My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
episode 21



\*\*\* AUTHOR POV \*\*\*


Sudah 1 bulan sejak Alexi siuman dari koma nya dan dokter juga sudah mengatakan bahwa ia sudah di perboleh kan pulang.


...


Untuk Paman dan Bibi Alexi juga sudah di masukkan oleh Darren ke penjara dan setelah sidang mereka berdua di beri hukuman kurungan seumur hidup karena kasus nya termasuk kasus yang besar.


....


Mansion Darren.


Baru saja Alexi pulang dari rumah sakit dan sampai di mansion Darren. Semua orang yang menjemput Alexi termasuk Jennifer, Erik dan istrinya.


Alexi dan semua orang yang menjemputnya pun masuk ke mansion Darren dengan Alexi yang di gandeng oleh Darren. Sampai di dalam Mansion Darren membawa Alexi ke kamar untuk beristirahat.


" kamu ke kamar aja ya istirahat " perintah Darren kepada Alexi ke kamar untuk istirahat.


Alexi hanya mengangguk dan Darren pun mengantar Alexi ke kamar. Setelah sampai di kamar Darren membantu membaringkan dan menyelimuti tubuh Alexi setelah itu Darren keluar tanpa mengeluarkan suara sedikit pun karena tak ingin mengganggu Alexi yang akan beristirahat.


....


Sudah 2 minggu sejak Alexi keluar dari rumah sakit dan saat ini keadaannya sudah berangsur – angsur membaik meskipun belum sepenuhnya. Bahkan Alexi sudah berniat pergi ke perusahaan.


Pagi ini Alexi yang sudah siap dengan pakaian kantornya dan turun ke bawah. Alexi melihat Darren berada di meja makan menunggunya turun untuk sarapan bersama. Karena semejak Alexi keluar dari rumah sakit sikap Darren berangsur – angsur hangat kepadanya tidak dingin lagi seperti dulu saat mereka berdua baru menikah.


Darren yang melihat Alexi turun pun segera bangkit dari duduknya dan menghampiri Alexi tapi, mata Darren menangkap Alexi yang sudah berpakaian sangat rapi dengan setelan seseorang wanita karir yang bekerja di kantor. Darren pun bingung dengan pakaian yang di kenakan Alexi.


“ kamu mau kemana dengan pakaian rapi seperti itu “ tanya Darren bingung karena melihat pakaian Alexi yang sudah sangat rapi seperti ingin pergi ke kantor.


“ aku mau bekerja “ jawab Alexi canggung karena Alexi masih tidak terbiasa dengan perlakuan Darren yang mulai hangat kepada nya.


“ kamu beneran mau bekerja, Kenapa gak istirahat di rumah saja” Darren terkejut tapi sebisa mungkin ia menyembunyikan keterkuejutannya.


“ kamu kan baru keluar dari rumah sakit. Tempat kamu bekerja pasti mengerti jika kamu masih belum sembuh total “ sambung Darren menyuruh Alexi untuk istirahat di rumah.


“ aku sudah gak apa – apa kok, beneran “ ucap Alexi meyakinkan Darren bahwa dirinya sudah baik – baik saja dan bisa berangkat untuk bekerja.


“ tapi .. “ protes Darren. Sebelum Darren menyuarakan protesnya Alexi lebih dulu memotong ucapan Darren.


“ beneran kok, aku sudah tidak apa – apa. Aku boleh bekerja ya “ pinta Alexi menyatukan tangannya memohon kepada Darren.


Darren yang tak tega melihat Alexi memohon – mohon seperti itu pun mengizinkan Alexi untuk bekerja.


“ oke ... tapi kalau ada apa – apa kamu hubungin aku “


“ terima kasih " Alexi tersenyum manis ke arah Darren membuat pipi Darren merona karena melihat senyum Alexi. Darren pun segera memalingkan muka nya berharap Alexi tak tau bahwa pipi Darren sudah merona.


