
\*\*\*DARREN MATTHEWS POV\*\*\*
Sesuai dengan permintaan Mommy kemarin dan mau tidak mau aku harus menurutinya karena Mommy bersikukuh untuk ku mengabulkannya. Awalnya aku bingung kenapa Mommy meminta hal seperti ini dan hal ini mendadak jadi aku harus mempersiapkannya dengan ekstra kilat dan tentunya dengan teliti.
Flashback On.
Setelah itu Mommy mengahadap ku arahku dan bertanya. " Can you grant Mommy's one wish, dear ! " ( Bisakah kau mengabulkan satu permintaan Mommy, dear ! )
" What mom ? if I could, of course I would grant it " ( Apa Mom ? jika aku sanggup pasti aku akan mengabulkannya ) Ucapku meyakinkan Mommy.
" Mom wants you to invest in a fashion show project from the Ferrers Group company " ( Mom mau kamu berinvestasi di proyek perteunjukkan busana dari perusahaan Ferrers Group ) Ucapnya seketika itu aku cengo, apa coba maksudnya kenapa juga aku harus berinvestasi dalam proyek itu yang jelas - jelas tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaanku sama sekali.
Apalagi ini pertunjukkan fashion, hubungannya dengan perusahaanku apa ? perusahaanku kan bergerak di bidang real estate dan technology dan jelas sekali ini tak ada sangkut pautnya sama sekali. Apalagi perusahaan itu saat ini sedang mengalami krisis karena anjloknya saham perusahaan dan itu membuatku mau tidak mau harus memikirkan seribu kali untuk berinvestasi.
Sebenarnya aku bisa saja berinvestasi tapi memang apa keuntungannya untuk perusahaanku, jelas sekali tidak ada.
Aku tau perusahaanku dengan perusahaan Ferrers memang sama - sama besar tapi kan aku juga tak harus berinvestasi di perusahaan itu.
" Dear " Mom menepuk pundakku membuatku tertarik dari alam bawah sadarku. Sedari tadi aku hanya diam dengan mulutku yang terbuka ya meskipun gak lebar kan aku jadi malu kalau lebar - lebar meskipun di depan Mommy ku sendiri.
" Do you want to grant Mommy's request ? " ( Kamu mau kan mengabulkan permintaan Mommy yang satu ini ? ) Tanya Mommy menuntut.
" Can't, Mom, what's the benefit for my company ! Mom, you know what my company is in, and what Ferrers group is in, our company isn't as much as Mom. " ( Gak bisa Mom, emangnya apa keuntungan buat perusahaanku ! Mom kan tau perusahaanku bergerak di bidang apa dan perusahaan Ferrers group juga bergerak di bidang apa, perusahaan kita gak sejalur Mom. ) Jelasku panjang lebar dan kulihat Mom tetap menatapku dengan tajam seoalah - olah ingin mengulitiku hidup - hidup.
" The company is also currently experiencing a crisis, the company's shares are plummeting because its president who is currently sick and various other bad news that causes his company cannot rise easily. " ( Perusahaan itu juga saat ini sedang mengalami krisis, saham perusahaan sedang anjlok karena presdirnya yang saat ini sedang jatuh sakit dan berbagai berita buruk lainnya yang mengakibatkan perusahaannya tidak dapat bangkit dengan mudah. ) Sambungku lagi tetapi Mom tetap menatapku tajam dan saat ini sudah semakin tajam.
" Mom, I don't want to know, anyway, you should invest in this Ferrers group project ! " ( Mom gak mau tau, pokoknya kamu harus berinvestasi dalam proyek Ferrers group yang satu ini ! ) Mommy masih kekeh dalam pendiriannya meskipun aku sudah memberinya pernyataan yang menurutku sudah sangat jelas dan sekarang aku bingung bagaimana cara menolaknya.
" Otherwise Mom will cross you off the family card. " ( Kalau tidak Mom akan mencoretmu dari kartu keluarga )
****** aku.
Seketika alarm tanda bahayaku berbunyi nyaring, aku tau Mom pasti takkan main - main dengan ucapannya. Jika Mom sudah berucap apapun pasti akan terjadi sesuai ucapannya.
Akhirnya aku pun hanya mengangguk pasrah dengan wajah lesuku. Aku sudah pasrah dari pada aku benar - benar di coret dari KK.
Flashback End.
