
Hampir setengah jam mereka bertarung dan dokter Angelina mulai lelah namun di saat mereka terdesak segerombolan pakaian serba hitam-hitam membantu Louis dan dokter Angelina. Bantuan mereka sangat berarti buat dokter Angelina dan Louis hingga akhirnya mereka kalah dan babak belur.
" Angelina kita kembali ke rumah sakit aku kepikiran dengan tuan Robert." Ucap Louis
" Tuan dan nona tenang saja, tuan Robert baik-baik saja." Ucap salah satu bodyguard yang membantu mereka.
" Kalian siapa?" Tanya Louis penasaran.
" Mereka anak buah paman Thomas." Jawab dokter Angelina yang menjawab pertanyaan Louis.
" Terima kasih paman." Sambung Angelina.
" Sama-sama nona Angelina." Jawab salah satu bodyguard.
" Bawa mereka semua ke markas." Perintah salah satu bodyguard sebagai orang kepercayaan daddy Thomas.
" Baik tuan." Jawab para bodyguard sambil membawa para penjahat tersebut dan masuk ke dalam mobil.
" Permisi tuan dan nona." Pamit salah satu bodyguard.
" Silahkan paman." Jawab dokter Angelina.
Merekapun pergi meninggalkan dokter Angelina dan Louis. Sepeninggal mereka dokter Angelina dan Louis berjalan ke arah mobil tapi baru beberapa langkah dokter Angelina kepalanya mulai terasa pusing dan nyaris terjatuh jika saja Louis tidak menahan tubuhnya.
" Ada apa?" Tanya Louis yang masih menahan tubuh dokter Angelina.
" Kepalaku pusing sekali dan badanku terasa le..." Ucapan dokter Angelina terpotong bersamaan matanya tertutup.
" Angelina." Panggil Louis
Hening
Louis yang merasa tubuh dokter Angelina terasa mulai berat langsung menggendong dokter Angelina ala bridal style menuju ke arah mobil.
" Coba aku lihat ponselnya dokter Angelina siapa tahu ada nomer telepon keluarganya." Ucap Louis sambil membuka tas milik dokter Angelina.
" Ponselnya lowbat sedangkan aku tidak tahu alamat Angelina yang terbaru, apa aku bawa ke apartemen ku saja." Ucap Louis sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
Karena tidak tahu alamat dokter Angelina, Louis membawanya ke apartemen miliknya. Dua puluh menit kemudian Louis sudah sampai di apartemennya. Louis menggendong kembali dokter Angelina dan berjalan ke arah kamarnya. Louis menekan pin apartemen kemudian masuk ke dalam.
Louis yang sudah hapal letak barang-barang miliknya berjalan dengan santai walau suasana kamarnya gelap gulita. Louis membaringkan tubuh dokter Angelina ke ranjang kemudian mulai menyalakan lampu kamar dan berlanjut menyalakan lampu ruang tamu.
Louis mengunci pintu utama kemudian kembali lagi ke kamarnya. Louis menatap dokter Angelina yang masih berbaring di ranjang, ranjang yang tidak pernah ditiduri oleh orang lain hanya dirinya tapi kini ranjang itu ditiduri oleh dokter Angelina.
Louis berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah lima belas menit Louis keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah handuk dan berjalan ke arah ranjang.
Louis berusaha membangunkan dokter Angelina hingga tanpa sadar dokter Angelina menarik tangan Louis.
bruk
Louis yang belum ada persiapan langsung terjatuh dan menimpa tubuh dokter Angelina bersamaan dokter Angelina membuka matanya.
" Kak Louis." Panggil dokter Angelina dengan wajah terkejut.
deg deg
deg deg
duar duar
Ke dua jantung mereka berdetak kencang bersamaan suara petir saling bersahutan membuat dokter Angelina refleks memeluk Louis karena dirinya sangat takut petir. Jantung Louis semakin berdetak kencang kala tubuh mereka saling menyatu.
Entah keberanian dari mana Louis mendekatkan wajahnya ke wajah dokter Angelina.
cup
Louis mengecup bibir dokter Angelina kemudian mengecupnya kembali dan ********** sedangkan dokter Angelina mengalungkan ke dua tangannya ke leher Louis dan membalas ciuman Louis.
Hingga tanpa mereka sadari kini tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun. Louis memberikan tanda kepemilikan di tubuh dokter Angelina hingga suara merdu keluar dari mulut dokter Angelina.
" Aku masukkan ya?" Tanya Louis penuh harap dengan suara semakin berat.
