
\*\*\* AUTHOR POV \*\*\*
" Dasar jalang, bagaiman bisa lo mau sama Om - Om itu Alexi padahal lo adalah istri gua, gua bisa ngasih lo segalanya tanpa harus jual tubuh lo ke Om - Om kayak gitu " teriak Darren murka saat sambungan telfonnya sudah terputus.
Darren berfikir bahwa Alexi menjual tubuh nya agar ia bisa mendapatkan kemewahan.
Darren benar - benar murka saat mengetahui Alexi bertemu dengan seorang Om - Om yang bahkan kekayaannya tak sampai setengah dari kekayaannya.
\*\*\* DARREN MATTHEWS POV \*\*\*
Aku benar - benar murka saat mengetahui semua itu. Segara ku bergegas untuk menemui Alexi yang berada di restoran Pranciss. Aku keluar dari ruangan ku dan menuju ke parkiran khusus presdir di perusahaan ku.
Ku bergegas mengendarai mobil dengan kecepatan maximal memecah kepadatan jalanan kota New York, Amerika ini. Supaya aku bisa segera bertemu dengan Alexi.
Saat tiba di depan restoran aku bergegas masuk ke restoran. Dan William yang melihat ku langsung menghampiri ku. Tapi, aku tak peduli dan aku segera ke meja Alexi bertemu dengan Om - Om itu.
Saat berada di depannya, ku tarik tangan Alexi dan menariknya pergi dari restoran itu. Dia memberontak dan terus memberontak. Ku bawa dia ke mobil dan mendorong nya masuk ke mobil dengan kasar.
Ku melajukan mobil dengan kecepatan maximal dan Alexi hanya diam di kursi penumpang. Alexi tak menoleh sedikit pun kepada ku dia hanya menoleh ke jendela dan memperhatikan jalan saat di perjalanan.
....
Sampai nya di depan mansion aku turun dan sebelum aku masuk ke mansion ku buka pintu mobil penumpang dan menyeret Alexi ke dalam mansion. Dia terus saja memberontak dan berteriak meminta untuk melepaskan tangannya.
Sampai di dalam mansion tepatnya di ruang tamu. Ku lemparkan tubuh mungilnya itu ke sofa. Dan aku pun berkata.
" lo mau apa sih, bisa - bisa nya ya lo bertemu Om - Om kayak gitu di bekakang gua. Apa belum cukup lo gua kasih kemewahan ini dan lo malah cari Om - Om. Lo seperti jalang lo tau itu " teriak ku murka di depan Alexi. Dia hanya diam dam menundukkan kepalanya.
" jawab Alexi, apa belum kurang lo gua kasih semua kemewahan ini. Lo bisu ya apa lo tuli gak bisa dengar kata - kata gua " teriak ku lagi dan menuntut Alexi untuk menjawab pertanyaanku.
" emang lo pikir gua wanita apa. Gua gak ada pikiran buat ngelakuin perbuatan yang lo katakan barusan " jawab Alexi dan dia masih menundukkan wajahnya. Ku lihat air matanya deras mengalir di pipinya.
" heh.. lo gak usah munafik bilang aja kalau yang gua berikan ke lo kurang. Gua bakal kasih lo lebih banyak lagi kalau lo minta. " kata ku meremehkan Alexi.
" gua gak butuh uang lo. Gua bisa cari sendiri tanpa bantuan lo pun gua bisa " jawan Alexi sambil tersenyum sinis ke arah ku setelah dia mengangkat wajahnya menatap ku.
" dasar jalang, apa cara nya dengan jual tubuh lo. Sudah berapa banyak lelaki yang menjama'ah tubuh lo itu " teriak ku dan tersenyum sinis ke arah Alexi.
Plakk.. ( suara tamparan Alexi di pipi Darren ).
Ku tak habis fikir jika Alexi akan menamparku dan setelah itu Alexi lari dan naik ke atas ke lantai dua. Alexi masuk ke kamar nya dan menurup pintu dengan keras.
Dan kulihat di atas meja banyak sekali berkas - berkas yang aku tinggal kan begitu saja saat mengetahui Alexi bertemu dengan Om - Om itu. Dan aku mencoba untuk menyelesaikan berkas - berkas yang sudah menumpuk di depan ku. Tapi, aku tidak bisa konsentrasi sama sekali dan semua kejadian itu berputar - putar di otak ku.
" brengs*ek " umpat ku.
Aku tidak bisa konsentrasi sama sekali dan aku keluar dari ruangan ku. Saat sampai di depan pintu ruangan ku memerintahkan Angel sekretaris ku di perusahaan untuk membatalkan semua jadwal ku.
Karena waktu masih sore, aku pun akhirnya ke bar terbesar di kota New York, Amerika ini. Aku ingin menghilangkan sakit kepala ku ini akibat ulah Alexi itu.
...
Bar terbesar di New York.
Aku masuk dan menuju ke tempat bartender dan memesan vodka beralkohol tinggi dan meminumnya sampai aku tak sadar jika aku sudah mabuk berat. Setalah itu aku tak tau apa yang terjadi pada ku.
\*\*\* ALEXI FERRERS POV \*\*\*
Waktu menunjukkan sudah pukul 23.00 waktu Amerika. Aku waktu itu yang berada di kamar. Akhirnya aku pun turun untuk mengambil minuman dan mendapati mansion ini sudah gelap dan sepi. Tiba - tiba terdengar suara ketukan pintu. Dan segera aku menuju ke pintu dan membukanya. Saat aku buka ternyata Darren dan William yang baru saja pulang dengan keadaan Darren yang mabuk berat.
" Ma'am, please young master he is very drunk. " ( nyonya, tolong tuan muda dia mabuk berat. ) kata William asisten pribadi Darren.
" please bring it to his room " ( tolong bawa masuk ke kamarnya ) pinta ku ke William.
William pun membawa Darren ke atas untuk ke kamarnya. Saat sampai di kamar William membaringkan tubuh Darren ke ranjang dan berpamitan untuk pulang karena sudah sangat malam.
Aku pun membawa air untuk mengelap tubuh Darren dan membersihkannya. Setelah itu mengganti bajunya. Saat aku membersihkan badannya Darren mengigau dan memanggil nama ku.
" Alexi, kenapa lo mau sama Om - Om itu.. gua bisa kok ngasih lo segalanya buat lo " ngigau Darren saat aku membersihkan tubuhnya.
" kenapa lo bisa berfikiran seperti itu sih ren.. gua gak pernah berfikiran buat hianatin lo... bahkan lo sendiri aja masih punya kekasih terus gua harus lakukan apa ren, hati gua sakit ngelihat lo sama wanita lain tapi gua bisa apa, karena gua sadar gua cuma pengganti di sini " kata ku menangis di hadapan Darren.
Aku menangis histeris di depan Darren. Untuk sekali ini saja aku ingin meluapkan semua kesedihan ku. Di depannya meskipun ia tak mungkin pernah tau. Seperti ini saja sudah cukup.
Setelah aku sudah puas menangis aku pun melanjutkan membersihkan tubuh Darren dan menggantikan baju Darren karena semua baju nya sudah bau alkohol. Setelah aku selesai membersihkan badannya aku pun menyelimutinya dan kembali ke kamar ku.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers berupa like, comment dan bila perlu jadikan favorit biar gak ketinggalan novel ku ya..
see you😚😚😚
terima kasih..