
\*\*\*AUTHOR POV\*\*\*
Sudah satu minggu ini usaha Alexi mendapatkan investor yang mau di ajak bekerja sama pada proyeknya kali ini, ia berencana akan mengadakan pertunjukkan busana rancangan terbarunya. Untung saja saat dirinya berada di Jakarta ia sering menuangkan ide - ide rancangan busananya dalam buku sketsanya dan saat inilah waktu yang tepat untuk dirinya mengambangkan ranacangan busananya.
Bukan hanya busana, Alexi juga merancang berbagai tas jinjing, high heels dan masih banyak lagi tapi Alexi tak mungkin bisa untuk mengembangkan seluruhnya karena waktu yang di berikan sangatlah mepet dan hanya memungkinkan untuk mengembangkan busananya saja.
Jadi sekarang ini Alexi sangatlah sibuk, dan ia juga sesekali menengok Om nya yang di rawat di rumah sakit.
Karena kejadian ini juga dia tak bisa menemani buah hatinya, padahal meskipun sesibuk apapun dirinya pasti Alexi akan menyempatkan waktu untuk bermain atau sekedar menemani buah hatinya bermain.
Beruntung kedua buah hatinya tak pernah menuntutnya dirinya untuk menemani mereka bermain, kedua buah hati Alexi sangat memaklumi dirinya yang selalu berangkat pagi dan pulang larut malam.
Jika Alexi yang sangat sibuk dengan kebangkitan perusahaannya, lain halnya dengan Darren yang saat ini sedang kacau karena sudah satu minggu ini orang suruhan bahkan detektif handalnya tak bisa menemukan istrinya Alexi.
\*\*\*DARREN MATTHEWS POV\*\*\*
Satu minggu ! semua orang suruhanku masih tak bisa menamukan istriku. Aku kacau, aku sangat merindukannya, setiap malam aku tak henti - hentinya memikirkannya.
Saat ini sedang di perusahaan, karena amarahku yang meletup - letup dan aku juga tak bisa mengontrolnya akhirnya aku melampiaskan ke semua karyawanku. Semua karyawan terkena amukanku, meskipun mereka membuat kesalahan kecil tapi aku memarahinya habis - habisan.
Saat ini aku sudah seperti anak gadis yang sedang PMS, aku tak bisa mengontrol amarahku dari aku berangkat ke perusahaan dan tak mendapat kabar apapun dari orang - orang suruhanku.
Semua pekerjaanku pun dari tadi tak tersentuh sama sekali dan masih tertata rapi di atas mejaku. Semua terbengkalai dan aku tak peduli semua itu.
Aku masih setia bergelung dengan amarah dan pikiranku, tiba - tiba handphoneku berbunyi dan mengintrupsiku dari seluruh pikiranku.
**Chorus
'Cause I knew you were trouble when you walked in
So shame on me now
Flew me to places I'd never been
'Till you put me down
Oh, I knew you were trouble when you walked in
So shame on me now
Flew me to places I'd never been
Now I'm lying on the cold hard ground
( Taylor Swift - I Knew You Were Trouble**. )
" Hello, dear " ( Halo, dear ) Jawabnya dari sebrang telfon, aku hafal betul suara siapa yang menelfonku ini. Aku pun tersenyum saat mendengar suara dari sebrang telfon sana.
" Yes, what's up Mom ? " ( Ya, ada apa Mom ? ) Aku masih tersenyum manis meskipun aku tau Mommy pasti takkan tau bahwa aku saat ini sedang tersenyum manis untuk dirinya.
Yap, yang menelfonku adalah Mommy tercintaku. Rasanya aku sudah lama tidak mengunjungi dirinya karena kesibukan dari perusahaanku dan aku sangat merindukannya.
" Dear can you go to the mansion now ? I have something to tell you, it's important ! " ( Dear bisakah kamu ke mansion sekarang ? ada hal yang ingin Mom sampaikan kepadamu, penting ! ) Aku sempat berpikir apa yang sangat penting sehingga Mommy menyuruhku ke mansionnya sekarang juga. Tapi tak ada satu pun alasan yang tepat yang muncul di otakku, aku yang sudah sangat penasaran pun langsung menanyakannya kepada Mommy dari pada aku pusing hanya untuk memikirkan alasan yang tepat.
