My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
episode 12



  *** DARREN MATTHEWS POV ***


Perjalanan ke perusahaan ku yaitu perusahaan Matthews Company. Aku baru mengingat bahwa aku menyruruh William asisten pribadi ku untuk menyelidiki latar belakang Alexi. Dan aku pun bertanya.


" will, how is your investigation of Alexi's background " ( will, bagaimana penyelidikan mu tentang latar belakang Alexi ) tanya ku pada William asisten ku saat masih berada di perjalanan menuju ke perusahaan.


" sorry young master, but your background is very difficult to be matched. all like hidden. " ( maaf tuan muda, tapi latar belakang nyonya sangat susah untuk di korek. semua seperti di sembunyikan. ) jawan William meminta maaf.


Aku pun diam dan tak berkata apa - apa lagi.


" siapa sebenarnya kamu Alexi kenapa sulit sekali mencari informasimu bahkan orang - orang ku saja gak bisa menggali lebih dalam latar belakang kamu sebenarnya.. dan kenapa kamu gak pernah marah jika kamu melihat suamimu ini bermesraan dengan wanita lain... kamu malah biasa - biasa saja.. kenapa aku selalu merasa kalau aku harus peduli kepada mu... " gumam ku dalam hati.


" sorry, young master, but I got information that the lady is the owner of the A&F restaurant " ( maaf tuan muda tapi, saya mendapat informasi kalau nyonya adalah pemilik restoran A&F restaurant ) ucap William memecahkan lamunan ku.


Aku pun bergumam lagi dan memikirkan kira - kira seberapa banyak rahasia yang di sembunyikan oleh Alexi dari ku.


" kamu akan memberikan aku kejutan apa lagi Alexi.. semua kehidupan mu bagaikan teka - teki yang harus ku pecahkan. " gumam ku lagi.


....


Tak terasa mobil yang ku tumapangi sudah sampai di parkiran khusus presdir di parkiran perusahaan ku. Aku turun dan bergegas menuju ke lift khusus presdir dan naik ke ruangan ku.


Saat aku berada di depan ruangan ku. Aku menanyakan jadwal ku. Dan seperti biasa jadwal ku sangat padat sampai malam hari. Tetapi, aku meminta agar jadwal ku di malam hari di undur karena aku masih harus dinner dengan Khatelyna kekasih ku.


" please cancel my schedule at night because I have personal needs " ( tolong undur jadwal saya pada malam hari karena saya ada keperluan pribadi ) pinta ku pada Angel sekretarisku dan berlalu memasuki ruangan ku.


Aku bergelut dengan berkas - berkas ku dan mengusahakan untuk cepat - cepat menyelesaikannya agar aku punya banyak waktu untuk Khatelyna.


....


\*\*\* ALEXI FERRERS POV \*\*\*


Hati ku benar - benar kacau saat mendengar semua perkataan Darren kepada kekasihnya. Awalnya aku merasa saat Darren mau mengakui ku istri di depan kekasihnya. Tetapi, seketika hati ku hancur saat ia bilang aku adalah pengganti dan akan dia ceraikan saat Khatelyna sudah siap menikah dengannya.


Air mata ku seperti sungai yang deras dan tak ada habisnya. Saat aku berlari ingin meninggalkan mansionnya aku malah tak sengaja menabrak William dan aku juga tak menghiraukan pertanyaan William sama sekali. Dan berlari ke mobil dan melajukan mobil ku dengan kecepatan yang maximal.


Sepanjang jalan aku mengendarai mobil ku dengan kecepatan maximal dan sesekali tak mematuhi rambu - rambu lalu lintas. Dan aku masih beruntung karena aku tak mengalami kecelakaan.


Aku tak sadar dan mobil ku sampai di sebuah bukit yang indah dan masih sejuk. Benar - benar indah itulah kata - kata yang selalu keluar dari mulut ku saat menatap indah nya bukit ini.


