Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Aku Sangat Mencintai Dan Merindukannya



" Tidak usah berterima kasih kita kan saudara harus saling tolong menolong nanti kalau kakak sakit kamu juga harus menolong kakak." Ucap Nathan.


" Iya kak." Jawab Cantika.


" Kakak berangkat dulu ya, kalau ada apa-apa kabarin kami." Ucap Yohanes.


" Baik kak, hati-hati di jalan." Jawab Cantika


" Ok." Jawab Yohanes dan Nathan serempak


Nathan dan Yohanes langsung pergi meninggalkan adiknya sendirian di apartemen menuju ke perusahaan yang tidak begitu jauh dengan apartemen mereka.


" Hallo." Panggil Cantika


" Ya hallo aku masih dengerin, kamu tadi muntah?" Tanya dokter Angelina


" Iya, pas aku lagi tidur tiba-tiba perutku mual dan langsung berlari ke kamar mandi." Jawab Cantika


" Kamu salah makan kali." Ucap dokter Angelina.


" Makan seperti biasa... sebentar.." Ucap Cantika men jeda kalimatnya sambil meletakkan ponselnya ke ranjang dan berlari ke arah kamar mandi.


hoek hoek


Cantika muntah kembali tapi berupa cairan bening dan tidak berapa lama tuan Robert juga bangun dari ranjang dan berlari ke arah kamar mandi kemudian muntah kembali tapi berupa cairan bening membuat dokter Angelina dan Louis saling memandang.


" Hallo." Panggil Cantika dengan nada lemas karena dari tadi bolak balik ke kamar mandi.


" Sudah berapa kali kamu muntah?" Tanya dokter Angelina.


" Sudah lima kali." Jawab Cantika.


" Terakhir datang bulan kapan?" Tanya dokter Angelina.


" Tiga hari yang lalu seharusnya sudah tapi sampai sekarang belum, kak Angel aku minta tolong boleh?" Tanya Cantika


" Boleh minta tolong apa?" Tanya dokter Angelina.


" Kakak kan menikah dengan kak Louis aku meminta tolong ambilkan pakaian satu stel suamiku termasuk parfum." Pinta Cantika penuh harap.


" Buat apa?" Tanya dokter Angelina dengan nada bingung.


" Aku ingin mencium aroma suamiku." Ucap Cantika dengan mata berkaca-kaca karena dirinya sangat merindukan suaminya.


" Bagaimana kalau kamu berbicara dengan suamimu?" Tanya dokter Angelina.


" Tidak kak, aku takut terluka lagi. Aku minta tolong kalau sudah mendapatkan barang yang aku minta tolong titip ke kak Aleandro biar kak Aleandro yang memberikannya padaku." Ucap Cantika.


" Ok." Jawab dokter Angelina singkat.


" Ada yang lainnya?" Tanya dokter Angelina menyambung kalimatnya.


" Tidak ada, sudah ya aku mau menghubungi kak Nathan untuk membelikanku mangga muda." Ucap Cantika


" Ok bye." Jawab dokter Angelina.


" Bye." Jawab Cantika


tut tut tut


Sambungan komunikasi langsung teputus dan dokter Angelina menyimpan kembali ponselnya ke saku jas dokternya kemudian mulai mengecek kondisi tuan Robert.


" Aku ingin mangga muda." Ucap tuan Robert tiba-tiba.


" Fix ini sudah pasti." Jawab dokter Angelina


" Maksudnya apa?" Tanya tuan Robert


" Cantika positif hamil." Jawab dokter Angelina


" Hamil maksudnya?" Tanya tuan Robert dengan nada bingung


" Cantika dari pagi muntah - muntah terus, sudah tiga hari yang lalu seharusnya sudah datang bulan tapi sampai sekarang belum juga, ingin menciumi pakaian dan parfum milik suaminya dan sekarang ingin makan mangga muda." Ucap dokter Angelina.


" Bisa jadi mengalami sindrom kehamilan simpatik." Ucap dokter Angelina.


" Sindrom kehamilan simpatik apa itu?" Tanya tuan Robert


" Sindrom kehamilan simpatik terjadi ketika suami ngidam dan mengalami gejala - gejala kehamilan seperti yang di alami istri ketika mengandung. Dalam dunia medis di kenal dengan nama Couvade Sindrom." Ucap dokter Angelina menjelaskan.


" Berapa lama hal ini bisa hilang?" Tanya tuan Robert.


