My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
Episode 56



\*\*\*AUTHOR POV\*\*\*


Malam pun tiba, tamu undangan silih berganti memasuki gedung yang sudah di sulap dengan mewahnya oleh sang empu acara.


Banyak wartawan yang meliput acara ini, para wartawan berbondong - bondong ingin mengetahui keseluruhan acara yang di selenggarakan oleh perusahaan Ferrers Group.


Jepretan dan kilatan kamera terdengar riuh saat satu persatu tamu undangan melewati red carpet setelah itu para tamu undangan di giring menuju ke tempat wawancara berlangsung untuk di di mintai keterangan.


Acara red carpet berjalan dengan lancar, dari arah pintu masuk mobil Cadillac CT5 2019 berwarna hitam terlihat berhenti para pemburu berita langsung mengarahkan kamera mereka ke arah mobil, mereka penasaran siapakah yang akan turun dari mobil tersebut.


Seorang pria tampan yang di segani oleh para pebisnis besar terlihat turun dari mobil tersebut, ia menapakkan sepatu mahalnya kemudian ia terlihat mengancingkan jas navynya.


Kilatan kamera memburu pria itu, siapa yang tak kenal dengannya Darren Matthews Presdir dari Matthews Company.


Darren terlihat mengulurkan tangannya ke dalam mobil, para pemburu berita bertambah heboh mereka penasaran siapakah orang yang beruntung yang bisa bersanding dengan Darren Matthews.


Turunlah seorang anak perempuan di susul anak laki - laki berumur 4 tahun dari dalam mobil Darren, mereka sangat menggamaskan dengan anak perempuam itu menggunakan gaun seperti princess dalam sebuah dongeng berwarna pink dan anak laki - laki menggunakan jas yang selaras dengan Darren yaitu berwarna navy.


Para pemburu lebih gencar menjepretkan kilatan kameranya ke arah Darren dan dua anak tersebut mereka penasaran siapakah gerangan yang Darren bawa ini, apalagi wajah anak laki - laki itu sangat mirip dengan Darren.


Aldrich dan Maisha yap itulah yang Darren bawa, sesuai perkataan Alexi tadi siang bahwa Darren boleh membawa mereka bersama dengannya maka dari itu Darren benar - benar membawa kedua anaknya tersebut.


\*\*\*DARREN MATTHEWS POV\*\*\*


Setelah semua persiapan selesai aku mengajak Maisha dan juga Aldrich berangakat ke acara perusahaan Mommy mereka, mereka sangat antusias menyambut pertunjukan itu.


Setelah tadi siang Alexi mengijinkan aku membawa mereka jadinya malam ini aku benar - benar membawa mereka bersamaku.


Setelah tadi siang aku dari perusahaan Alexi, aku bergegas ke mansionnya dan mengajak anak - anakku berbelanja baju.


" Isha, Al apa kalian sudah siap ? " Teriakku dari lantai bawah karena mereka berdua masih berada di kamar mereka yang ada di mansionku. Setelah aku tahu bahwa aku sudah mempunyai mereka berdua, aku segera menjadikan kamar tamu sebagai kamar mereka aku juga sudah mendekor kamar mereka dengan sedemikian rupa.


Ku lihat Maisha dan Aldrich turun dari tangga, mereka sangat menggemaskan. Aku tersenyum ke arah mereka dan bergegas mengajak mereka untuk berangkat.


...


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan panjang karena jarak mansionku dengan perusahaan Alexi terbilang jauh akhirnya mobilku berhenti di pintu masuk tempat acara itu di selenggarakan.


Aku turun membenarkan jasku setelah itu aku mengulurkan tanganku di sambut dengan tangan kecil Maisha, Maisha turun dari mobil setelah itu aku mengulurkan tangan ku lagi dan di sambut tangan kecil Aldrich dan ia pun turun dari mobil.


Kilatan kamera mengarah ke arahku, aku hanya menampilakan wajah datarku sesekali tersenyum tipis ke arah kamera karena aku terkenal dingin dan juga datar.


Ku rasakan tarikan di ujung jasku dan ku lihat ke bawah Maisha menarik ujung jas ku dan menatapku dengan mata yang berkaca - kaca. Aku mensejajarkan tinggiku dengan Misha dan mengelus puncak kepalanya serta tersenyum ke arah Maisha.


" Daddy Isha takut " Ujar Maisha, ia seperti akan menangis apalagi kilatan kamera semakin gencar mengarah ke arahku Maisha terlihat sangat ketakutan.


" Jangan takut sayang, biar Daddy gendong saja ya terus nanti Isha peluk Daddy biar gak takut " Ujarku lembut, aku tersenyum ke arah Maisha dan masih setia mengelus puncak kepalanya.


