
" Baiklah aku akan mengatakannya, oh ya mengenai satu stel pakaian dan parfum bagaimana?" Tanya dokter Angelina
" Louis tolong ambilkan apa yang diminta oleh istriku." Ucap tuan Robert.
" Baik tuan." Jawab Louis.
Louis berjalan ke arah lemari dan mengambil barang-barang yang dibutuhkannya dan di simpannya di paper bag yang tersimpan di laci dekat ranjang kemudian memegang paper bag tersebut dan nanti akan diberikan ke kakak kembarnya.
' Tinggalkan aku sendiri dan sekalian tolong belikan aku mangga muda sama makanan pedas." Pinta tuan Robert.
" Maaf tuan, bukankah tidak suka pedas?" Tanya Louis
" Memang benar tapi saat ini aku ingin sekali memakannya." Ucap tuan Robert.
" Baik tuan." Jawab Louis patuh.
" Oh ya ini aku kasih resep dokter untuk menghilangkan rasa mual." Ucap dokter Angelina memberikan resep obat.
" Tidak usah, biarkan seperti ini agar aku bisa merasakan apa yang dirasakan oleh istriku." Ucap tuan Robert.
" Baiklah." Jawab dokter Angelina dan menyimpan kembali resepnya di tasnya.
Dokter Angelina dan Louis berjalan ke arah pintu kamar tuan Robert namun baru saja memegang gagang pintu tuan Robert memanggil Louis.
" Tolong katakan pada kepala pelayan tolong siapkan sarapan susu dan roti." Pinta tuan Robert
" Bukankah tuan Robert tidak suka minum susu?" Tanya Louis sambil membalikkan badannya
" Aku tidak tahu saat ini aku ingin meminum susu." Ucap tuan Robert.
" Baik tuan, permisi." Jawab Louis sambil membalikkan badannya dan meninggalkan kamar tuan Robert bersama istrinya.
" Aku harap istriku tidak menggugurkan kandungan karena jika itu terjadi aku merasa sangat bersalah dengan istriku." Ucap tuan Robert.
*****************
Dua Minggu Kemudian
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya tuan Robert belum juga berhasil menemukan istrinya, keluarga besar Cantika menutup akses sehingga sulit menemukan keberadaan Cantika. Tuan Robert menyibukkan dirinya dan hatinya sangat tertutup untuk wanita lain karena di hatinya dipenuhi dengan nama istrinya jika suatu ketika dirinya tanpa sengaja bertemu dengan Aska di sebuah lobby hotel. Mereka sedang bertemu dengan klien masing-masing setelah selesai Aska berjalan ke arah tuan Robert dan langsung memukulnya.
Bugh
" Sudah lama sekali aku ingin memukulmu." Ucap Aska sambil memukul wajah tuan Robert
" Brengs*k." Maki tuan Robert sambil berdiri dan bersiap untuk membalas pukulan Aska.
" Kamu itu yang brengs*k, aku percayakan adikku tapi kamu malah menyakitinya." Ucap Aska sambil bersiap memukul kembali.
" Berhenti!!!" Teriak Aleandro sambil berjalan ke arah mereka.
" Kak Aleandro biarkan aku yang memukul pria brengs*k ini." Ucap Aska
" Aku tidak mengijinkannya." Ucap Aleandro dengan nada tegas.
" Memang kenapa?" Tanya Aska dengan nada bingung
" Karena Cantika meminta sama kakak untuk melindungi suaminya jadi aku minta jangan menyakiti suaminya." Ucap Aleandro.
" Pergilah ke dokter untuk mengobati lukamu." Ucap Aleandro
" Aku ingin bertemu dengan istriku." Pinta tuan Robert tanpa menjawab ucapan kakak iparnya.
" Adikku tidak ingin bertemu denganmu." Jawab Aleandro sambil membalikkan badannya.
" Kalau tidak ingin bertemu denganku lalu kenapa istriku meminta keluarganya untuk melindungiku?" Tanya tuan Robert dengan nada bingung.
