
\*\*\*AUTHOR POV\*\*\*
Bandara Internasional John F. Kennedy
Sudah 8 jam lebih perjalanan Alexi sekeluarga dan Marry asistennya sekaligus sekretarisnya di perusahaan Ferrers Group dan mereka pun akhirnya tiba di Bandara Internasional John F. Kennedy dengan menyeret koper berisi pakaian dan barang - barang yang mereka butuhkan masing - masing.
Tangan kecilnya menyeret koper kecilnya masing - masing dengan warna yang sama tapi gambar yang berbeda, jika si Aldrich dengan gambar Spidermannya lain halnya dengan Maisha dengan gambar Frozen dan itu adalah idola mereka masing - masing.
Saat Alexi berjalan kekuar dari Bandara semua orang menatap Alexi kagum karena kecantikannya, Ia memakai gaun berwarna peach tanpa lengan dengan aksen garis di bawahnya, sangat pas di padukan dengan kulinya yang putih.
Begitu juga dengan Marry yang terlihat anggun dengan gaun panjangnya yang mencapai mata kaki berwarna biru langit. Mereka berempatpun berjalan beriringan keluar dari Bandar melalui pintu keluar Bandara.
Setelah keluar dari Bandara mereka segera menuju ke mobil yang sudah di siapkan untuk menjemput mereka di Bandara. Merekapun naik mobil tersebut dan melaju menuju ke Mansion Alexi dan Omnya Om Hadi yang saat ini sedang di rawat si rumah sakit akibat sakit jantung yang di deritanya.
Dan perusahaan sekarang ini juga sangat kacau gara - gara berita ini dan mengharuskan Alexi balik ke kota yang penuh kenangan dirinya dengan suami tercintanya Darren.
...
Mobil yang di tumpangi Alexi sekeluarga dan Marry pun sampai di depan Rumah Sakit L*nox Hill , Alexi segera turun dari mobil setelah menyuruh anak - anaknya masuk ke dalam Rumah Sakit bersama dengan Marry karena dirinya sedang buru - buru ingin mengetahui kondisi Omnya tersebut.
Sepanjang koridor Rumah Sakit Alexi berlari dengan terburu - buru sampai dirinya beberapa kali menabrak orang yang sedang berjalan di koridor Rumah Sakit dan sesekali mendapat umpatan dari orang - orang yang di tabraknya.
Tapi Alexi seakan menulikan telinganga dan terus saja berlari tanpa memperdulikan tatapan aneh dan marah orang - orang yang sedang melihatnya berlarian di Rumah Sakit.
Sampai dirinya tiba di depan pintu ruangan UGD dan mengintip ke dalam ingin mengetahui kondisi Om tercintanya itu.
Ternyata di dalam sedang ada pemeriksaan rutin dan pas sekali Alexi juga sudah sampai di depan pintu UGD. Tak lama kemudian dokter dan perawat itu keluar dari ruangan Omnya setelah menyelesaikan pemeriksaan rutinnya.
Dan Alexi buru - buru menghampiri dokter tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatan Omnya dengan lebih detail dan terperinci langsung dari dokternya.
" Doctor how is my uncle doing ? " ( Dokter bagaimana keadaam Om saya ? ) Alexi buru - buru menanyai Dokter dengan name tag Ryan tersebut setelah dokter dan suster itu sampai di depan pintu ruangan UGD.
" His condition is now stable and has passed its critical period, so take it easy " ( Kondisinya saat ini sudah stabil dan sudah melewati masa kritisnya, Jadi ibu tenang saja ) Ucap Dokter tersebut tersenyum menanggapi pertanyaan Alexi yang terlihat jelas di wajahnya kalau dia saat ini sedang cemas, seakan ucapan Dokter tersebut adalah obat penenang dan seketika itu Alexi bisa tenang dan bernafas lega setelah mendengar kondisi Omnya yang sudah tak mengkhawatirkan lagi.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada dokter tersebut. " Doctor, thank you very much, I'm very grateful that my uncle's condition is stable. Once again, thank you, doctor " ( Dokter terima kasih banyak, saya sangat bersyukur karena kondisi Om saya sudah stabil. Sekali lagi terima kasih sebanyak - banyaknya Dokter ) Ucap Alexi tulus sambil mejabat tangan Dokter tersebut.
