


 


Pagi hari di sebuah hotel bintang lima di kota New York. Dua pasangan tengah tidur lelap dan saat matahari memancarkan sinarnya dan mengganggu tidur dua sejoli itu. Mereka berdua adalah Darren dan kekasihnya Khatelyna yang baru menyelesaikan adegan panas nya setelah mereka kelelahan dengan beberapa ronde yang mereka lakukan tadi malam.


Mata Darren perlahan - lahan terbuka dan yang pertama dia lihat adalah wajah cantik Khatelyna kekasih hatinya. Ia pun tersenyum dan mengelus lembut rambut Khatelyna. Merapikan rambut yang menutup wajah kekasih hatinya itu. Khatelyna yang merasa tidurnya terusik pun membuka matanya dan tersenyum saat mendapati Darren berada di hadapannya.


" Good morning, dear " ( pagi sayang ) sapa Khatelyna saat membuka matanya.


" morning " ( pagi ) sahut Darren dan tersenyum ke arah Khatelyna.


Setelah mengucapkan salam pagi mereka berdua pun bangun dan pergi ke kamar mandi membersihkan dirinya.


" we take a bath together " ( kita mandi bersama ) tawar Darren. Khatelyna pun mengangguk dan mereka berdua memasuki kamar mandi bersama.


( apa yang terjadi di dalam kamar mandi kalian bayangin sendirinya.. bayangin sesuai keinginan kalian )


Selesai mandi mereka berdua siap - siap dan menjalani aktivitas masing - masing seperti biasa nya.


 


\ ALEXI FERRERS POV \


 


Pagi nya aku bangun seperti biasa lalu ke kamar mandi membersihkan diri. Setelah turun dan menyiapkan sarapan dan minuman untuk Darren. Tetapi, sebelum itu aku ke kamar ganti untuk menyiapkan pakaian nya untuk ke kantor menggantikan pelayan yang ada di rumah ini. Karena sekarang aku istri nya jadi semua keperluannya aku yang harus menyiapkan


Saat aku masuk ke kamar Darren aku tak melihat Darren di atas tempat tidur biasa nya jam segini dia pasti masih berada di dalam selimut hangat nya. Tapi sekarang di tidak ada.


" kok dia gak ada. Apa jangan - jangan dia sudah bangun duluan.. gak seperti biasa nya dia seperti ini " kata ku saat tak memdapati Darren berada di kamarnya.


Setelah ku rasa semua selesai aku pun turun untuk membuat sarapan. Saat berada di lantai 1 ku lihat bibik ada di dapur sedang memasak. Aku pun menghampiri bibik dan mengambil alih kerjaannya.


Sebelum bibik akan melakukan pekerjaan yang lain aku pun tanya terlebih dahulu.


" Bi, where did Darren go, did Darren not go home last night? " ( bi, Darren kemana ya, apa Darren semalam gak pulang ? ) tanya ku sebelun bibik melakukan tugas nya yang lain.


" sorry madam, i don't know .. last night also no one knocked on his usual door if you come home tonight i would know. " ( maaf nyonya, saya tidak tau.. kemarin malam juga gak ada yang mengetuk pintu biasa nya kalau tuan pulang malam saya pasti tau. ) jawab bibik sambil menundukkan kepalanya.


" yes thanks " ( ya, makasih ya ).


Bibik pun brlalu pergi. Dan aku juga melanjutkan memasak untuk sarapan.


" Darren kemana sih kamu sebenarnya.. apa kamu bermalam dengan Khatelyna aku istri mu Darren tapi, kenapa .. ? Kenapa kamu memperlakukanku seperti ini. Kamu hanya menganggap ku seperti angin lalu saja... sampai kapan aku harus merasakan ini Darren hari ku benar - benar sakit Darren.. apakah kamu tak pernah memikirkan bagaimana perasaan ku sekarang, meski kamu tak mencintai ku setidaknya hargai aku sebagai istri mu.. " guman ku panjang lebar dan melanjutkan acara masak ku.


....


Selesai dengan acara masak ku, aku pun bergegas ke atas untuk membersihkan badan ku lagi karena badan ku sudah berkeringat. 30 menit aku sudah selesai dengan acara mandi ku dan mengganti pakaian ku lalu berangkat ke perusahaan. Saat sampai di lantai satu aku bertanya kepada bibik yang ada di ruang tamu.


" whether Darren hasn't come home yet " ( bik apakah Darren belum pulang juga ) tanya ku saat menuruni tangga.


" Sorry, I haven't seen you, sir. I haven't seen you at all. " ( maaf sepertinya belum nyonya dari tadi saya tidak melihat tuan sama sekali ) jawab nya sambil membungkukkan badannya.


Aku pun berlalu pergi dengan hati dan fikiran ku kacau lagi tapi untuk kali aku tak ingin melarikan diri lagi seperti terakhir kali aku melarikan diri.


Saat dalam perjalanan tiba - tiba mobil di depannya mengerem mendadak dan mobil yang ku tumpangi pun menabrak mobil tersebut. Seorang laki - laki keluar dari mobil itu dan aku juga keluar. Dan ternyata yang mengendarai mobil itu adalah Edgar. Laki - laki yang ku temui di bukit kemarin.


" Edgar " kata ku memanggil Edgar.


" Alexi " panggil Edgar setelah aku memanggilnya.


" Edgar, comment peux-tu freiner soudainement comme ça? si quelqu'un d'autre dans ma position peut - vous pouvez le signaler à la police. " ( Edgar, bagaimana bisa kamu rem mendadak seperti ini. kalau orang lain yang di posisi ku bisa - bisa kamu di lapor kan ke polisi. ) marah ku pada Edgar yang seenaknya rem mendadak di jalan raya yang cukup padat ini.


" désolé Alexi j'ai accidentellement. parce que j'ai vu une personne que je connaissais il y a longtemps. alors je freine soudainement la voiture. " ( maaf Alexi tadi aku tidak sengaja. karena aku tadi melihat orang yang ku kenal dan sudah lama sekali aku rindukan. jadi aku rem mendadak mobilnya. ) kata Edgar menjelaskan alasannya.


" est-elle votre ex ou votre amoureux " ( apakah dia mantan mu atau kekasih mu. ) tanya ku penasaran.


" actually my ex but, I still love her very much. " ( sebenarnya mantan ku tapi, aku masih sangat mencintainya. ) jawab nya seketika wajahnya terlihat sangat sendu.


" peu importe, si vous êtes destiné à lui, il reviendra certainement vers vous. et vous devez vous en rappeler un si vous l'aimez vraiment, alors battez-vous pour lui. Je suis aussi pareil que toi mais peut-être plus compliqué que toi. et peut-être que je ne pourrai pas me battre pour mon amour pour elle. " ( sudahlah, kalau kamu berjodoh dengan dia pasti dia akan kembali lagi kepada mu. dan kamu harus ingat satu jika kamu memang benar - benar mencintai nya maka perjuangkanlah dia. aku juga sama seperti mu tapi mungkin lebih rumit dari mu. dan mungkin aku takkan bisa memperjuangkan cinta ku untuknya. ) nasihat ku panjang lebar kepada Edgar sekaligua memberinya semangat.


" d'accord merci " ( baiklah, terima kasih ) ucap Edgar sambil tersenyum kepada ku.


Setelah itu aku pun pamit pergi.