Setelah pulang dari mansion Mommy aku segara menghubungi William untuk mempersiapkan semuanya. Awalnya William juga sama bingungnya denganku dan banyak bertanya ini dan itu membuatku semakin pusing. Tapi aku tak memperdulikan semua pertanyaannya dan segera menyuruhnya mempersiapkan semuanya kemudian aku langsung memutuskan sambungan telfonnya sebelum William bertanya terus - menerus.
Aku juga bingung dengan Mommy, bagaimana bisa Mommy menyuruhku berinvestasi dengan perusahaan yang saat ini sedang mengalami krisis ?. Pertanyaan itu selalu melayang di pikiranku membuat kepalaku berdenyut sakit.
...
Saat ini aku bersama William sedang berada di Rubirosa Restorante, Restauran Italia yang berada di New York, Amerika yang menyajikan masakan Italia Selatan.
Tak lama kemudian dari arah belakangku aku mendengar suara seseorang yang sangat familiar di telingaku, suara seseorang yang sangat ku rindukan selama ini.
Aku segera bangkit dan menoleh ke arah belakang dan benar saja itu adalah istriku Alexi. Setelah satu minggu aku kalut mencarinya kesana kesini tapi tidak di sangka - sangka saat ini dia malah menemui ku dengan sendirinya.
Aku pun tersenyum lebar dan segera menubrukkan badanku dengan badan mungilnya. Setelah itu aku mempererat pelukanku dan menghirup aroma asli Alexi istriku yang bagaikan candu bagiku, dapat ku rasakan bahwa Alexi memberontak ingin melepaskan dirinya dari rengkuhanku tapi apalah dayanya yang memiliku badan mungil pastinya dia takkan bisa melepaskan pelukan eratku.
Tiba - tiba aku merasakan sakit di kakiku dan ternyata pelakunya ialah Alexi yang sengaja menginjak kakiku dengan keras, setelah itu ia berjalan melewatiku sambil tersenyum sinis dan melirik ke arahku yang sedang mengaduh kesakitan.
Ku lihat Alexi duduk di kursi yang ada di depanku dan mengulurkan tangan, aku yang saat itu bingung pun hanya menatap tanganya yang terulur ke arahku sambail mengerutkan keningku.
Kalimat selanjutnya membuatku terkejut bukan main. " Selamat siang tuan Matthews, saya Alexi Ferrers presdir dari Ferrers group " Aku membelakkan mataku, bergantian menatap Alexi dan tanganya yang hanya melayang di udara tanpa balasan dariku yang masih dalam mode shock.
Kemudian ku lihat ke arah samping tepatnya tempat William berada, ia sama denganku membelakkan matanya dengan mulutnya yang di buka lebar. Mungkin sebentar lagi para lalat akan hinggap di situ.
Kemudian aku menyenggol tangan William, ia tersentak dan segera menutup mulutnya yang dari tadi terbuka lebar. Setelah itu aku menatap ke manik mata Alexi istriku dan meminta penjelasan lewat tatapan mataku.
Kulihat dia hanya mengedikkan bahunya kemudian duduk di kursi yang ada di depanku, tangannya dari tadi sudah ia turunkan karena tak kunjung menerima balasan dariku.
Kami hanya terdiam, aku masih shock dengan perkanalannya tadi tapi itu hanya berlangsung satu menit kemudian Alexi kembali bersuara. " Bisa kita mulai tuan Matthews "
" Baiklah " Rapatpun di mulai, Alexi menjelaskan dengan sangat baik dan profesional dan untukku, aku dari tadi hanya menatapnya tanpa tahu apa yang saat ini ia jelaskan.
Ingatkan diriku untuk berterima kasih kepada Mommyku, awalnya aku bingung kenapa ia bersikeras menyuruhku untuk berinvestasi dalam proyek ini. Dan saat aku sudah tahu aku sangat senang sekali. Apa mungkin Mommy sudah tahu dari awal bahwa Alexi adalah presdir dari Ferrers group, tapi kenapa yang beradar saat ini sebagai presdir dari perusahaan Farrers group adalah orang yang bernama Hadi bukan Alexi ?.
Alah biarkan saja yang penting aku sudah bertemu dengan istri tercintaku, aku berencana untuk mendekatinya melalui kerja sama ini seperti pepatah sekali dayung dua pulau terlampaui.