Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Mansion



" Tidurlah." Jawab Aska singkat.


Riani memejamkan matanya dan tidak lama terdengar suara dengkuran halus tanda Riani tertidur pulas.


" Riana." Panggil Aska dengan suara pelan agar tidak menggangu tidur Riani


" Iya kak." Jawab Riana sambil matanya sekali menatap spion mobil untuk melihat jalan yang berada di belakang kemudian menatap ke arah depan.


" Kadang yang membuatku kesal adalah sifat Riani yang sangat kekanak-kanakan dan selalu menyalahkan dirimu padahal kamu selalu baik padanya." Keluh Aska


" Manusia itu tidak semua sempurna kak apalagi kakak sudah merusaknya jadi aku mohon banget sama kak Aska agar menjaga dan melindungi terlebih bersabar menghadapi sikap Riani." Ucap Riana.


" Seandainya waktu bisa di putar kakak tidak akan melakukan kesalahan yang teramat fatal, sungguh kakak sangat menyesal tidak bisa menahan hasrat kakak." Ucap Aska sambil mengusap wajahnya dengan satu tangan.


" Sudah terlanjur kak, ibarat pepatah nasi 🍚 sudah menjadi bubur. Kakak harus bertanggung jawab untuk menikahi adik kembarku, kakak harus sabar menghadapi sikapnya dan jika ada suatu yang tidak kakak sukai katakanlah dengan lembut jangan kasar." Ucap Riana


" Kakak akan mencobanya." Ucap Aska


" Kakak pasti bisa, kapan kakak menikah?" Tanya Riana


" Seminggu lagi kakak menikah sebenarnya ada banyak hal yang ingin kakak kerjakan tapi karena terjadi di luar prediksi kakak maka mau tidak mau kakak menikah." Ucap Aska


" Kenapa kakak bilang begitu?" Tanya Riana


" Kalau menikah denganmu kamu pasti akan mengerti akan kesibukan kakak dan kamu pasti akan membantu kakak di kala kakak repot banyak pekerjaan seperti contohnya waktu kakak kerja dan membuka warung hingga menjadi restoran kamu selalu membantu kakak tapi jika kakak menikah dengan adikmu yang ada pasti adikmu akan menuntut dan marah - marah." Ucap Aska


" Kamu ingatkan waktu kakak pertama kali membuka warung kamu membantu kakak dan pulang sekolah juga mau membantu sedangkan Riani hanya bermain dan bermain hingga kita mempunyai restoran besar Riani tetap sama hanya bermain selain itu Riani sering menuntut." Sambung Aska


Riana hanya diam sebenarnya dirinya juga bingung dengan sifat adiknya dari kecil hingga sekarang sifat iri hati, sombong dan egois tidak bisa hilang.


" Kakak tidak bisa membayangkan bagaimana pernikahan kakak dengan Riani." Ucap Aska


" Kakak yang sabar ya semoga Riani dapat berubah." Ucap Riana akhirnya bicara.


" Mudah-mudahan saja Riani bisa berubah." Ucap Aska


" Amin. Oh ya kak bagaimana kalau besok aku daftar kuliah sekalian mencari tempat kos?" Tanya Riana


" Memangnya kenapa kamu mau kos?" Tanya Aska


" Karena aku ingin hidup mandiri kak." Ucap Riana berbohong.


" Kakak tahu kamu berbohong sebenarnya kamu tidak ingin bertengkar dengan adikmu kan?" Tebak Aska


" Kenapa kakak bilang begitu?" Tanya Riana


" Kita hidup bersama selama bertahun-tahun dan kakak sudah tahu sifat kalian masing - masing. Betul bukan tebakan kakak kamu malas ribut dengan Riani." Ucap Aska


" Iya kak, mungkin dengan kepergian ku Riani tidak marah dan membenciku. Apalagi hubungan kakak dengan Riani akan semakin membaik jika aku tidak ada." Ucap Riana


Aska menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap mata Riani dari balik spion mobil.


" Sebenarnya kakak lebih mencintaimu dari pada Riani." Ucap Aska dengan jujur.


