
\*\*\* AUTHOR POV \*\*\*
Di sebuah kamar yang sangat Darren kenali yaitu kamar yang biasa Alexi tempati saat tinggal di Mansion Darren. Alexi duduk di ranjang king size nya. Darren masuk ke kamar itu dan melihat Alexi yang duduk di ranjang nya. Ia pun menghampir Alexi dan ikut duduk di sebelah nya. Tetapi, saat Darren duduk di sebelah Alexi. Alexi bergegas bangkit dan menjauh dari Darren.
" Alexi kamu kenapa " tanya Darren kepada Alexi.
" aku gak mau dekat dengan mu Darren. Karena setiap kali aku dekat dengan mu bukan membuat ku bahagia malah membuat ku lebih sakit hati "
Darren hanya diam mendengarkan penuturan yang Alexi lontarkan. Karena Darren sadar bahwa semua yang di katakan Alexi adalah kebenaran nya.
" aku mencintai mu Darren. " ucap Alexi dengan air mata yang mengalir dari pelupuk matanya.
" karena aku mencintai mu jadi aku harus memilih meninggalkan mu dari pada harus melihat kau bersama orang lain. " ucap Alexi dengan air mata yang semakin deras.
Alexi melihat ada pemotong rambut berada di atas meja samping tempat tidurnya. Alexi mengambil gunting itu dan menusukkan ke perut nya. Sebelum Alexi menusukkan pemotong rambut tersebut ia mengucapkan salam perpisahan kepada Darren.
" selamat tinggal Darren, aku mencintai mu sangat " ucap Alexi lalu ia pun menusukkan pemotong rambut itu ke perutnya. Darren yang melihat pun berteriak.
" TIDAK " ucap Darren lantang dan berusaha merebut pemotong rambut itu. Tapi hasilnya nihil, Alexi lebih dulu menancap pemotong rambut itu ke perutnya.
Darren pun bangun dari mimpi nya dengan nafas yang tersenggal - senggal. Dan segera melihat ke tempat Alexi terbaring di tempatnya.
" cuma mimpi " syukur Darren karena hal yang dia alami tadi adalah mimpi.
Darren melihat jam di handphone nya dan jam masih menunjukkan 05.30 pagi. Darren pun menoleh ke arah Alexi dan menggenggam tangan Alexi yang tak ada infus.
" Alexi apa itu adalah pertanda bahwa kamu ingin meninggalkan ku. " tanya Darren ke Alexi. Darren tau bahwa Alexi gak mungkin menjawab pertanyaannya.
" jika kamu ingin meninggalkan ku juga gak apa - apa Alexi tapi, tolong jangan tinggalin mama dia sayang banget sama kamu "
" kamu tau, waktu mama tau kamu mengalami kecelakaan dan sekarang kritis. Mama menangis dengan histeris. Aku tak tega melihat mama seperti itu. "
" tolong Alexi kamu bangun. Jika kamu bangun dan kamu meminta ku untuk membebas kan mu dari pernikahan menyakitkan ini aku janji aku pasti menurutinya tapi, tolong sekarang kamu bangun dulu "
Mungkin Alexi mendengar yang semua Darren katakan dan air mata Alexi pun jatuh dari pelupuk mata nya. Darren menghapus air mata Alexi dan berkata.
" apakah sesakit itu bahkan keadaan kamu tak sadar tapi kamu masih menangis " tanya Darren sambil menghapus air mata Alexi yang jatuh dari pelupuk mata Alexi.
Cukup lama Darren menangis matanya juga memerah karena menangis. Setelah itu Darren menghapus sisa - sisa air mata nya dan bangun dari duduk nya lalu berlalu pergi keluar dari ruangan Alexi.
\*\*\* DARREN MATTHEWS POV \*\*\*
Aku bangkit dari duduk ku dan berjalan keluar dari ruangan Alexi. Saat aku membuka pintu dan yang pertama ku lihat adalah William asisten pribadi ku. Ia berdiri denngan membawa berkas. Sepertinya ia berniat ingin masuk ke rruangan Alexi tapi aku keluar terlebih dahulu.
" This young master is the file regarding the madam's accident. " ( tuan muda ini berkas - berkas mengenai kecelakaan nyonya ) ucap William sambil menyerahkan berkas - berkas itu kepada ku.
Aku pun melihat - lihat berkas itu sambil William mwnjelaskannya kepada ku.
" It says that the main factor that caused the accident was the lady's car and after the lady's car was checked the brakes failed. " ( di situ tertulis bahwa faktor utama yang menyebabkan kecelakaan adalah mobil nyonya dan setelah mobil nyonya di periksa rem nya blong ) ucap William menjelaskan.
" And what I found out a few days before the accident was that the lady had serviced the car. " ( Dan yang saya tau beberapa hari sebelum kecelakaan nyonya sempat menyerviskan mobilnya. )
" and here it is stated clearly that this case was a deliberate and planned murder. " ( dan di sini di nyatakan dengan jelas bahwa kasus ini adalah pembunuhan dengan atas unsur kesengajaan dan sudah di rencanakan. )
" But, sorry, my young master can't find out who is behind this. " ( tapi, maaf tuan muda saya tidak bisa mengetahui siapa dalang dari semua ini ).
" why can it be like that, instead it will be easier to find the culprit. because you only need to look for the CCTV footage when that person broke the Alexi brake cable. " ( kenapa bisa seperti itu, bukannya ini akan lebih mudah buat mencari pelakunya. karena kamu tinggal mencari rekaman CCTV nya saat orang itu memutus kabel rem Alexi. ) tanya ku bingung kepada William.
" before the accident the lady left the Ferrers grub company and the lady's car was parked in a special parking lot for the president of the company so I couldn't get much evidence. " ( sebelum kecelakaan nyonya keluar dari perusahaan Ferrers grub dan mobil nyonya parkir di parkiran khusus presdir perusahaan jadi saya tidak bisa mendapatkan banyak bukti. ) jelas William.
Aku bingung harus bagaimana lagi. Dan yang lebih aku bingung kan kenapa Alexi bisa parkir di parkiran khusus presdir Ferrers grup. Yang aku tau presdir dari perusahaan itu adalah seorang laki - laki yang kira - kira umurnya sudah mencapai ke kepala empat. Kalau gak salah namanya Hadi Ferrers.
" apa yang aku tidak ketahui dari kamu Alexi. Kenapa kamu bisa parkir di tempat khusus seperti itu apa kamu punya hubungan spesial dengan presdir perusahaan itu. " gumam ku dalam hati sambil melamun.
" meskipun perusahaan itu termasuk salah - satu perusahaan terbesar di dunia dan jangan lupa perusahaan ku juga termasuk salah - satu di dalam nya tapi, kamu gak bisa seperti ini. " gumam ku lagi sambil terus melamun dengan semua kebingungan ku.
" young master " ( tuan muda ) panggil William membuyarkan lamunan ku.
" You continue to investigate until you can if there is the slightest information immediately report to me. " ( kamu terus selidiki sampai dapat jika ada informasi sekecil apapun segera laporkan ke saya. )
" good, young master " ( baik, tuan muda ) jawab William kemudian meninggalkan rumah sakit untuk melanjutkan penyelidikannya.
maaf ya readers aku telat up nya.