
" Tidak, kenapa?" Tanya Robert
" Kakak kuat ya? Walau terluka tapi masih kuat menggendongku. Aku saja sampai sekarang masih terasa perih" Ucap Riana sambil tersenyum manis.
Robert hanya tersenyum membalas senyuman Riana. Lagi - lagi dokter tersebut terkejut karena Robert adalah pria yang susah untuk tersenyum.
" Kamu mahasiswi baru ambil jurusan apa?" Tanya Robert
" Program it, S 1 kalau kak Robert?" Tanya Riana
" Bisnis semester terakhir, S 2." Jawab Robert
"Hebat ya masih muda, pintar, tampan dan sebentar lagi lulus kuliah." Puji Riana.
Robert hanya tersenyum mendengar pujian Riana.
" Maaf kak, aku pergi dulu ada yang ingin aku kerjakan." Ucap Riana
" Ngerjain apa?" Tanya Robert kepo.
" Hari ini mau beli motor, tempat kos dan membeli buku-buku kuliah." Ucap Riana
" Lebih baik besok saja lututmu masih sakit." Ucap Robert
" Sudah agak mendingan kok kak apalagi mulai besok aku kuliah karena ada mata kuliah yang ketinggalan." Ucap Riana
" Kakak antar saja ya?" Ajak Robert
" Tapi lutut dan lengan kakak bagaimana?" Tanya Riana
" Hanya luka kecil, ayo aku antar dan kebetulan hari ini jadwal kuliah sudah selesai." Ucap Robert.
" Apakah tidak merepotkan kakak?" Tanya Riana
" Tidak santai saja." Jawab Robert sambil turun dari ranjang.
Mereka berdua keluar dari ruangan klinik menuju parkiran mobil. Banyak mahasiswi yang menatap ke arah Robert dengan tatapan lapar namun ketika menatap Riana dengan tatapan iri hati dan menjelek-jelekkan Riana.
" Kak Robert jalan denganku apakah nanti ada yang marah?" Tanya Riana sambil duduk di samping pengemudi.
" Marah kenapa?" Tanya Robert sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
" Marah karena kekasihnya jalan dengan wanita lain." Ucap Riana sambil jari telunjuk kanan dan kiri di satukan kemudian di lepas kemudian disatukan lagi secara berulang-ulang.
" Pffftttt hahahaha..." Tawa Robert lepas melihat tingkah Riana yang menggemaskan.
" Apanya yang lucu?" Tanya Riana dengan wajah di tekuk.
" Kamu sangat lucu makanya aku tertawa. Aku tidak mempunyai kekasih jadi kenapa ada yang marah." Ucap Robert
" Memangnya aku badut. Masa sih kak Robert tidak mempunyai kekasih? Terus yang di kafe tadi ada dua orang wanita pasti salah satu kekasihnya kak Robert." Ucap Riana kepo.
Robert memarkirkan mobilnya di parkiran mobil kemudian menyetil kening Riana.
ctak
" Aduh... Sakit." Ucap Riana sambil mengelus keningnya yang habis di sentil oleh Robert.
" Mereka sahabatku bukan kekasihku, apakah kamu cemburu?" Goda Robert
" Cemburu? Cemburu kenapa? memangnya kak Robert kekasihku?" Ucap Riana dengan wajah bersemu merah.
" Iya kamu kekasihku, kamu cemburukan?" Goda Robert
" Aish narcis sekali, kenapa kita berhenti di parkiran apartemen?" Tanya Riana mengalihkan pembicaraan.
" Bukannya kamu mencari tempat kos? kebetulan aku punya apartemen jarang di pakai kamu saja yang menempatinya." Ucap Robert sambil membuka pintu mobil.
" Sebulan berapa? Tanya Riana sambil ikut keluar.
" Tidak usah bayar yang penting kamu rawat apartemenku dan ingat nomer pinnya" Ucap Robert sambil menekan pin apartemennya.
" Kenapa kak Robert baik padaku? Kitakan baru kenal?" Tanya Riana.
Robert masuk ke dalam apartemen dan di ikuti oleh Riana dari arah belakang. Robert menghentikan langkahnya dan langsung membalikkan badannya.
bruk
" Akhhhhhhhh.." Teriak Riana
grep
Robert yang berhenti mendadak dan membalikkan badannya membuat Riana menabrak dada bidang Robert membuat Riana terkejut dan berteriak dan refleks Robert memeluk Riana.
deg
deg
cup
Robert mengecup pipi Riana membuat Riana mendorong perlahan tubuh Robert.