" Aku akan bertanggung jawab menikah denganmu. Bolehkah?" Tanya Louis kembali.
Dokter Angelina menganggukkan kepalanya membuat Louis tersenyum kemudian mulai menyatukan tubuhnya ke tubuh dokter Angelina. Di hentakkan pertama dan ke dua Louis gagal itu pun membuat dokter Angelina menangis merasakan perih bagian privasinya.
" Ssttt sakit, aku mohon junior milik mu lepaskan... sakit." Mohon dokter Angelina sambil mendorong tubuh Louis.
" Lama-lama enak sayang." Ucap Louis untuk pertama kalinya.
jleb
" Akhhhhhhhh... Sakit." Teriak dokter Angelina ketika Louis berhasil membobol gawang miliknya.
" Maaf." Ucap Louis
Louis mendiamkan juniornya sambil memberikan titik sensitif agar rasa perih bagian privasi dokter Angelina bisa teralihkan. Setelah beberapa saat dokter Angelina mulai mengeluarkan suara merdunya membuat Louis menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar milik Louis.
Louis menarik junior miliknya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping. Louis memeluk tubuh polos dokter Angelina. Louis merasakan tubuh dokter Angelina bergetar membuat Louis menatapnya.
" Ada apa?" Tanya Louis dengan nada lembut.
" Setelah kita melakukan ini apakah kak Louis akan pergi meninggalkanku?" Tanya dokter Angelina.
" Apakah aku pria brengsek dan sejahat itu dimata mu?" Tanya Louis tanpa menjawab ucapan dokter Angelina.
" Tidak." Jawab dokter Angelina sambil membalas pelukan Louis.
cup
" Aku akan bertanggung jawab dan sekarang kamu tidurlah. Besok aku akan ke rumahmu untuk melamar dirimu di depan orang tuamu." Ucap Louis kemudian mengecup kening dokter Angelina.
Dokter Angelina menganggukkan kepalanya kemudian dokter Angelina memejamkan matanya dan tidak membutuhkan waktu lama dokter Angelina tertidur dengan pulas sedangkan Louis menyelimuti tubuh polosnya dan tubuh polos dokter Angelina dengan menggunakan selimut. Tidak membutuhkan waktu lama Louis menyusul dokter Angelina ke dalam dunia mimpi.
xxxxxxxxxxxx
Malam menjelang pagi, pagi-pagi sekali keluarga besar daddy Thomas mengantar Yonathan, Yohanes dan Cantika ke negara S dengan menggunakan pesawat pribadi.
Yonathan, Yohanes dan Cantika berpamitan dengan ke dua orang tuanya dan saudara-saudaranya secara bergantian.
" Mommy, daddy, dan semua kakak-kakak yang aku sayangi. Cantika mohon jika ada yang menanyakan Cantika siapapun termasuk kak Angelina jangan katakan aku pergi ke negara S." Mohon Cantika dengan mata berkaca-kaca.
grep
" Kami tahu sayang, kamu jangan sedih lagi ya? Semangat." Ucap mommy Gloria sambil memeluk putri bungsunya.
" Terima kasih mommy." Jawab Cantika sambil membalas pelukan mommy Gloria.
" Jika ada waktu kami akan ke sana menengok kalian." Ucap mommy Gloria.
" Iya mom." Jawab Cantika.
Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya. Cantika berjalan ke arah Aleandro dan memeluk kembali.
" Kak, aku sangat mencintai suamiku tolong lindungi suamiku dan jangan lukai dia karena jika itu terjadi sama saja melukai hatiku." Bisik Cantika.
" Kakak berjanji untuk melindungi dan tidak melukainya." Ucap Aleandro.
" Terima kasih banyak kak, jika suamiku bertanya katakan tidak tahu karena aku ingin menenangkan hatiku." Ucap Cantika sambil melepaskan pelukannya.
Tidak berapa lama mereka masuk ke dalam pesawat pribadi. Mereka saling melambaikan tangan, tampak kesedihan di hati mommy Gloria karena dirinya hanya sebentar dekat dengan putri bungsunya.
grep
" Sayang, jika kita kangen kita bisa pergi ke sana." Ucap daddy Thomas sambil memeluk istrinya dari arah samping.
" Bagaimana kalau mommy pergi ke negara S?" Tanya mommy Gloria sambil membalas pelukan suaminya.
" Tapi daddy kesepian kalau mommy pergi." Ucap daddy Thomas.
" Aish daddy seperti ABG." Ledek Aleandro.