Maisha hanya menganggukkan kepalanya, aku pun beralih menatap Aldrich yang hanya cuek saja dan menampilkan wajah datarnya.


Huh, dia sama peris seperti ku


" Al, apa mau Daddy gendong juga ? " Tanyaku beralih ke Aldrich yang hanya cuek saja dari tadi, kemudian Aldrich hanya menggelengkan kepalanya.


Sepanjang berjalan di red carpet banyak pertanyaan dari pihak wartawan sedangkan aku hanya diam saja dan terus berjalan menghiraukan berbagai pertanyaan yang mereka lontarkan kepadaku.


*Tuan, siapakah mereka ?


Apakah mereka anak - anak anda* ?


Dan masih banyak lagi pertanyaan yang terlontar dari mereka semua, aku terus berjalan dan sampailah aku di tempat wawancara di berlangsungkan.


Wawancara di mulai dan salah satu wartawan melontarkan pertanyaan padaku.


" Mr. Matthews, who did you bring this time ? " ( Tuan Matthews, siapakah yang anda bawa kali ini ? )


" He is my child " ( Dia anak - anak saya ) Jawabku lugas, mereka terkejut dengan fakta kali ini karena yang mereka tahu bahwa aku masih single dan belum menikah.


" Who is the lucky woman ? " ( Siapakah wanita yang beruntung itu? )


Aku terdiam dan merangakai kata - kata yang pas untuk menjabarkan sosok Alexi di mataku " She is a great woman, she is also very beautiful inside and out and of course we really love each other " ( Dia seorang wanita hebat, dia juga sangat cantik luar dalam dan tentunya kami sangat mencintai satu sama lain ) Ucapku menerawang sosok Alexi. Aku tak bisa menjabarkan sosoknya karena ia begitu sempurna di mataku. Ya meskipun aku tahu bahwa tak ada manusia yang sempurna di dunia ini, semua orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing - masing


" All right, can we get a picture of you with Mr Matthews' children ? " ( Baiklah, bisakah kita mendapatkan foto anda bersama anak - anak tuan Matthews ? ) Aku hanya menganggukkan kepalaku, Sesi Wawancara selesai, saat ini waktunya untuk sesi foto.


" Isha kita foto dulu ya, ayo sayang menghadap ke kamera " Aku menoleh ke arah Aldrich yang berada di sampingku.


" Al kita foto dulu ya, sini Daddy gandeng " Kita bertiga pun berpose dengan Maisha yang berada di gendonganku dan juga Aldrich yang berada di sampingku dengan memegang tangan kananku.


Sesi foto selesai, kita bertiga - Aku, Aldrich dan Maisha yang berada di gendonganku memasuki tempat acara di selenggarakan.


Kita bertiga duduk di kursi yang telah di sediakan, banyak pebisnis, para artis dan juga pejabat yang menghadiri acara ini.


Semua terlihat seperti lautan manusia karena saking banyaknya orang yang berada di sini.


Acara di mulai dengan lancar, satu persatu para model berjalan di catwalk dengan melenggak - lenggokkan badannya dengan memakai rancangan dari perusahaan Alexi.


Aku akui rancangannya sangat bagus dan juga elegan, aku sampai berpikir apakah Alexi mau jika aku membelikan untuknya ? Tapi ini kan rancangan dari perusahaannya sendiri, Ahh tapi tak apalah aku tetap akan membelikannya beberapa untuk istri cantikku itu.


Acarapun selesai para model sudah mempertunjukkan satu persatu rancangan baju dari perusahaan Alexi, dan saat ini tibalah saatnya untuk pidato singkat dari perancang busana - busana itu.


Seorang wanita keluar dengan gaun merah maroon sampai mata kaki, ia terlihat sangat cantik dan juga anggun. Gaun tersebut sangat cocok di tubuhnya, seketika semua orang tersihir aku mendengus kesal karena semua orang menatap istriku tanpa berkedip.


Yap yang keluar itu adalah istriku Alexi.


Ahh istriku memang wanita yang hebat.


" Daddy itu Mommy " Maisha berseru kegirangan melihat Mommynya, aku menoleh ke Maisha yang berada di samping kiriku.


" Iya sayang itu Mommy "


" Al au ke Mommy " Tiba - tiba Al juga ikut berseru, aku menoleh ke arah kananku tempat Aldrich duduk saat ini.


" Nanti ya boy, setelah acara ini selesai kita ke Mommy " Aldrich hanya menganggukkan kepalanya dan masih setia menatap ke arah Mommynya berada.


Alexi selesai menyampaikan pidato dan juga rasa terima kasihnya di depan semua orang kemudian dia kembali ke belakang panggung.