
Dua puluh lima menit kemudian Riana sudah sampai di rumah sakit namun baru berjalan beberapa langkah ke arah lobby kepalanya tiba-tiba terasa pusing. Riana baru ingat kalau dirinya belum sarapan dari pagi hingga siang ini.
Riana memegang tembok agar rasa pusingnya berkurang sambil memejamkan matanya. Setelah rasa pusingnya mulai berkurang Riana kembali berjalan hingga masuk ke dalam lobby. Rasa pusing kembali mendera hingga Riana tidak kuat untuk menahannya.
bruk
grep
Perlahan tubuh Riana melemah dan hampir saja jatuh ke lantai kalau aja ada seorang pemuda tampan yang memeluknya.
" Nona." Panggil pemuda tampan tersebut sambil tangan kirinya memeluk pinggangnya dan tangan kanannya menepuk pipi Riana pelan.
Karena tidak ada jawaban pemuda tampan tersebut menggendongnya ala bridal style bertepatan kedatangan seorang dokter cantik.
" Kak Nathan, kenapa dia?" Tanya dokter cantik tersebut
" Kakak tidak tahu, coba kamu cek." Pinta Nathan
" Baik kak, langsung ke ruanganku saja kak." Ucap dokter cantik tersebut.
Dokter cantik tersebut berjalan mendahului kakaknya menuju ke ruangan prakteknya dan langsung membuka pintunya dengan lebar. Nathan masuk ke dalam dan berjalan ke arah ranjang dan meletakkan perlahan tubuh Riana. Baru saja diletakkan di ranjang, Nathan dan dokter cantik matanya membulat sempurna.
" Kakak kenapa wajahnya sangat mirip dengan mommy?" Tanya dokter cantik tersebut sambil menatap kakaknya.
" Iya benar perpaduan antara mommy dan daddy." Ucap Nathan.
" Coba kakak hubungi daddy." Pinta dokter cantik tersebut.
" Ok." Jawab Nathan singkat.
Nathan menghubungi daddy Thomas dan sambungan pertama langsung di angkat oleh daddy Thomas.
" Ada apa Nathan?" Tanya daddy Thomas tanpa basa basi.
" Daddy, ini ada gadis mirip dengan mommy dan daddy jangan-jangan gadis ini adik kami." Ucap Nathan tanpa basa basi juga.
" Adik kalian bukannya sudah lama meninggal." Ucap daddy Thomas.
" Tapi kenapa sangat mirip dengan mommy dan daddy? Apalagi aku merasakan ada ikatan batin dengan gadis ini." Ucap Nathan.
Daddy Thomas terdiam mendengar ucapan putranya.
" Oh ya waktu itu kak Aleandro dan Quenby pernah cerita kalau pernah bertemu dengan seorang gadis yang sangat mirip dengan kami dan merasakan ada ikatan batin." Ucap Nathan.
" Daddy akan ke sana sama Aleandro dan Maximus. Minta Kasandra untuk melakukan tes DNA tanpa diketahui olehnya." Pinta daddy Thomas
" Baik dad." Jawab Nathan
Tut tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus dan Nathan menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya.
" Bagaimana kak?" Tanya dokter Kasandra.
" Kata daddy, kamu ambil sampel darah untuk tes DNA tanpa diketahui oleh gadis ini." Ucap Nathan.
" Ok, aku akan membuatnya sadar dulu." Ucap dokter Kasandra.
" Kenapa tidak ambil sekarang saja?" Tanya Nathan yang tidak sabar untuk mengetahui identitas Riana.
" Lebih baik nunggu dia sadar kalau kita main ambil tidak sesuai dengan etika kedokteran." Ucap dokter Kasandra sambil memberikan minyak agar tersadar dari pingsannya.
" Eughhhh..." Riana mulai melenguh dan perlahan membuka matanya kemudian menutup matanya kembali karena kepalanya masih terasa pusing.
" Aku ada di mana?" Tanya Riana sambil memegang keningnya yang masih terasa pusing.
" Nona ada di rumah sakit." Ucap dokter Kasandra.
" Maaf boleh kami mengambil darah?" Tanya dokter Kasandra.