Dokter Ryan pun meninggalkan Alexi yang sedang berdiri melihat ke dalam ruangan UGD tempat pamannya di rawat. Sebelum Dokter Ryan benar - benar pergi jauh dari Alexi, ia menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Alexi yang masih betah melihat ke dalam ruangan UGD dan ia mengucapkan satu kata dengan di sertakan senyuman tertulus darinya " Beautifull " ( Cantik ) Puji Dokter Ryan tulus dan mengulas senyum tertulusnya. Kemudian benar - benar berlalu pergi meninggalkan Alexi yang masih betah menatap ke dalam ruangan tersebut.
Dokter Ryan adalah Dokter termuda di Rumah Sakit ini, Dokter Ryan termasuk ke dalam cowok idaman para wanita karena dirinya ganteng dan lagi dia sudah sukses.
Tak lama kemudian dari arah belakang sebuah panggilan membuyarkan aksi menatap Alexi ke dalam ruangan tersebut.
" Mommy " Panggil Aldrich dan Maisha bebarengan kemudian menghampiri Mommynya yang kini menatap mereka dengan senyuman manis yang Alexi berikan meskipun sedikit di paksakan, Alexi tak ingin membuat anak - anaknya mengetahui bahwa saat ini dirinya sedang kalut.
Alexipun mengusap puncak kepala anak - anaknya sayang dan berkata. " Sayang untuk beberapa hari ini kalian di rumah aja ya sama Baby Sister kalian dan kalian gak boleh nakan selama Mommy kerja " Alexi masih betah mengusap puncak kepala anak - anaknya dengan sayang dan sesekali memberikan kecupan di pipi tembem belahan jiwanya.
" Iya Mommy " Ucap Kedua belahan jiwa Alexi sambil mengangguk - anggukkan kepalanya tanda mengerti ucapan dari Mommy tercintanya.
" Anak pintar " Ucap Alexi kemudian membawa anak - anaknya berlalu pergi dari depan pintu ruangan UGD tempat Omnya di rawat saat ini.
\*\*\*ALEXI FERRERS POV\*\*\*
Pagi - pagi sekali aku sudah berada di kantor, sekitar jam 6 aku berangkat dari rumah dan aku juga sampai tak sempat untuk mengurus anak - anakku sebelum berangkat karena biasanya sesibuk apapun diriku pasti aku akan selalu menyempatkan waktuku untuk mengurus anak - anak di pagi hari.
Pikiranku hari ini sedang kalut, karena anjloknya saham perusahaanku, banyak investor yang menarik modalnya dan para pemegang saham juga mulai mengancam akan menarik sahamnya jika terus - terusan seperti ini.
Mereka juga memberiku tenggat waktu yang cukup singkat untuk menyelesaikan permasalahan ini, dan lagi pula saat ini aku tak bisa berfikir jernih sama sekali.
Belum lagi Omku yang masih terbaring lemah di ranjang Rumah Sakit saat ini dan masih belum ada perkembangan kira - kira kapan dirinya sadar.
Aku berharap Omku segera sadar dan membantuku dalam mengerjakan semua ini karena tanpa bantuan Omku mungkin aku takkan bisa menjadi diriku yang sekarang ini dan masih akan menetap dengan diriku yang lama.
maaf ya readers aku lama banget up nya, aku benar - benar sibuk akhir - akhir ini 🙇♂️🙇♂️.
dan terima kasih yang sudah sabar dan setia menunggu kelanjutan dari novel ku ini.
see you 😚😚