
DARREN MATTHEWS POV
Hari ini aku benar - benar sangatlah sibuk di kantor karena banyak sekali berkas - berkas yang harus aku selesaikan hari ini juga. Saat aku tengah fokus, tiba - tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan ku. Aku pun menyahut.
" masuk " sahut ku dari dalam dan muncullah william asisten pribadiku yang ingin memberikan berkas lainnya untuk ku tanda tangani.
" tuan muda, ini berkas - berkas yang harus anda tanda tangani " ucap William pada ku selaku atasannya, kemudian William pun memberikan berkas yang ada di tangannya kepada ku .
" taruh saja di situ " perintah ku pada William tanpa menoleh sedikit pun dan hanya fokus ke berkas - berkas yang ada di hadapan ku.
" kalau begitu saya pamit dulu tuan muda " pamit William sambil membungkukkan badannya hormat kepada ku. Kemudian keluar dari ruangan ku.
Setelah 2 jam akhirnya aku menyelesaikan semua berkas ku. Dan karena waktu masih sore aku pun memutuskan untuk jalan - jalan ke tempat yang mempunyai pemandangan yang indah dan bisa membuat pikiran ku tenang tanpa harus memikirkan masalah mama yang selalu saja mendesak ku untuk menikah. Aku juga tidak bisa menolak permintaan mama ku karena hanya mama satu - satunya orang yang ku punya saat ini.
Dan Kenapa Khatelyna tidak mau menikah dengan ku dan malah memilih karir modelnya. Aku benar - benar masih mengingat dengan jelas bagaimana Khatelyna menolak untuk menikah dengan ku tetapi, sedikit pun aku tak bisa membencinya. Apapun perbuatannya kepada ku aku tetap mencintainya sepenuh hati ku.
Flashback on
Setelah aku keluar dari rumah mama dan pulang ke apartemen ku. Aku segera menghubungi Khatelyna untuk membicarakan tentang permintaan mama yang tadi mama ucapkan kepada ku saat aku berada di rumah nya. Aku pun menelfon Khatelyna untuk bertemu di tempat yang biasa kita kunjungi jika kita ingin santai melepas penat kita masing - masing.
Tempat bertemu..
Aku yang sampai terlebih dahulu pun menunggu Khatelyna. Setelah 5 menit aku menunggu akhirnya aku mendengar suara Khatelyna dari jauh dia memanggil nama ku.
" Sayang " teriak Khatelyna memanggil ku sambil melambaikan tangannya kepada ku.
Setelah itu Khatelyna pun menghampiriku kemudian ia memeluk diri ku. Dan berkata.
" ada apa sayang, kenapa kamu ingin bertemu dengan ku " tanya Khatelyna dengan melepas pelukannya dan berganti menggandeng tangan ku.
" aku mau biacara sama kamu sayang.. Penting ! " jawab ku dengan menekankan kata " penting " .
" okay sekarang kamu mau bicara apa .. ? " tanya Khatelyna lagi kepada ku.
" aku mau menikah sama kamu, mungkin 1 bulan lagi "
" menikah " ucap Khatelyna kaget.
" ya sayang, kamu mau kan " tanya ku. Setelah itu Khatelyna terdiam cukup lama tanpa menjawab pertanyaan ku tadi sedikit pun.
" Sayang " panggil ku lagi. Dan akhirnya Khatelyna pun sadar dan segera menjawab pertanyaan ku dengan gugup.
" ma - maaf sayang aku gak bisa " jawab Khatelyna kepada ku dengan gugup.
" kenapa .. ? " tanyaku bingung dengan jawaban Khatelyna kepada ku yang sangat - sangat membuat ku kecewa.
" kamu kan tau sendiri sayang karir model ku sedang meroket dan aku gak mau menyia - nyaikan kesempatan ini. Tapi, kamu tenang saja aku pasti kok mau menikah sama kamu mungkin beberapa tahun lagi " jawab Khatelyna panjang lebar menjelaskan alasannya kepada ku.
Aku awalnya merasa senang karena dia masih mau menikah denganku tapi, saat dia bilang beberapa tahun lagi hati ku serasa di hantam oleh ribuan pedang dan rasanya sakit sekali. Hanya satu yang aku pikirkan saat itu yaitu " kenapa ". Hati ku benar - benar sakit tetapi, aku berusaha untuk menyembunyikannya supaya Khatelyna tidak tau bahwa aku sangatlah kecewa kepada dirinya.
Setelah itu Khatelyna pun pamit kepada ku untuk kembali ke tempat pemotretannya karena tadi dia hanya izin untuk keluar sebentar. Khatelyna pun pergi, sedangkan aku masih berdiri di tempat itu dan memikirkan semua yang terjadi saat ini.
