My Beautiful President'S Wife

My Beautiful President'S Wife
Episode 69



\*\*\*ALEXI FERRERS POV\*\*\*


Acara makan malam pun selesai, sepanjang makan malam berlangsung tak pernah sepi karena candaan kedua buah hati kami dan tentunya Darren suamiku. Apalagi Maisha yang cadel dan selalu banyak omong, membuat dia tambah menggemaskan dan Aldrich, saat ini ia lebih banyak omong dan tertawa.


Aku hanya tersenyum melihat tawa bahagia kedua buah hati kami, aku akui bahwa saat - saat kemarin aku sangatlah egois dan menyebabkan banyak masalah dari keegoisanku.


Tapi sekarang aku bersyukur, akhirnya keluarga kecilku bisa bersama lagi dan lebih banyak tawa bahagia dari keluarga kecilku saat ini.


" Mommy Isha ngantuk " Ucap Isha sambil mengucek matanya, matanya terlihat sudah hampir terpejam sepertinya hanya tinggal 1 watt.


" Oke sekarang ke kamar, Mommy bakal bacakan dongeng untuk kalian, menemani kalian sampai tidur. Ayo sayang ! " Aku bangkir berdiri dan segera menggendong Maisha yang matanya hampir terpejam.


" Al ayo Mommy tuntun, pegang tangan Mommy ! " Aku mengulurkan tanganku ke arah Aldrich untuk menuntunnya ke kamar mereka berdua yang berada di lantai atas.


" Tidak usah sayang, biar Al aku aja yang gendong " Sahut Darren yang dari tadi hanya diam.


" Baiklah " Aku berlalu ke lantai atas menuju ke kamar mereka dengan Darren yang berada di belakangku yang juga menggendong Aldrich, terlihat Aldrich yang menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Darren.


Kami berempat sampai di depan kamar Aldrich dan Maisha, masuk ke dalamnya dan membaringkan Aldrich dan Maisha di tengah - tengah ranjang yang bergambar minion berwarna kuning.


Aku dan Darren juga ikut berbaring di sebelah mereka, jadilah mereka di tengah - tengah sedangkan Darren dan aku berada di ujung sambil berbaring dengan miring mengahadap ke arah kedua buah hati kami.


" Sekarang kalian tidur Mommy akan bacakan dongen untuk kalian " Aku mengambil buku dongeng yang berada di meja nakas dan mulai membacanya, sembari membacakan mereka berdua dongeng aku mengelus puncak kelapa Maisha sedangkan Darren mengelus puncak kepala Aldrich.


Dari mulai aku membaca dongeng, ku lihat dari ekor mataku bahwa Darren selalu memperhatikanku dengan senyuman yang selalu menghiasi bibirnya.


tak butuh waktu lama Aldrich dan Maisha terlelap dalam tidurnya. Aku bangkit, berdiri dengan pelan - pelan agar tak membangunkan mereka, begitu juga dengan Darren. Aku mencium puncak kepala mereka berdua secara bergantian dan Darren melakukan hal yang sama.


Aku menaruh buku dongeng di atas nakas kembali dan sebelum keluar aku menaikkan selimut agar kedua buah hatiku tak kedinginan.


Aku keluar, berjalan pelan - pelan dengan di ikuti Darren yang berada di belakangku. Aku dan Darren segera pergi kemar kami untuk istirahat.


\*\*\*DARREN MATTHEWS POV\*\*\*


Aku bahagia, sangat bahagia apalagi melihat Alexi yang mengurus anak - anak dengan telatan dan sangat sabar.


Dari tadi makan malam aku selalu memperhatikan Alexi yang cekatan, setelah selesai makan pun aku masih memperhatikannya.


Apalagi saat dia membacakan dongeng untuk anak - anak, aku memperhatikannya dengan senyuman menatap ke arahnya, dan aku tahu bahwa Alexi selalu melirik ke arahku dari ekor matanya dan aku tak peduli, aku masih terus memperhatikannya.


Aku dan Alexi saat ini berada di kamar kita berdua, hanya duduk di ranjang dengan Alexi yang menyenderkan kepala di dada bidangku, sebenarnya bukan Alexi sendiri yang menyandarkannya tapi akulah yang menarik kepalanya agar bersandar di dadaku.


" Sayang " Panggilku, Alexi mendongakkan kepalanya dan mengangkat sebelah alisnya heran menatap ke arahku.


