My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
Episode 72



\*\*\*AUTHOR POV\*\*\*


Sudah dua minggu sejak Darrren menyiapkan dinner romantis malam itu, hubungan Darren dan Alexi pun semakin romantis dan tak jarang mereka juga memamerkan keromantisan mereka di depan publik dan publik pun banyak yang menanggapinya dengan positif, meskipun dengan negatif pun mereka berdua takkan peduli sama sekali.


Alexi dan Darren juga kembali ke rutinitasnya sehari - hari, semuanya sudah tenang para pemburu berita juga sudah tak berlomba - lomba mencari pernyataan dari mereka berdua, semuanya sudah jelas dengan sikap mereka saat keluar bersama, saat ini yang malah menjadi sorotan adalah kedua buah hati mereka bukan hanya karena mereka berdua anak dari pebisnis hebat mereka juga sangat menggemaskan.


Alexi saat ini berada di dapur, setelah satu jam ia bergelut dengan segala peralatan dan bahan - bahan masakan akhirnya masakannya pun jadi juga.


" Bi, please move all the dishes to the dining table, yes, I want to wake my husband first " ( Bi, tolong pindahkan semua masakannya ke meja makan ya saya mau bangunkan suami saya dulu ) Pinta Alexi kepada salah satu pelayan yang membantunya memasak.


" Yes miss " ( Baik Nona ) Jawab salah satu pembantu itu dengan menganggukkan kepalanya sopan, Alexi pun berlalu pergi meninggalkan dapur ia berjalan menaiki tangga untuk ke kamar suaminya sedang terlelap dalam tidurnya.


Alexi sampai di depan pintu berwarna coklat dengan ukiran - ukiran indah yang tertata apik, ia segera masuk dan mendapati suaminya yang tidur tengkurap tanpa menggunakan kaos dan selimut yang sudah melorot hanya menutupi setengah badannya.


Alexi segera menghampiri suaminya dan menggoyangkan badannya lembut sambil memanggil nama suaminya.


" Darren bangun " Panggil Alexi, ia menggoyangkan badan suaminya, Darren tak terganggu sedikit pun kemudian Alexi menepuk pelan pipi suaminya.


Perlahan - lahan Darren mengerjapkan matanya, ia membuka matanya dan mendapati istrinya berada di hadapannya, ia pun tersenyum dan dengan tiba - tiba menarik pinggang istrinya.


" Ahh " Alexi terpekik saat tiba - tiba suaminya menarik pinggangnya, Alexi terjatuh di atas badan Darren.


Alexi meronta tapi apa adanya tenaganya yang tak sebanding sengan tenaga Darren, Darren kembali memejamkan matanya sambil mengeratkan pelukannya di pinggang ramping Alexi.


" Darren lepas, aku mau bangunkan anak - anak, keburu Enza datang dan kamu harus ke kantor begitupun denganku " Ucap Alexi masih berusaha melepaskan rengkuhan suaminya.


" Morning kiss " Ucap Darren sambil memonyongkan bibirnya, Alexi yang melihat kelakuan suaminya hanya mendengus sebal, sedangkan Darren yang mendengarkan dengusan istrinya hanya terkekeh.


Darren sangat suka mengerjai Alexi apalagi saat melihat wajah cemberut istrinya dan itu terlihat menggemaskan bagi Darren.


Darren membuka matanya dan menatap istrinya dengan senyuman menggoda, Alexi yang melihat itu bertambah geram.


" Morning kiss sayang " Darren lagi - lagi memonyongkan bibirnya.


Cup


Alexi yang sudah geram pun akhirnya mencium bibir Darren kilat kemudian ia meronta meminta di lepas.


" Lepas Darren, kamu mandi dulu setelah itu kamu ke bawah untuk sarapan " Ucap Alexi sambil meronta.


" Sayang kamu jangan goda aku ini masih pagi " Darren tersenyum mesum menatap Alexi, Alexi yang di tatap dengan seperti itu pun mengerutkan dahinya. Bukan Alexi tak tahu tatapan itu ia sangat - sangat taju arti tatapan Darrren.


" Maksud kamu ? " Alexi bingung, pasalnya ia tak melakukan apapun tapi kenapa Darren menuduhnya menggoda dirinya.


" Kamu jangan gerak - gerak sayang, nanti adik aku bangun gimana, kamu mau tanggung jawab ? " Alexi memelototkan matanya, bisa - bisanya pagi - pagi ucapan suaminya sudah vulgar saja.


" Ish apaan sih Darren ucapannya pagi - pagi sudah vulgar saja " Alexi cemberut, ia menatap tajam Darren, Darren hanya terkekeh.


" Ish gak usah meledek gitu, sekarang kamu bangun terus mandi dan lepasin aku " Alexi kembali meronta.


" Iya sayang, ini aku lepasin, jangan cemberut gitu dong " Darren pun melepaskan Alexi, Alexi bangkit dan berdiri di samping Darren.


