Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Empat Murid Baru



" Aska." Panggil Reno


" Ada apa daddy?" Tanya Aska yang sudah tahu kalau dirinya di panggil pasti ada hal yang penting dibicarakan.


" Jika daddy menikah dengan kakak Chintya kamu setuju?" Tanya Reno


" Setuju dad karena Reno juga sayang sama kak Chintya." Ucap Reno


( " Saat ini kakak Chintya sangat baik pada kami jika suatu saat kalau kak Chintya berubah seperti mommy maka Aska tidak segan-segan untuk menyiksanya." Ucap Aska dalam hati ).


" Syukurlah daddy senang mendengarnya." Ucap Reno


" Kita ke kamar ke dua adikmu dulu ya." Ucap Reno sambil menggandeng tangan Aska.


" Baik dad." Jawab Aska sambil membalas genggaman Reno


Ke dua pria itupun berjalan ke arah kamar Riana dan Riani.


ceklek


Reno membuka pintu dan melihat ke dua putrinya sudah terbangun yang satu tersenyum menatap ke dua pria tersebut dan yang satunya berwajah cemberut.


" Daddy kenapa lama?" protes Riani


" Maaf sayang, tadi daddy habis mengobrol dengan kakakmu Aska." Ucap Reno


" Kenapa lama sekali, kak Aska juga sudah tahu kita mau berangkat ke sekolah tapi kakak malah asyik mengobrol dengan daddy." Ucap Riani dengan nada ketus.


" Riani, jangan bicara seperti itu tidak sopan tahu." Ucap Riana berusaha menasehati adik kembarnya.


" Kakak kenapa sih selalu membela kak Aska." Protes Riani.


" Sstt sudah ayo kita turun." Ucap Riana mengalihkan pembicaraan sambil berdiri kemudian berjalan mendekati Aska.


" Ayo kak kita turun." Ucap Riana sambil menggenggam tangan Aska.


Aska yang awalnya menggenggam tangannya dengan erat menahan amarahnya namun ketika Riana menggenggam tangannya amarahnya berangsur menghilang. Aska dengan patuh berjalan keluar dari kamar adik kembarnya dan menuruni anak tangga sedangkan Reno hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan melihat sikap putri bungsunya yang sangat mirip dengan mantan istrinya.


" Ayo Riani kita sarapan bersama." Ajak Reno sambil menggendong putri bungsunya.


Riani hanya diam dan merekapun menuruni anak tangga menuju ke ruang meja makan. Mereka makan dalam diam tanpa ada yang bicara sedikitpun hingga tiga puluh menit mereka selesai makan dan seperti biasa sebelum berangkat ke sekolah mereka berkumpul di ruang keluarga dengan di temani Reno.


" Anak - anak daddy ingin bicara dengan kalian kalau daddy akan menikah dengan kak Chintya. Kakak kalian Aska sudah setuju dan daddy harap Riana dan Riani setuju keputusan daddy." Ucap Reno.


" Kalau Riana setelah daddy apalagi kak Chintya sangat baik pada kami dan tulus merawat kami dari bayi." Ucap Riana


Walau usia Riana masih lima tahun tapi sikapnya sudah seperti orang dewasa sedangkan Riani sikapnya egois dan masih kekanak-kanakan.


" Terima kasih Riana, bagaimana denganmu Riani?" Tanya Reno


" Kalau Riani tidak setuju." Ucap Riani dengan wajah di tekuk


" Kenapa tidak setuju?" Tanya Reno dengan nada bingung.


" Riani lebih suka kalau daddy bersama mommy." Ucap Riani


" Maaf, daddy tidak bisa kalau kembali dengan mommy kalian." Ucap Reno dengan nada tegas


" Tapi daddy..." ucapan Riani terpotong oleh Reno


" Tidak ada tapi-tapian mulai sekarang dan seterusnya kalian memanggil kak Chintya dengan sebutan mommy." Ucap Reno dengan nada tegas.