Flashback off
Setelah lama aku duduk termenung di kursi kebesaran ku. Akhirnya aku pun beranjak dari kursi ku dan meninggalkan kantor ku. Untuk sekarang ini aku ingin ke tempat yang mempunyai pemandangan sangat indah. Menenangkan fikiran dan hatiku.
Sesampainya di parkiran kantor ku. Aku segera naik ke mobil dan melaju membelah jalanan kota New York, Amerika ini. Aku mengendarai mobil ku dengan kecepatan rata - rata karena keselamatan adalah yang utama bagi ku. Aku benar - benar tidak mau mati untuk sekarang ini karena masih banyak yang ingin ku capai untuk saat ini termasuk membahagiakan mamaku tercinta.
Saat aku ingin ke tempat yang indah untuk menenangkan fikirannya. Tanpa sadar aku malah mengendarai mobil ku ke sebauh mall yang terbesar di New York, Amerika yaitu mall Br**kfield place. akhirnya, aku memutuskan untuk masuk ke mall tersebut dan pergi ke restoran karena aku baru sadar aku belum makan apapun dari tadi pagi.
Setelah aku lama berjalan menelusuri mall itu dan sampailah aku di sini di sebuah restoran yang menyediakan makanan khas dari italia. Sebelum aku masuk pelayan menyambutku di depan pintu masuk sabil membukakan pintu untuk ku.
“ buona sera , per favore, entra scusa per quante persone. “ (Selamat malam, mohon maaf untuk berapa banyak orang.) sapa pelayan tersebut sopan dan mempersilahkan ku untuk masuk.
“ per una persona “(untuk satu orang.) jawab ku kepada pelayan tersebut. Pelayan itu pun mengangguk dan mengantarku ke kursi yang akan aku tempati.
“ Lascia che ti porti sulla sedia, signore. “ (Biarkan saya mengantar Anda ke kursi, Pak.) pelayan tersebut pun mengantar ku sampai ke kursi yang akan ku tempati kemudian pelayan itu menarik kursi ku dan mempersilahkan aku untuk duduk. Setelah itu dia pun pergi sebelum dia pergi dia berkata.
“scusate, signore, prima scusatemi. presto il mio collega verrà qui e ti darà un libro di menu per ordinare. “ (maaf tuan saya permisi dulu. sebentar lagi rekan saya akan ke sini dan memberikan buku menu untuk anda memesannya.) Setelah pelayan laki – laki itu pergi tak lama kemudian pelayan pun dating sambil membawa buku menu untuk ku memesannya. Pelayan perempuan itu punberkata.
“ Scusa, cosa vuoi ordinare, signore .. ? “ (Maaf, apa yang Anda inginkan untuk memesannya, tuan .. ?) Tanya pelayan perempuan itu sambil menyerahkan buku menu kepada ku untuk ku pesan.
Setelah pelayan itu menyerahkannya kepada ku, aku pun membuka buku menu itu dan aku melihat banyak sekali makanan khas dari Negara italia mulai dari Gnocchi, Ravioli, dan masih banyak lagi yang lainnya. Setelah aku melihat – lihat dan hati ku jatuh kepada makanan yang biasa Khatelyna makan saat aku dan dia pergi ke restoran Italia yaitu Lasagna. Akhirnya aku pun memesan makanan itu sambil mengenang kenangan romantis bersama dengan Khatelyna saat di restoran Italia.
“ Voglio una lasagna e berla Voglio macchiato. “ (saya mau lasagna satu dan minumnya saya mau macchiato.) pesan ku kepada pelayan itu sambil memberikan buku menu itu. Pelayan itu pun menerima buku menu itu dan mengulangi pesanan ku.
“ buono per una lasagna e un macchiato da bere, signore. “ (baik untuk makanannya satu lasagna dan untuk minumnya satu macchiato ya tuan.) ulangnya membacakan pesanan ku. Aku hanya menganggukkan kepala ku kemudian, pelayan perempuan itu pun pamit dan menyuruhku untuk menunggu sampai pesanan ku datang.
Setelah 15 menit kemudian akhirnya pesanan ku datang. Pelayan itu memberikan pesanan ku kemudian pamit dan berlalu pergi meninggalkan aku agar aku bisa menikmati makanan yang aku pesan di restoran itu. Aku memakan makanan ku tetapi saat aku sedang menikmati makanan ku tiba – tiba pandangan ku tertuju kepada seorang gadis yang sedang melamun dengan es cream yang sudah meleleh di depannya. Tatapan gadis itu kosong sepertinya dia mempunyai masalah yang berat sama sepertiku mungkin bisa jadi masalahnya lebih berat dari pada masalah ku.