Darren bangkit dari tidurnya, ia duduk di atas ranjang king sizenya.


" Kamu mandi dulu dan nanti aku siapin baju kamu, aku taruh di ranjang setelah itu kamu turun untuk sarapan aku akan bangunkan anak - anak dulu " Jelas Alexi, darren hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti kemudian Alexi berlalu ke walk in closet untuk menyiapkan pakaian yang akan Darrek pakai untuk ke kantor.


Alexi memilih jas berwarna biru gelap, celana bahan berwarna hitam dan dasi berwarna biru gelap pula dengan aksen garis - garis miring berwarna putih dan tak lupa kemeja berwarna putih.


" Sayang ayo bangun " Ucap Alexi sambil mengelus kepala kedua buah hatinya bergantian.


Tidak susah untuk membangunkan kedua buah hatinya, kedua buah hatinya segera membuka matanya dan tersenyum melihat Mommynya berada di hadapan mereka.


" Ayo bangun terus Mommy mandikan " Alexi membantu kedua buah hatinya bangun dan menuntunnya ke kamar mandi.


Selesai mengurus kedua buah hatinya dia segera menuntun kedua buah hatinya untuk turun ke lantai bawah dan mendudukkan kedua buah hatinya di kursi meja makan, tak lama Darren turun dengan tas yang ia tenteng di tangan kanannya, jas yang ia sampirkan di tangan kanannya dan juga dasi yang Darren lingkarkan di lehernya.


" Sayang bantuin pakein dasi aku dong " Pinta Darren, ia menghampiri istrinya dan berdiri di depannya.


Alexi segera menyimpulkan ikatan dasi yang berada di leher Darren, setelah itu ia memakaikan jasnya dan mengusap dada Darren untuk merapikan jasnya.


\*\*\*ALEXI FERRERS POV\*\*\*


Saat ini aku sudah berada di perusahaan seperti biasa mengerjakan berkas - berkas yang menumpuk di atas meja kerjaku.


Tok Tok Tok


Tak lama Marry muncul dan berkata. " Nona, lima menit lagi rapat akan di mulai " Ucapnya sopan, aku hanya menganggukkan kepalaku dan Marry pun keluar dari ruanganku.


Aku segera berdiri dan menuju ke ruang rapat dengan jalan beriringan bersama Marry.


" All the documents are ready, right? " ( Semua dokumennya sudah siap, kan ? ) Tanyaku sambil berjalan menuju ke ruang rapat.


Aku dan Marry memasuki ruang rapat dan di sana sudah banyak kolega bisnis yang akan rapat untuk pagi ini.


...


Dua jam kemudian rapat pun selesai dan kami semua berjabat tangan tanda di setujuinya kerja sama antar kedua belah pihak.


Aku dan Marry segera ke ruanganku dan mulai mengerjakan berkas - berkasnya lagi, tanpa terasa waktu istirahat tiba.


Tiba - tiba pintu ruanganku di buka, masuklah Marry dan berkata. " Boss, it's time to rest " ( Bu Boss, waktunya istirahat ) Ucapnya setelah membuka pintu, aku mengalihkan kepalaku ke arahnya lalu tersenyum.


" Okay, let's eat " ( Oke, mari kita makan ) Ucapku semangat kemudian aku dan Marry terkekeh bersama.


Kami berjalan beriringan menuju ke Restoran yang ada di depan perusahaan, Restoran korea entah kenapa aku sangat ingin makan ramen untuk saat ini.


Sesampainya di lobby kita berdua berjalan beriringan keluar dari perusahaan menuju ke Restoran korea tersebut. Banyak para karyawan yang menyapaku dan ku balas dengan anggukan kepala.


Kami berdua pun tiba di depan jalan raya, tinggal menyebrang dan kita pun akan sampai di Restoran korea itu.


" Ehh wait a minute my cellphone sounds, you first I'll pick up the phone first who knows important " ( Ehh bentar handphoneku bunyi, kamu duluan aja aku angkat telfon dulu siapa tahu penting ) Ucap Marry tiba - tiba, aku hanya menganggukkan kepala setelah itu Marry menjauh dari tempatku berdiri.


\*\*\*AUTHOR POV\*\*\*


Alexi berdiri di sisi jalan, ia menunggu lampu hijau untuk menyebrang jalan, saat lampu sudah hijau Alexi pun menyebrang.


Entah kenapa perasaan Alexi tiba - tiba menjadi tidak enak, tanpa Alexi sadari mobil sedan abu - abu melaju dengan kencang ke arahnya.


Alexi tak tahu lagi apa yang harus ia lakukan, ia terpaku menatap mobil yang melaju ke arahnya dengan kencangnya, otaknya blank ia hanya berdiri di situ tanpa pergerakan apapun.


Alexi memejamkan matanya dan..


BRAKKK.