
\*\*\* ALEXI FERRERS POV \*\*\*
Cukup banyak berkas yang harus ku selesaikan hari ini karena aku juga tak mau menunda - nunda pekerjaan ku jadi meskipun sekarang ini pikiran ku kacau aku tetap berusaha untuk fokus mengerjakannya.
Hampir satu jam berlalu dan akhirnya berkas - berkas di depan ku selesai juga. Aku bosan dan pikiran ku juga masih kacau tetapi aku bingung kemana aku harus pergi dan menenangkan diri ku. Setelah lama aku berpikir tapi tetap saja aku tidak tau mau kemana.
Aku pun keluar dari ruangan ku pergi ke parkiran khusus dan meninggal kan perusahaan ku. Saat di perjalanan aku berpikir kemana kah aku harus pergi. Saat aku memikirkan nya tiba - tiba aku merasa ingin sekali berbelanja dan setelah aku pikir sudah lama sekali aku tak belanja baju dan yang lainnya.
....
45 menit perjalan ku dari perusahaan ke tempat yang ingin ku kunjungi. Dan sampailah aku di sini Mall terbesar di kota New York, Amerika ini. Setelah ku parkir mobil ku aku turun dan masuk ke Mall tersebut dan berkeliling mencari barang yang ingin ku beli.
Saat ku berjalan - jalan mencari barang yang ingin ku beli. Saat aku sedang asyik melihat - lihat baju tiba - tiba seseorang menabrak ku dan beruntung nya orang itu menangkapnku kalau tidak mungkin aku akan benar - benar malu di tempat itu.
Ternyata saat ku lihat dengan jelas yang menabrak ku adalah Edgar. Laki - laki asal prancis yang ku temui dua kali itu. Saat aku sadar posisi kita sangat lah tidak tepat yaitu dengan tangan kiri Edgar di pingang ku dan tangan kanan nya di cengkuk leher ku. Aku pun bangkit dan merapikan rambut ku yang berantakan akibat di tabrak Edgar tadi.
" Alexi " kejut Edgar saat dia melihat ku yang di tabrak oleh nya.
" Désolé, Alex, je ne le pensais pas. " ( maaf ya Alexi aku gak sengaja ) sesal Edgar.
" Ouais, ça va, tu m'as rattrapé, donc on est même." ( iya gak apa - apa toh kamu juga nangkep aku jadi kita impas ) kata ku dengan menampilkan senyum tipis ku.
" Ce n'est pas de ma faute parce que je ne fais pas attention, donc comme excuses je vous propose de déjeuner et bientôt ce sera l'heure du déjeuner. " ( kan yang salah aku karena gak hati - hati jadi sebagai permintaan maaf aku traktir kamu makan siang dan sebentar lagi juga waktu nya jam makan siang. ) ajak Edgar menarik tangan ku ke sebuah restoran tapi sebelum itu dia bertanya ingin makan di restoran apa kepada ku
" Dans quel restaurant veux-tu manger ? " ( kamu mau makan di restoran mana ) tanya Edgar.
" juste un restaurant français " ( restoran prancis aja )
Kami berdua pun menelusuri mall untuk mencari restoran prancis yang ku ingin kan. Saat kita menemukan restoran tersebut kami berdua pun masuk dan di sambut oleh pelayan restoran.
" bienvenue " ( selamat datang ) sambut pelayan restoran itu sopan kepada kita.
" oui " ( iya ) sahut Edgar sedangkan aku seperti biasa menanggapi nya dengan senyuman tipis ku.
Kami berdua pun di antar untuk ke meja kami oleh pelayan laki - laki itu. Kemudian dia meninggalkan kami. Tak lama kemudian pelayan perempuan datang untuk mencatat pesanan kami. Kami pun memesan makanan.
" excusez-moi, que voulez-vous commander " ( permisi, mau pesan apa ) tanya pelayan perempuan itu sopan.
" Je veux du Cassoulet et je bois juste ensemble " ( saya mau Cassoulet dan untuk minuman nya samakan saja )
" quelqu'un veut-il commander à nouveau " ( apakah masih ada yang mau di pesan lagi ) tanya pelayan perempuan itu.
" non " ( tidak ) jawab kita berdua serempak.
" eh bien s'il te plaît attends un instant " ( baik silahkan di tunggu sebentar ) kita berdua hanya mengangguk tanda kita menyetujui pelayan perempuan itu. Pelayan itu pun pergi.
Kita berdua pun mengedarkan pandangan menyepu para pengunjung yang datang ke restoran prancis itu. Saat kita berdua mengedarkan pandangan tiba - tiba aku mendengar Edgar menyebut nama Khatelyna dan sontak aku pun menoleh. Karena aku juga takut siapa tau Darren bersama Khatelyna secarakan mereka berdua sepesang kekasih.
Aku pun menoleh ke tempat di mana Khatelyna berada dan aneh nya Khatelyna tidak bersama Darren melainkan bersama pria lain dan perilaku mereka sangat mesra. Apa yang sebenarnya terjadi ini, siapa laki - laki yang bersama Khatelyna itu dan dimanakah Darren berbagai pertanyaan muncul di otak ku. Tanpa sengaja aku pun melamun dengan berbagai pertanyaan muncul secara beruntun dengan masih menatap ke arah Khatelyna.
" Alexi " panggil Edgar membawaku ke kenyataan.
" tu le connais " ( kamu kenal dia )
" oui vraiment le connaître " ( ya kenal secara kan dia itu ke .. ) ucap ku terpotong karena aku baru sadar apa yang seharusnya tidak ku ucap kan.
" à quoi Alexi ? " ( ke apa Alexi ? ) ucap Edgar menatap ku curiga.
" Non, non, non. Je ne le connais pas. Sache juste que c'est un mannequin célèbre. " ( tidak tidak tidak ada. aku gak kenal dia hanya tau saja dia kan model yang terkenal ) ucap ku tergagap.
" Bodoh kau Alexi hampir saja kau mengatakannya bagaimana kalau sampai kau mengatakan kalimat terlarang itu dan sampai Darren tau pasti dia akan sangat marah karena kau membocorkan tentang pernikahan ini kepada orang lain dan orang itu baru tiga kali bertemu dengan mu " rutuk ku dalam hati pada diriku sendiri. Dan aku pun berusaha mengalihkan topik agar Edgar tak curiga.
" et vous avez mentionné son nom le connaissez-vous " ( dan kamu tadi menyebut nama nya apa kamu kenal dia ) ucap ku lagi berusaha mengalihkan topik.
" Je sais que c'est mon ex-amant qui m'a quitté parce qu'il préfère les autres hommes plus riches " ( aku kenal dia adalah mantan kekasih ku yang meninggalkan ku karena lebih memilih laki - laki lain yang lebih kaya ) ucap Edgar sedih.
" Je suis désolé, car j'ai posé ce problème " ( maaf ya karena aku menanyakan masalah ini )
" C'est fini, alors ne t'en fais pas. " ( sudah lah ini semua sudah berlalu jadi jangan di pikirkan )
" alors maintenant on s'amuse " ( jadi sekarang kita have fun ) teriak Edgar meskipun tak sampai membuat pengunjung lainnya terganggu.
Aku pun tersenyum melihat tingkah Edgar yang berusaha membuat ku tak memikirkan masalah tadi. Dan entah rasa apa ini seakan - akan menyuruh ku tersenyum lebar saat di dekat nya meskipun rasa ini tidak ada efek apa - apa hanya membuat ku bahagia dan rasa ini juga tak senyaman rasa saat aku bersama dengan Darren.