" Terserah daddy yang pasti Riani ingin mommy Rina yang menjadi mommy Riani bukan mommy yang lain." Ucap Riani dengan tegas.


" Nanti kita terlambat dad, apalagi kak Aska katanya hari ini ada jadwal ulangan." Ucap Riana berusaha mengalihkan pembicaraan.


" Baiklah, ayo kita berangkat." Ucap Reno akhirnya.


Reno mengantar ke tiga anaknya pergi ke sekolah.


" Daddy tidak bekerja?" Tanya Riana melihat Reno memakai pakaian santai.


" Iya benar daddy tidak bekerja karena hari ini daddy mau pergi ke mall bersama mommy Chintya membeli pakaian dan sekalian mengurus pernikahan kami." ucap Reno


Riana hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti sedangkan Riani hanya cemberut dan untuk Aska tidak perduli asalkan dirinya tidak di usik.


Sepuluh menit mereka sudah sampai Aska menggandeng tangan Riana karena Riani tidak mau di gandeng oleh Aska karena itulah Reno menggendong Riani dan berjalan memasuki kelas.


Riana dan Riani yang masih berumur lima tahun kelas TK B sedangkan Aska yang berumur sebelas tahun kelas satu SMP. Aska anak yang sangat cerdas waktu Aska kelas empat SD langsung loncat ke kelas enam karena itulah Aska yang seharusnya masih kelas enam sd kini kelas satu SMP.


Begitu pula dengan Riana, Riana yang seharusnya TK A langsung ke TK B karena Riana sudah bisa membaca, berhitung dan menulis sedangkan Riani belum bisa lancar membaca, berhitung dan menulis tapi karena kakaknya pintar akhirnya Riani sama-sama ke kelas TK B.


Awalnya kepala sekolah tidak mengijinkannya tapi karena Riani menangis terus dan Reno tidak tega akhirnya Riani masuk ke kelas TK B bareng dengan kakak kembarnya.


Setelah selesai mengantar Reno pulang ke mansion untuk menemui Chintya sedangkan ke tiga anaknya sudah masuk sekolah masing-masing.


Di kelas Aska ada empat murid baru semua kelas heboh karena dua murid baru tersebut sangat cantik dan dua muridnya lagi sangat tampan sama seperti Aska sangat tampan.


" Kenalkan ini murid baru pindahan dari kota xxxx." Ucap wali kelas.


" Ayo perkenalkan diri kalian di depan kelas." Pinta wali kelas


" Perkenalkan nama saya Robertus Alexander Graham nama panggilanku Robert." Ucap Robert memperkenal dirinya.


" Perkenalkan nama saya Alexa Keyla Aberto nama panggilan Alexa." Ucap Alexa memperkenalkan dirinya.


" Perkenalkan nama saya Angelina Federick nama panggilan Angel." Ucap Angel memperkenalkan dirinya.


" Perkenalkan nama saya Louis Vuitton Aberto nama panggilan Louis." Ucap Louis memperkenalkan dirinya.


" Kalian silahkan duduk di kursi yang kosong." Ucap wali kelas.


Ke empat murid baru itupun memilih kursi yang kosong dan salah satu murid baru berjenis kelamin perempuan mendekati Aska yang duduk sendirian.


" Boleh aku duduk di sini?" Tanya siswi baru tersebut.


" Silahkan." Jawab Aska dengan acuh.


" Terima kasih, kenalkan namaku Angel." Ucap Angel memperkenalkan dirinya.


" Sudah tahu." Jawab Aska


Angel hanya tersenyum dan meletakkan tas di laci bangku yang sebelumnya mengeluarkan buku dan alat tulis.


" Seharusnya hari ini ulangan tapi karena ada empat murid baru jadi ulangan di undur minggu depan." Ucap wali murid


" Hore..." Sorak sebagian murid karena tidak jadi ujian.


" Ya... percuma donk kita belajar." Jawab sebagian murid.


" Ulangan saja pak." Jawab ke empat murid baru.


" Apakah kalian yakin?" Tanya wali kelas