My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
episode 13



\*\*\* ALEXI FERRERS POV \*\*\*


Dan tibalah aku di sini di restoran pranciss yang sangat terkenal dan terbesar di kota New York. Biasa nya orang - orang yang datang adalah orang - orang kalangan atas.


Cukup lama aku menunggu Billy dan akhirnya dia datang juga. Tadi saja dia marah dan teriak - teriak gak jelas kepada ku dan sekarang malah dia sendiri yang telat... aku benar - benat kesal terhadap dia.


Dia pun turun dari mobil dan tersenyum kepada ku. Setelah itu menggandeng tangan ku masuk ke dalam restoran. Dan tak menghiraukan wajah ku yang sudah merah padam akibat kekesalan ku pada sepupuku satu - satunya ini.


Kami pun duduk dan memesan makanan.


" excusez-moi, ceci est le livre de menu, que voulez-vous, monsieur et madame? " ( permisi ini buku menunya, mau pesan apa tuan dan nona ) tawar pelayan itu setelah memberikan buku menu ke arah ku dan Billy. Aku pun melihat - lihat buku menu tersebut dan memilih.


" Je veux du Foie Gras pour un verre Sidecar et pour le dessert je veux de la crème brûlée, que voulez-vous? " ( saya mau Foie Gras satu minumannya Sidecar dan untuk hidangan penutupnya saya mau Crème Brulee saja, kamu mau apa..? ) tanya ku pada Billy setelah aku selesai memesan.


" Je veux une crème brûlée et les boissons sont les mêmes " ( saya mau Crème Brulee satu dan minumannya samakan saja )


" c'est tout " ( itu saja ) tanya pelayan itu lagi.


" oui " ( ya ) jawab ku dan Billy bebarengan.


" Eh bien, attendez un instant, mesdames et messieurs " ( baik, di tunggu sebentar ya tuan dan nona ) pinta pelayan itu sebelum pergi meninggalkan meja kami berdua dan berlalu pergi.


Sekitar 15 menit kami berdua menunggu dan akhirnya yang di tunggu - tunggu telah tiba. Yaitu makanan kami. Kami berdua pun makan dengan tenang.


Sekitar 20 menit kami menyelesaikan makan kami. Dan entah angin dari mana yang merasukinya sampai ia baik kepadaku dan memperlakukan ku seperti ratu untuk semalam. Seperti menarik kursi yang akan ku duduki, membantu ku mengiris makanan ku dan masih banyak lagi.


\*\*\* AUTHOR POV \*\*\*


Dan tanpa Alexi ketahui sepasang bola mata selalu memperhatikannya mulai saat Alexi masuk dan sampai mereka berdua makan. Sepasang bola mata tersebut selalu memperhatikan Alexi dan tak berpaling aedikit pun.


Sampai akhirnya dia selesai makan dan harus pergi dari restoran itu. Saat sepasang bola mata nya masih mempunyai kesempatan untuk memperhatikan Alexi dia tak pernah membuang - buang kesempatan untuk melakukannya. Dan sepasang bola mata itu adalah Darren Matthews suami Alexi sendiri.


\*\*\* DARREN MATTHEWS POV \*\*\*


sekarang aku sedang berada di restotan pranciss utuk dinner bersama Khatelyna. Tiba - tiba mata ku menangkap sosok yang ku kenal dia baru saja memasuki restoran pranciss juga dan yang paling membuat ku geram dia bergandengan tangan bersama seorang laki - laki.


Lalu se waktu dia ingin duduk laki - laki itu juga menarikan kursinya untuk di duduki olehnya. Dan wanita itu siapa lagi kalau bukan Alexi istri ku. Bagaimana bisa dia berselingkuh di belakang ku seperti ini. Dia benar bernyali besar.


" lihat saja Alexi, apa yang akan aku lakukan kepada mu " gumam ku sambil masih terus memperhatikan Alexi yang duduk tak terlalu jauh dari meja ku dan Khatelyna.


Untuk sekarang ini aku benar - benar tak ingin pulang setelah melihat Alexi bersama laki - laki lain. Dan aku pun memutuskan mengajak Khatelyna ke hotel. Aku ingin meluapkan kekesalan ku dengan bercinta dengan Khatelyna. Dan semua ini adalah hal biasa buat ku dan Khatelyna.