Aku kembali menarik kepalanya pelan dan menyandarkannya kembali ke dada bidangku, ia tak menolak dan kembali menyandarkan kepalanya.


" Makasih " Ucapku, aku mengelus puncak kepalanya dab sesekali menghujaninya dengan ciuman.


" Makasih buat apa ? kamu selalu bilang makasih dari saat di pesta malam itu " Jawab Alexi, Alexi memelukku erat dan tambah menenggelamkan kepalanya ke dada di bidangku, aku membalas pelukannya tak kalah erat.


" Makasih sudah mau kembali bersamaku, makasih sudah melahirkan anak - anak dengan mempertaruhkan nyawa kamu, makasih sudah merawat dan membesarkan mereka dengan baik, aku tak tahu harus berterima kasih dengan cara apalagi, aku tak tahu apalagi yang harus ku lakukan untuk berterima kasih padamu yang pasti ucapan dan perbuatanku takkan sebanding dengan semua yang kamu lakukan yang pasti aku berterima kasih sebanyak - banyaknya sama kamu " Ucapku panjang lebar, ini adalah rekor ucapan terpanjang yang pernah keluar dari mulutku. Seumur - umur aku tak pernah berbicara sepanjang itu meskipun dengan Mommy sekalipun tapi hanya dengan istriku aku bisa mengucapkan kalimat sepanjang itu.


Aku mendengar suara isakan Alexi, Alexi menangis di pelukanku dan ku rasakan dadaku basah karena air mata istri cantikku ini. Aku menarik kepalanya pelan agar menatap ke arahku, aku menghapus air matanya dan berkata. " Hey, don't cry " Ucapku sambil menghapus air mata Alexi yang membasahi pipinya.


" Ish kamu apa - apaan sih, ngapain coba bilang terima kasih segala itu semua sudah menjadi tugasku Darren, sebagai istri kamu dan Mommy mereka " Aku tersenyum dan kembali membawa Alexi ke pelukanku dan memeluknya erat. Alexi membalas pelukanku tak kalah erat dan lebih membenamkan kepalanya di dada bidangku.


Alexi kembali terisak, aku mengelus punggungnya. Cukup lama Alexi terisak, terdengar hembusan nafas Alexi yang teratur.


Segera aku merebahkan kepala Alexi di bantal agar tidurnya nyaman, setelah aku pastikan nyaman.


Aku masih berbaring menyamping menghadap ke Alexi, ku perhatikan wajahnya yang seputih susu dan sangat cantik. Aku mengelus pipinya dengan lembut dan tersenyum menatap ke arahnya.


" Makasih sayang, meskipun kamu bilang bahwa itu semua sudah menjadi tugas kamu tapi tetap saja aku mau bilang beribu - ribu terima kasih sama kamu " Ucapku sambil mengelus pipi Alexi yang sangat lembut.


" Aku tahu kata terima kasihku takkan cukup dengan semua pengorbananmu selama ini, tapi tetap saja aku akan mengucapkan terima kasihku padamu sayang, Love You sayang" Ucapku lagi, kemudian aku merebahkan badanku dan menarik selimut sampai mencapai dadaku.


\*\*\*AUTHOR POV\*\*\*


Tanpa Darren ketahui Alexi mendengar semua ucapan Darren, dia tadi emang sempat tertidur tapi saat Darren merebahkan kepalanya ke bantal ia terbangun tapi pura - pura tidur.


Alexi mendengar semua ucapan Darren dari awla sampai akhir, Alexi hampir saja kembali menangis tapi ia berusaha menahannya.


Setelah di rasa Darren sudah benar - benar terlelap dalam tidurnya, Alexi membuka matanya dan menatap Darren yang tidur terlentang.


" Maaf Darren, dulu aku egois banget sampai - sampai pergi darimu dan turut membawa serta anak - anak pergi menjauh dari mu dan sekali lagi maafkan aku karena aku semua kejadian ini terjadi " Ucap Alexi menatap Darren dalam.


" Dan terima kasih karena kamu mau menerimaku kembali, mau menerima anak - anak dan melimpahkan banyak kasih sayang pada kami bertiga, aku bersyukur memelikimu di sisiku, Love tooYou sayang " Ucap Alexi kemudian dia mendekatkan wajahnya ke wajah Alexi, tanpa di duga Alexi mengecup pipi Darren. Setelah itu memeluknya erat dan kembali tidur di dalam pelukan Darren.


Di dalam tidurnya Darren tersenyum dan mendengar semua ucapan Alexi.