Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Brankas



" Sama-sama paman." Jawab Aska dan Riana serempak.


" Oh ya sebelum kalian pergi dari mansion tolong tutupi semua barang-barang dengan kain putih agar tidak terkena debu." Sambung Aska.


" Baik tuan muda." Jawab para penghuni mansion serempak.


" Bagaimana dengan mobil-mobil dan juga beberapa motor?" Tanya kepala pelayan.


" Oh ya hampir lupa mommy Chyntia memberikan STNK, BPKB serta kunci mobil dan motor untuk pekerja di atas lima tahun dan ini sudah ada nama-namanya." Ucap Aska sambil memberikan dua puluh lima amplop yang sudah ada tulisannya ke kepala pelayan.


Kepala pelayan menyebutkan satu persatu dan terakhir untuk dirinya karena dirinya sudah berkerja selama hampir dua puluh tahun.


" Tuan muda, nona muda mobil yang aku terima mahal sekali." Ucap kepala pelayan


" Tidak apa-apa paman karena paman pantas mendapatkannya karena paman sudah mengurus waktu papa belum menikah hingga sekarang." Ucap Aska.


" Benar kata kak Aska paman berhak mendapatkan hadiah ini." Ucap Riana.


" Sebagai balas Budi paman akan mengantar kalian ke tempat tujuan." Ucap kepala pelayan.


" Tidak usah repot-repot paman." Jawab Aska dan Riana serempak.


" Tidak apa-apa ayo kita berangkat." Ajak kepala pelayan


Aska dan Riana hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.


" Oh ya satu lagi kunci mansion tolong di bungkus plastik yang rapat lalu sembunyikan di dalam tanah bersebelahan dengan taman bunga mawar dan untuk gerbang gembok saja dan gemboknya di simpan oleh paman Hendrik" Ucap Riana.


" Baik nona muda." Jawab para pelayan serempak.


" Baik nona muda." Jawab Hendrik yang berkerja sebagai kepala bodyguard kepercayaan orang tuanya.


" Biar kami membawakan semua barang-barang ini." Ucap para pelayan dan bodyguard serempak.


" Tidak usah para paman dan para bibi." Ucap Aska dan Riana serempak.


" Tidak apa-apa anggap saja ini terakhir kami mengabdi pada tuan muda dan nona muda." Jawab mereka serempak.


" Barangnya banyak butuh dua mobil lagi, pakai mobil yang di hadiahkan oleh tuan muda dan nona muda." Jawab salah satu bodyguard.


" Satu lagi pakai mobilku yang baru diberikan." Ucap bodyguard lainnya.


Mereka keluar dari mansion dan paman Hendrik menggembok gerbang dan menyimpan kuncinya. Hampir semuanya membawa motor dan mobil dan hanya menyisakan beberapa pekerja mansion. Walau tidak dapat dirinya masih bersyukur karena gaji yang diterimanya lumayan besar cukup untuk tiga hingga empat bulan mendatang.


Dua jam kemudian seorang wanita misterius memakai kacamata hitam dan memakai pakaian tertutup datang dan mendorong pintu gerbang tapi pintu gerbang terkunci.


" Tumben terkunci." Ucap wanita itu


" Untung aku tahu pintu rahasia masuk ke dalam mansion." Sambung wanita misterius itu sambil berjalan ke arah belakang mansion kemudian menekan tombol dan otomatis tembok itu terbuka.


Wanita misterius itu berjalan dengan santai masuk ke dalam mansion dan matanya membulat sempurna melihat apa yang terjadi di dalam mansion.


" Kenapa semua di tutupi kain putih?" Ucap wanita misterius itu.


Wanita misterius tersebut berjalan ke arah kamar tempat Reno dan Chintya dan membuka pintu. Wanita misterius tersebut menyalakan saklar lampu dan ruangan langsung terang benderang.


Wanita misterius itu melihat foto sepasang pengantin Reno dan Chintya sambil menatapnya dengan tajam.


" Sebenarnya aku sangat mencintaimu tapi karena kamu menceraikan aku maka terpaksa kalian aku buat seolah-olah kalian mengalami kecelakaan dengan menyewa seseorang untuk merusak rem mobil agar rem mobil tidak berfungsi dan bom... Mobil meledak dan kalian mati dengan cara mengenaskan hahahaha.." Ucap wanita misterius itu sambil tertawa jahat.


Ya wanita misterius itu adalah Rina mantan istri Reno, Rina dengan sengaja menyewa seseorang untuk merusak rem mobil dan tanpa sepengetahuan Rina ucapannya terekam di kamera cctv yang masih berfungsi terletak di sudut tembok.


Rina berjalan ke arah lemari dan membongkar barang-barang Chintya untuk mencari barang berharga tapi tidak satupun ditemukan membuat dirinya sangat gusar.


" Si*l kemana wanita murahan itu menyimpan barang-barang berharga?" Umpat Rina


Rina memperhatikan sekeliling kamar hingga dirinya iseng mengambil ponselnya yang di simpannya di dalam tas kemudian berbaring di bawah kolong tempat tidur dan menyalakan senter dengan menggunakan ponselnya.


" Dasar bodoh kamu wanita murahan menyimpan brankas di kolong tempat tidur." Ucap Rina sambil tersenyum menyeringai.


Rina berusaha menarik brankas tersebut kemudian membukanya tapi sayangnya terkunci.


" Ck... si*l pakai di kunci." Umpat Rina


Rina mencoba menekan angka kelahiran, bulan dan tahun tapi gagal kemudian mencoba lagi angka kelahiran bulan dan tahun suaminya tapi gagal juga.


" Angka kelahiran, bulan dan tahun siapa ya? apa putriku? Tapi aku lupa kapan mereka lahir." Ucap Rina


Rina berjalan ke arah lemari dan mencari dokumen semua isi yang di dalam lemari dikeluarkan hingga awal kamarnya rapi jadi berantakan. Setelah lama membongkar akhirnya Rina menemukan dan menekan kembali angka kelahiran bulan dan tahun putrinya tapi tetap gagal.


" Tinggal angka kelahiran bulan dan tahun Aska , tapi apa mungkin?" Ucap Rina sambil berfikir.