" Untuk apa ya dok?" Tanya Riana
" Untuk kami cek di laboratorium." Ucap dokter Kasandra
" Tidak usah dok." Tolak Riana
" Kenapa?" Tanya Nathan
Riana memalingkan wajahnya ke arah Nathan dan matanya langsung membulat sempurna.
" Kenapa wajahmu mirip denganku?" Tanya Riana sambil memalingkan wajahnya ke arah dokter Kasandra matanya membulat sempurna kembali melihat dokter Kasandra.
" Lho kok mirip juga, apa aku bermimpi?" Tanya Riana sambil memegangi wajahnya.
" Nona tidak mimpi wajah kita memang mirip." Jawab dokter Kasandra sambil tersenyum.
" Waktu itu aku juga pernah bertemu dengan dua orang gadis dan pria agak mirip denganku tapi kami belum sempat berkenalan." Ucap Riana
" Apakah nona yang bernama Riana?" Tanya dokter Kasandra.
" Iya benar, apakah kalian berdua yang waktu itu bertemu di toko buku?" Tanya Riana
" Bukan, yang laki-laki adalah kakak kami pertama namanya Aleandro sedangkan yang perempuan kakak kami yang ke tiga namanya Quenby." Jawab dokter Kasandra menjelaskan.
" Waktu itu cerita kalau kalian enam bersaudara kembar seharusnya tujuh tapi..." Ucap Riana menggantungkan kalimatnya.
" Panggil saja Riana, jujur dokter aku takut di suntik." Ucap Riana
" Pffftttt." Tawa tertahan dokter Kasandra dan Nathan serempak.
" Kenapa tertawa? Apakah ada yang lucu?" Tanya Riana dengan nada bingung.
" Kamu mirip dengan mommy kami, Kak Quenby dan kak Yohanes takut dengan jarum suntik." Ucap dokter Kasandra.
Riana hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
" Biasanya kalau mommy, Kak Quenby dan kak Yohanes takut dengan jarum suntik maka daddy atau kak Nathan yang jadi korbannya." Ucap dokter Kasandra
" Kenapa jadi korban?" Tanya Riana dengan nada bingung.
" Soalnya pas mau di ambil darah mommy, Kak Quenby dan kak Yohanes memegang lengan daddy atau lengan kak Nathan." Ucap dokter Kasandra menjelaskan.
" Bolehkah jika aku memegang lengan tuan Nathan?" Tanya Riana ragu.
" Panggil aku kak Nathan, pegang lah lengan kakak." Ucap Nathan sambil mendekati Riana.
" Baiklah." Jawab Riana sambil menggenggam lengan Nathan.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sekedar informasi :
Cerita tentang Mommy Gloria dan daddy Thomas bisa baca novel dengan judul Cinta Pertama Mafia. Mereka mempunyai 7 anak kembar yang bernama :
Aleandro Alexander menikah dengan Cantika Adele Carolus ( Nama novel : Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika ) mempunyai empat anak kembar, 2 laki - laki dan 2 perempuan.
Maximus Alexander menikah dengan Claudia Adele Carolus ( Nama novel : Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika ) mempunyai 3 anak kembar, satu laki-laki dan 2 perempuan.
Quenby Alexander
Jonathan Alexander menikah dengan Maya Larasati ( Nama Novel : Ranjang Sang Mafia ) masih proses pembuatan anak.
Yohanes Alexander menikah dengan Aurora Borealis ( Nama Novel : Ranjang Sang Mafia ) masih proses pendekatan.
Kasandra Alexander menikah dengan Araska Dacosta Abner ( Nama Novel : Mafia VS Psychophat ) mempunyai sepasang anak kembar
Cantika Alexander menikah dengan Robertus Alexander Graham ( Nama Novel dengan judul Mafia VS Psychophat ) mempunyai dua putra kembar yang sangat mirip dengan Robert yang bernama Rey Alexander Graham dan Roy Alexander Graham.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku yang sudah senior nih .... di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati karya Ibn Muchsin untuk para pembaca novel setiaku dengan judul : Antara Jeritan dan Harapan.
Mampir ya, Terima kasih 😘😘😘😘