Alexi berjalan melewati Darren dan duduk di meja makan memulia sarapan nya. Begitu juga dengan Darren yang sudah tak merasakan pipi nya memanas lagi pun akhirnya menyusul Alexi ke meja makan untuk sarapan bersama.


Alexi akhirnya sudah menyelesaikan sarapan nya pun beranjak dari meja makan dan bergegas pergi ke kantor karena Alexi tak ingin berlama - lama dengan Darren. Ia takut rasa cinta yang sudah ia kubur dalam - dalam akan muncul lagi dan Alexi tak bisa mengendalikan nya. Meskipun Alexi sadar bahwa rasa cinta nya kepada Darren tetaplah masih ada di hatinya. Tapi, ia berusaha sebisa mungkin untuk meyakinkan dirinya bahwa ia sudah tak mencintai Darren lagi.


....


" Hah " marah Khatelyna sambil memukul setir mobil.


" Why are you staring at Alexi like that Darren. From the first I always you stared like that "


" do you love Alexi " tanya Khatelyna seolah - olah Darren berada di sebelahnya.


" This can't be allowed, if Darren has already stalked Alexi what about me. If Darren doesn't want to help me to become a more famous model, how will my career model really be destroyed? " pikiran Khatelyna melayang kemana - mana membayangkan apa saja yang akan terjadi dengan karir model nya ke depan jika Darren sudah tak mencaintai nya lagi.


Karena dari awal Khatelyna tak pernah mencintai Darren. Dia hanya memanfaatkan Darren karena Darren berasal dari keluarga yang kaya dan juga terkenal. Dan jangan lupakan ketampanan Darren yang membuat dia menjadi cowok terpopuler waktu di SMA nya dan begitu juga dengan di Universitas nya.


Khatelyna tersenyum sinis di kala rencana licik bersarang di otak nya.


" Let's see Alexi what I do for the future. " ucap Khatelyna tersenyum sinis.


....


" Oh, it turned out because you saw this until you just left with a frown like that " ucap William asisten pribadi Darren saat baru saja masuk ke dalam Mansion Darren, atasannya.


William pun tersenyum sinis saat memikirkan Khatelyna yang marah besar setelah melihat semua ini. Dan William akan selalu sigap jika terjadi apa - apa kepada atasannya. Karena William yakin Khatelyna pasti akan merencanakan sesuatu untuk menghancurkan hubungan atasannya dan istrinya itu.


\*\*\* ALEXI FERRERS POV \*\*\*


Aku yang sudah menyelesaikan makan pun


beranjak dari meja makan tanpa pamit kepada Darren sedikit pun. Saat berjalan menuju ke pintu langkah ku terhenti saat melihat William asisten pribadi Darren sedang tersenyum. Senyuman mengerikan itulah yang ada dalam pikiran ku saat melihat nya.


Benar - benar mengerikan aku merasa merinding melihat senyuman nya yang seperti itu.


" William " panggil ku takut - takut. William pun menoleh kan kepalanya terkejut ke arah ku.


" madam " panggil William setelah menetralkan keterkejutan nya.


" What are you doing " tanya ku tapi aku tak menyelesaikan kalimat ku karena aku masih merasa takut jika membayangkan senyuman nya tadi.


" Oh no ... I'm waiting for the young master to go to the office " jawab William dengan senyuman manis nya berbeda sekali dengan yang tadi.


saat aku ingin memulai pembicarakan lagi suara Darren terdengar dari belakang ku dan aku pun segera pamit untuk pergi.


" Will " panggil Darren dari arah belakang ku.


" excuse me " pamit ku saat mendengar suara Darren yang berada di belakang ku.


tanpa menoleh ke belakang aku pun segera bergegas keluar dari mansion Darren setelah aku pamit kepada asisten Darren.


maaf ya telat up nya saya usahakan untuk tidak telat lagi. 🙏🙏🙏