" Honey, we go to a hotel. it's been a long time since I did a hot scene with you since you were always busy with your model career " ( sayang, kita pergi ke hotel ya. sudah lama sekali aku tak melakukan adegan panas bersama mu semenjak kamu selalu sibuk dengan karir model mu ) kata ku manja kepada Khatelyna berharap dia mau bercinta dengan ku untuk malam ini.


Khatelyna hanya mengangguk dan tersenyum kepada ku. Dan satu poin plus lagi untuk Khatelyna karena dari dulu dia tak pernah menolak jika aku ingin bercinta dengannya.


Kami berdua pun berdiri dan hendak lergi ke hotel sebelum itu. Aku membayar bill ku dulu.


" excusez-moi s'il vous plaît, facturez-moi " ( permisi tolong bill saya ) panggil ku pada pelayan yang adadi restoran itu dan meminta bill ku. Aku membayar bill dan setelah itu pergi dari restoran itu.


Tetapi, sebelum pergi aku melihat ke arah Alexi dan ternyata Alexi juga melihat ke arah ku dengan tatapan yang sulit di artikan. Tanpa sadar ku rangkul pinggang Khatelyna erat dan saat aku melihat Alexi dia menundukkan kepalanya dan ekspresi wajahnya suram.


Tanpa peduli aku terus berjalan sambil tangan ku masih merangkuk Khatelyna. Saat sampai di depan mobil aku membukaan pintu untuk Khatelyna. Mobil pun melaju denga kecepatan standart dan berlalu pergi ke hotel.


\*\*\* AUTHOR POV \*\*\*


tanpa sadar setelah Alexi melihat Darren suaminya bersama kekasihnya air mata nya jatuh melalui mata nya dan mengalir di pipinya deras. Dia mengangis histeris di restoran itu sampai Alexi sesegukan. Billy yang melihat Alexi menangis histeris seperti itu pun bingung dan khawatir. Bagaimana tidak bisa khatwatir dan bingung karena dari tadi Alexi hanya diam dan memperhatikan laki - laki yang meringkuh pinggang wanita dan keluar dari restoran itu.


" Oh yeah, man, what relationship does Alexi have with him? Isn't he Darren Matthews the young president of the Matthews Company company? " ( oh ya laki - laki tadi, ada hubungan apa Alexi dengan nya bukan kah dia Darren Matthews presdir muda dari perusahaan Matthews Company ) gumam Billy bingung..


Billy pun di buat semakin bingung pasalnya Alexi tak henti - hentinya menangis dan semua orang sudah menatap ku seolah akulah yang menyebabkan wanita di depan ku ini menangis histeris. Aku pun mencoba menenangkan Alexi.


" Alexi, calm down, everyone's staring at us " ( Alexi kamu tenang dulu, semua orang menatap kita ) bujuk Billy menenangkan Alexi sambil memegang tangannya.


Setelah sekian banyak bujukan yang terlontar dari bibir Billy akhirnya Alexi pun sedikit tenang dan hanya tersisa sesegukannya saja. Billy pun mengajak Alexi untuk meninggalkan restoran itu dan saat Billy ingin mengantarkan Alexi pulang. Alexi tidak mau dan ingin pulang sendiri dan menenangkan pikiran nya.


" Alexi, I'll take you home, okay? " ( Alexi, aku antar kamu pulang ya ) tawar ku karena aku tak tega melihat Alexi yang kacau seperti itu.


" no need I can go home alone and I want to calm my mind first. better you go home and don't have to worry about me. " ( gak usah aku bisa pulang sendiri dan aku mau menenangkan pikiran ku terlebih dahulu. mendingan kamu pulang saja dan gak usah mengkhwatirkan aku. ) tolak Alexi lembut.


" but... " ( tapi... )


" I'm fine, I'm fine ... I just need to go home and rest after that. " ( udah gak apa - apa aku baik - baik saja kok.. aku kan hanya perlu pulang dan setelah itu istirahat. ) potong Alexi dan berusaha tersenyum untuk meyakinkan Billi bahwa diri nya baik - baik saja.


setelah itu Alexi dan Billy pun pulang ke mansion masing - masing.


jangan lupa tinggalkan jejak ya readers.. berupa like, comment dan bila perlu jadikan favorit... see you 😚😚