Ku rebahkan badan ku di atas rerumputan. Udara yang sejuk dam masih asri membuat ku terlena dan tak ingin beranjak pergi meninggalkannya. Setiap harinya aku selalu memikirkan tentang bekerja dan bekerja dan untuk kali ini saja biarkan semua fikiran itu lenyap untuk sementara waktu saja. Tiba - tiba terdengar suara seorang laki - laki menggunakan bahasa pranciss.


" salut .. tu vas bien ..? " ( hai.. kamu tidak apa - apa..? ) sapanya dengan suara beratnya.


Perlahan ku buka mata ku dan kulihat lelaki di depan ku. Dia sangat tampan dan tinggi juga putih. Dan aku pun menjawab


" Je vais bien .. Je veux juste profiter de l'air frais sur cette colline " ( saya tidak apa - apa.. saya hanya ingin menikmati segarnya udara di bukit ini ) jawab ku setelah membuka mata dan memposisikan badan ku duduk.


" Edgar " mengulurkan tangan.


" Alexi " menjabat tangan.


" puis-je m'asseoir à côté de vous " ( boleh saya duduk di samping mu ) izinnya kepada ku untuk duduk di sebelahku.


" Pria yang sopan " gumam ku sebelum menjawab pertanyaan dari laki - laki yang mengaku bernama Edgar. Dan aku pun menjawab.


\*\*\* AUTHOR POV \*\*\*


Tanpa Alexi ketahui Edgar diam - diam melirik ke arah Alexi yang sedang memejamkan matanya.


" jolie " ( cantik ) gumam Edgar. Setelah itu dia menutup matanya kembali.


Tiba - tiba terdengar suara handphone berbunyi.


Chorus


'Cause I knew you were trouble when you walked in


So shame on me now


Flew me to places I'd never been


'Till you put me down


Oh, I knew you were trouble when you walked in


So shame on me now


Flew me to places I'd never been


Now I'm lying on the cold hard ground


( Taylor Swift - I Knew You Were Trouble. )


Alexi yang mendengar handphone nya berbunyi pun buru - buru mengangkatnya. Dan saat Alexi baru saja mengangkat panggilan itu di sebrang terdengar seorang pria sedang marah dan segara menyuruh Alexi untuk pulang.


Alexi pun pamit kepada Edgar karena dia masih ada urusan yang harus di selesaikan


" désolé, excusez-moi d'abord, car j'ai des affaires " ( maaf saya permisi dulu ya karena saya masih ada urusan ) pamit Alexi kepada Edgar.


" oui s'il vous plaît, j'espère que nous pourrons nous revoir " ( ya silahkan, semoga kita bisa bertemu kembali )


Alexi hanya tersenyum tipis dan berlalu pergi meninggalkan Edgar sendiri. Edgar melihat Alexi menjauh dan sampai tak dapat di jangkau lagi oleh pandangan mata nya.


....


\*\*\* ALEXI FERRERS POV \*\*\*


Hari ini aku benar - benar lupa bahwa aku sudah ada janji dengan billy sepupu ku. Ya, dia tadi telfon marah - marah dam teriak - teriak gak jelas menyuruh ku untuk segera pulang dan menepati janji ku utuk makan malam bersama dia.


Dan untuk kali ini aku tak bisa menolak karena aku sudah janji kepadanya. Tak teras bahwa aku sudah sangat lama di bukit itu dan menikamati pemandangan dan kesejukan hembusan anginnya. Waktu aku sampai mansion Darren waktu nya hampir saja waktu untuk makan malam. Aku pun bergegas membersihkan dan berganti pakaian.



Dan setelah itu aku berangkat ke restoran yang di ingin kan oleh billy sepupuku. Kami berdua berangkat terpisah dan janji akan bertemu di depan restortan itu. Dan yang di pilih billy adalah restoran pranciss.


jangan lupa tinggalkan jejak ya... berupa like, comment dan bila perlu jadikan favorit ...see you 😚😚😚