" Karena adikku tidak ingin orang yang dicintainya terluka lebih baik dirinya yang terluka." Ucap Aleandro sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.
deg
deg
Aska bukannya mencintai Cantika tapi karena Aska sudah menganggap Cantika sebagai adiknya terlebih sebentar lagi dirinya akan menikah dengan dokter Kasandra kakak kembar Cantika. Tidak berapa lama Aska pun pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke perusahaannya yang sudah bergabung dengan keluarga daddy Thomas.
6 Tahun Kemudian
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya Aska sudah menikah dengan dokter Kasandra di luar negri karena kondisi Cantika yang sedang hamil dan kini Cantika sudah mempunyai anak kembar yang sangat mirip dengan suaminya tuan Robert.
Hari ini ada sebuah pesta di perusahaan milik partner bisnisnya Cantika membawa ke dua putranya di acara pesta tersebut dikarenakan ke dua anaknya ingin ikut. Awalnya Cantika tidak mengijinkannya mengingat pesta itu kebanyakan orang dewasa tapi ke dua putra kembarnya menampilkan wajah puppy eyesnya membuat Cantika tidak tega dan terpaksa mengajaknya.
" Ingat pesan mommy jangan nakal dan jangan pergi jauh - jauh." Ucap Cantika.
" Baik mom." Jawab ke dua putra kembarnya
Cantika dan ke dua putra kembarnya masuk ke dalam pesta dan seseorang rekan bisnisnya mengajak mengobrol karena bosan menunggu kakak kembarnya mengajak adik kembarnya untuk jalan-jalan melihat-lihat hingga tanpa sadar adiknya tidak sengaja menabrak seorang wanita hingga gelas yang dipegangnya tumpah dan mengenai wanita yang berada di sampingnya.
" Maaf." Ucap wanita pertama.
" Bagaimana sih gaun mahalku kotor tahu!!!" Bentak wanita ke dua.
" Gara-gara anak ini makanya minuman yang aku pegang tumpah dan mengenai gaunmu." Ucap wanita pertama yang tidak mau disalahkan.
" Dasar anak-anak nakal!!! orang tuamu mana??" Tanya wanita ke dua dengan nada ketus.
" Maaf tante aku tidak sengaja." Ucap adik kembarnya.
" Huh.. Dasar anak-anak nakal pasti ke dua orang tuanya tidak benar." Ucap wanita ke dua dengan nada ketus.
" Tante, adikku itu sudah meminta maaf kenapa masih di marahi." Ucap kakak kembarnya sambil memeluk adik kembarnya dari arah samping sambil menatap tajam ke arah wanita itu.
" Dasar anak kurang aj*r." Ucap wanita itu sambil tangannya diarahkan ke atas bersiap menampar kakak kembarnya.
Grep
" Jangan sekali-kali tangan kotormu menampar putraku." Ucap Cantika sambil menangkap tangan wanita itu kemudian mendorongnya,
bruk
" Kurang aj*r pasti ke dua anak kembarmu itu anak di luar nikah makanya kelakuannya sama seperti ayahnya." Ucap wanita ke dua sambil berusaha berdiri.
plak
plak
bruk
" Jangan sekali - kali kamu menghina ke dua putraku." Ucap Cantika kemudian menampar pipi kanan dan kiri sebanyak dua kali hingga ke dua sudut bibirnya mengeluarkan darah segar hingga terjatuh kembali ke lantai karena tamparan Cantika terlalu keras dan sepenuh tenaga.
" Dasar perempuan murahan kamu berani menampar istriku!!!" Bentak suaminya sambil membantu istrinya berdiri.
" Istri tuan yang duluan memulai karena itulah aku menamparnya." Jawab Cantika sambil menatap tajam ke arah wanita itu.
" Bukankah benar apa kata istriku wanita murahan sepertimu mempunyai dua anak kembar tanpa mempunyai seorang ayah." Hina suami wanita itu.
" Ternyata mulut kalian sangat pedas jangan-jangan kalian tidak pernah sekolah." Ledek Cantika
" Apa maksudmu?" Tanya suami wanita itu.
" Kalau kalian sekolah tentu bisa menjaga mulut sampah kalian yang bisanya menghina dan merendahkan orang lain." Ucap Cantika
" Brengs*k." ucap suami wanita itu sambil tangannya di arahkan ke atas bersiap untuk menampar Cantika.