" Biasanya Sindrom kehamilan simpatik ini hanya bersifat sementara dan akan menghilang setelah bayinya lahir." Jawab dokter Angelina.


duar


duar


Bagai petir di siang hari ketika tuan Robert mendengar penjelasan dokter Angelina dirinya ingat apa yang dulu dikatakan waktu itu pada istrinya jika seandainya hamil dirinya memintanya untuk digugurkan karena tidak ingin benihnya tumbuh di rahim seorang pembunuh dan istrinya menyetujui permintaannya. Tuan Robert sangat menyesal dengan perkataan waktu itu membuat dirinya mengusap wajahnya dengan kasar.


" Aku mohon tolong hubungi istriku." Mohon tuan Robert.


" Baiklah." Jawab dokter Angelina singkat sambil mengambil kembali ponselnya.


Dokter Angelina menghubungi Cantika tapi ponselnya tidak aktif membuat dokter Angelina mencoba menghubunginya kembali tetapi tetap sama hingga ke empat kalinya akhirnya dokter Angelina menyerah dan menyimpannya kembali.


" Ponselnya tidak aktif." Ucap dokter Angelina


" Hubungi kakaknya bilang ponselnya tidak aktif." Pinta tuan Robert


Dokter Angelina melihat wajah sendu tuan Robert tidak tega dan mengambil kembali ponselnya dan mencoba menghubungi Nathan tersambung tapi tidak diangkat hingga ke dua kalinya tetap sama membuat dokter Angelina mencoba menghubungi Yohanes dan sambungan pertama langsung di angkat dan langsung men loud speaker ponselnya agar tuan Robert mendengarnya.


" Ada apa Angel?" Tanya Yohanes


" Tadi aku menelepon Cantika kok ponselnya tidak di angkat ya?" Tanya dokter Angelina.


" Oh tadi pas menelepon kakak bilangnya minta dibelikan mangga muda dan bilang ponselnya mau lowbat jadi meneleponnya tidak bisa lama-lama." Ucap Yohanes.


" Syukurlah kalau begitu, oh ya ada yang ingin bicara dengan kakak." Ucap dokter Angelina


" Siapa?" Tanya Yohanes


" Aku kak, Robert." Jawab tuan Robert.


" Ada apa?" Tanya Yohanes tanpa basa basi dengan nada dingin.


" Aku ingin bertemu dengan istriku." Jawab tuan Robert.


" Maaf adikku saat ini tidak mau bertemu denganmu karena hatinya masih sakit, ada yang lainnya?" Tanya Yohanes.


" Kalau begitu aku hanya mau bilang jika seandainya istriku hamil tolong jangan gugurkan kandungannya." Mohon tuan Robert.


" Itu semua tergantung Cantika sebagai kakak aku hanya bisa menasehati tapi keputusan ada di tangan Cantika." Jawab Yohanes


" Iya aku tahu tapi aku mohon dengan amat sangat jangan menggugurkannya." Mohon tuan Robert.


" Maaf aku tidak bisa janji." Jawab Yohanes


Tut tut tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Yohanes membuat tuan Robert berteriak dengan nada frustrasi sambil membanting ponselnya ke arah ranjang, niatnya ingin di lempar ke dinding tapi karena milik dokter Angelina terpaksa di lempar ke arah ranjang.


" Si*l." Umpat tuan Robert.


" Apakah kamu tahu di mana istriku tinggal?" Tanya tuan Robert.


" Aku tidak tahu, aku pernah bertanya tapi mereka tidak memberitahukan keberadaannya." Ucap dokter Angelina sambil mengambil ponsel miliknya yang tergeletak di ranjang dan menyimpan ponselnya di saku jasnya.


" Aku minta nomer ponsel istriku." Pinta tuan Robert.


" Maaf aku tidak bisa karena keluarga Cantika melarang memberikan nomer ponsel Cantika pada tuan Robert." Ucap dokter Angelina


Tuan Robert hanya diam tanpa bicara sedikitpun sedangkan dokter Angelina membereskan alat-alat kedokteran dan dimasukkan ke dalam tasnya.


" Aku minta tolong jika ada waktu hubungi istriku dan katakan padanya untuk tidak menggugurkan anak kami dan katakan padanya aku sangat mencintai dan merindukannya serta katakan juga aku sangat menyesal telah melukai hatinya." Ucap tuan Robert akhirnya.