" Maaf kak, kita baru kenal." Ucap Riana
" Maaf aku tidak bisa menahan perasaanku." Ucap Robert
" Lupakanlah kak, ini apartemen yang akan aku tempati. Apakah tidak terlalu mewah?" Tanya Riana
" Tidak, apakah kamu suka?" Tanya Robert
" Suka kak, tapi aku tetap membayar sewa karena aku tidak suka berhutang." Ucap Riana
" Kamu bisa masak?" Tanya Robert
" Bisa, kenapa?" Tanya Riana balik bertanya.
" Bayarnya pakai makananmu saja tiap pagi, siang dan malam." Ucap Robert
" Baiklah tidak masalah yang penting aku tidak suka berhutang." Jawab Riana
" Ok, setuju." Jawab Robert sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
Riana membalas uluran tangan Robert setelah itu mereka melepaskan uluran tangan mereka.
" Oh ya ini kunci mobil kamu bisa memakainya." Ucap Robert sambil memberikan kunci mobil.
" Aku tidak mau, cukup apartemen ini aku mau membeli motor dengan uang tabunganku." Tolak Riana
" Kamu bisa meminjamnya sampai kamu membeli motor, bagaimana?" Tanya Robert
" Baiklah." Jawab Riana sambil menerima kunci mobil.
" Oh iya ini STNK mobilnya." Ucap Robert sambil membuka dompetnya dan memberikan stnk.
" Terima kasih banyak kak." Ucap Riana sambil tersenyum dan menerima STNK.
" Hanya ucapan terima kasih nih." Goda Robert
cup
" Terima kasih." Jawab Riana sambil mengecup pipi Robert dan berlari ke arah pintu.
" Mau kemana?" Tanya Robert sambil tersenyum dan membalikkan badannya.
" Apartemen sudah, kendaraan sementara sudah tinggal buku untuk kuliah belum." Jawab Riana sambil membuka pintu apartemen.
" Aku temani." Ucap Robert.
" Aku tidak ingin direpotkan oleh kakak." Ucap Riana
" Kakak tidak merasa direpotkan kok." Jawab Robert
Riana hanya tersenyum dan mereka berdua berjalan ke arah parkiran mobil.
" Kamu yang nyetir ya." Pinta Robert sambil duduk di kursi samping pengemudi.
" Ok." Jawab Riana sambil duduk di kursi pengemudi.
Riana mengendarai mobil dengan kecepatan sedang hingga lima belas menit kemudian mereka sudah sampai di sebuah toko buku. Riana memarkirkan mobilnya kemudian keluar dari mobil begitu pula dengan Robert. Tanpa sadar Robert menggenggam tangan Riana dan masuk ke dalam toko buku.
Riana yang merasa tidak enak hati membiarkan Robert menggenggam tangannya. Riana asyik memilih buku untuk kuliah sedangkan Robert mengambil buku bahasa asing sambil sekali-sekali melirik ke arah Riana.
Seorang gadis cantik datang ke toko buk dengan di temani seorang pemuda tangan sangat tampan dan wajah mereka sangat mirip.
" Kak Aleandro, aku mau beli buku untuk kuliah bisnis yang berada di sebelah ujung kanan sedangkan kakak mau beli buku program it yang berada di sebelah ujung kiri jadi kakak jangan ikuti aku terus ya." Ucap adiknya.
" Quenby, kamu tidak ingat pesan mommy dan daddy kalau kita tidak boleh berpisah." Ucap Aleandro.
" Aish kakak nyebelin banget." Gerutu Quenby dengan wajah di tekuk.
" Sudah jangan di tekuk, jelek tahu." Ucap Aleandro.
" Aish... Kakak nyebelin." Ucap Quenby
Aleandro tidak memperdulikan adiknya yang cemberut, Aleandro menarik tangan adiknya ke arah buku program it.
" Nah ini buku bagus." Ucap Aleandro sambil mengambil buku tersebut.
Riana yang melihatnya juga ingin mengambil buku tersebut hingga tangan mereka saling bersentuhan. Riana dan Aleandro saling menatap dan ke dua mata mereka membulat sempurna begitu pula dengan Quenby.
" Kamu." Panggil mereka bertiga bersamaan.
" Kenapa wajah kita sama?" Tanya mereka bersamaan lagi sambil saling menyentuh wajahnya masing-masing.