" Kak Aska sudah melakukan itu sama adikku jadi kakak harus bertanggung jawab untuk menikah. Kak Aska, aku sangat tidak suka dengan pria yang tidak bertanggung jawab jadi aku mohon sama kakak cintailah Riani. Manusia itu tidak semua sempurna jadi cintailah Riani apa adanya." Mohon Riana


Aska menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian merenungkan perkataan Riana yang ada benarnya.


" Baiklah kakak akan mencobanya." Ucap Aska


" Terima kasih kak." Ucap Riana


Aska hanya terdiam dan matanya mulai mengantuk tapi dirinya tidak tega dengan Riana yang mengendarai mobil.


" Dari mana kamu tahu?" Tanya Aska


" Dari spion mobil, tidurlah kak nanti kalau aku lelah aku juga akan istirahat." Ucap Riana


" Maaf ya, kakak tumben mengantuk." Ucap Aska


" Tidak apa-apa kak." Ucap Riana


Aska memejamkan matanya dan tidak berapa lama dirinya tertidur pulas. Riana masih mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Sudah satu jam Riana mengendarai mobil berarti kurang dua jam lagi mereka akan sampai ke kota.


Perlahan Riani membuka matanya dan melihat Aska sedang memejamkan matanya. Riani memandangi wajah tampan Aska tanpa memperdulikan Riana yang mengendarai mobil. Perlahan mata Aska terbuka membuat Riani pura-pura memejamkan matanya kembali. Aska melihat jam tangannya untuk mengetahui berapa lama dirinya tertidur.


" Sudah satu jam aku tertidur, Riana apakah kamu lelah?" Tanya Aska


" Tidak kak, kalau masih mengantuk tidur saja." Ucap Riana sambil matanya fokus ke arah depan dan terkadang melirik ke arah spion mobil jika dirinya ingin mendahului mobil lainnya.


" Kakak sudah tidak mengantuk lagi." Ucap Aska sambil mengangkat kepala Riani yang berada di bahunya untuk di pindahkan karena bahunya lumayan pegal.


Riani yang merasakan kepalanya dipindahkan dengan sengaja menyandarkan kembali kepalanya ke bahu Aska membuat Aska memindahkan kepala Riani kemudian menggeser tubuhnya.


" Riani aku tahu kamu sudah bangun, bahuku pegel jangan menyadar bahuku lagi." Ucap Aska


Riani mengangkat ke dua tangannya sambil mulutnya menguap seakan dirinya baru bangun tidur.


" Ada apa sih kak?" Tanya Riani dengan wajah polos.


" Bahu kakak pegel menahan kepalamu." Ucap Aska


" Maaf ya kak." Ucap Riani


( " Untuk saat ini aku mengalah dengan meminta maaf tapi jika aku sudah menikah jangan harap dari mulutku keluar kata meminta maaf." Ucap Riani dalam hati ).


Aska, Riana dan Riani terdiam dan tidak terasa sudah satu jam dalam perjalanan berarti tinggal satu jam lagi mereka sampai dan Riana sudah mulai lelah.


" Aku lelah, kak Aska gantian ya." Pinta Riana sambil masih mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


" Baik kak Aska yang gantian." Ucap Aska


" Aku lapar kak, kita makan dulu ya." Ucap Riani


" Aku masih kenyang." Jawab Aska dan Riana kompak.


" Aish nyebelin banget bicaranya kompak." Gerutu Riani


" Ya sudah kita berhenti di rest area nanti kakak akan minum saja." Ucap Riana.


Riana memberikan lampu sen kiri tanda kalau dirinya akan belok kiri. Riana memarkirkan mobilnya kemudian keluar dari mobil sambil meregangkan otot-ototnya yang kaku.


" Pegal ya?" Tanya Aska


" Sedikit, Riani mau makan apa?" tanya Riana


" Makan itu aja." Ucap Riani menunjuk rumah makan.


" Ok." Jawab Riana


Mereka bertiga masuk ke dalam dan Riani memesan makanan dan minumannya begitu pula dengan Aska dan Riana. Sambil menunggu pesanan datang Aska mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


" Hallo tuan Aska." Jawab dari seorang pria.


" Satu jam setengah kami akan sampai ke mansion tolong dirapikan mansionnya." Ucap Aska tanpa basa basi.