" Is there really any important thing about Mom that I have to go to Mommy's mansion right now, is it really important to you ? " ( Memang ada hal penting apa Mom sampai aku harus ke mansion Mommy sekarang juga, apakah penting sekali Mom ? ) Tanyaku yang tak ingin menebak - nebak lagi alasannya.
" Let's talk about it at Mommy's mansion, dear " ( Kita bicarakan di mansion Mommy saja dear ) Kemudian Mommy memutus sambungan telfon sebelum aku menjawan apapun, aku hanya mendengus kesal karena Mommy memutuskan sambungan secara sepihak.
Aku pun segera bangkit dari kursi kebesaranku kemudian melenggang pergi keluar dari ruanganku, aku berhenti terlebih dahulu di depan meja kerja Jeny sekretarisku di kantor.
"Jeny, clear all my schedules today " " ( Jeny, kosongkan semua jadwal saya hari ini ) Ucapku dingin dan segera melenggang pergi meninggalkan meja kerja sekretatisku tanpa menunggu jawaban dari Jeny.
Aku bergegas menaiki lift khusus petinggi perusahaan dari lantai 30 menuju ke lobby kantor. Dan aku juga sudah menyuruh William untuk menyiapkan mobil.
Perusahaanku memiliku 30 lantai dan di lantai 30 hanya ada ruanganku dan ruangan William asisten pribadiku yang berada di samping ruanganku, untuk meja kerja Jeny sekretarisku berada di depan ruanganku. Aku sengaja tidak menempatkan Jeny di dalam satu ruangan bersama William, supaya lebih mempermudah diriku jika aku butuh sesuatu.
Karena aku sudah membagi tugas untuk mereka masing - masing, untuk Jeny aku menugaskannya cenderung ke urusan perusahaan pusat meskipun juga di bantu dengan William. Dan untuk William sendiri aku lebih memberinya banyak tugas bukan hanya perusahaan pusat melainkan perusahaan cabang juga jikalau tidak ada hal yang darurat, aku cukup mengirim William ke sana dan dia yang akan menyelesaikan sesuai intruksiku.
Dan untuk tugas William juga kadang - kadang menyelesaikan masalah pribadiku atau mencari segala informasi yang aku butuhkan dan masih banyak lagi, jika aku jabarkan mungkin bisa sangat panjang sekali
Setelah sampai di lobby perusahaan aku segera menuju ke mobil yang sudah di siapkan oleh William. William pun membukakan pintu mobil bagian belakang dan aku segera bergegas masuk begitu juga William yang masuk ke kursi pengemudi dan kita berdua pun bergegas ke mansion Mommy.
...
30 menit perjalananku dari perusahaan ke mansion Mommy, akhirnya aku sampai juga dan aku segera bergegas mencari Mommy.
" Mommy " Panggilku sambil berteriak dengan mataku yang sibuk melihat ke arah lantai dua, siapa tahu Mommy berada kamarnya yang ada di lantai dua.
Aku yang tak kunjung mendapat jawaban pun segera menuju ke dapur, tapi aku juga tak kunjung menemukan Mommy. Di dapur hanya ada para pelayan yang menyiapkan makan siang karena sebentar lagi waktunya makan siang.
Aku pun akhirnya bertanya kepada para pelayan di mana keberadaan Mommyku. " Bi Mar, where is Mommy going ? " ( Bi Mar , Mommy kemana ? ) Tanyaku yang masih celingukan mencari keberadaan Mommy.
" It looks like in the garden behind the young master " ( Sepertinya di taman belakang tuan muda ) Jawab Bibi Marris kepala pelayan di mansion Mommy.
Aku pun segera menuju ke Mommy dan membicarakan hal penting apa yang ingin Mommy beritahu padaku saat di telfon tadi dan sampai - sampai mengharuskan aku ke mansion sekarang juga.
Sesampainya di halaman belakang aku melihat Mommy sedang duduk di gazebo dan sepertinya Mommy baru saja menyelesaikan menyiram tanaman kesayangannya. Aku menghampiri Mommy dan langsung duduk di sebelahnya, ku lihat Mommy sedikit terkejut karena kehadiranku yang tiba - tiba duduk di sebelahnya.
Setelah Mommy mengahadap ku arahku dan bertanya. " Can you grant Mommy's one wish, dear ! " ( Bisakah kau mengabulkan satu permintaan Mommy, dear ! )