
Tuan Federick berjalan ke arah mobilnya melewati anak buahnya.
" Ingat jika dia berbuat aneh-aneh tembak saja." Ucap tuan Federick sambil masuk ke dalam mobil.
Salah satu anak buah tuan Federick yang membawa dasi milik tuan Federick mengikat dengan kencang ke dua tangan Rina kemudian anak buah tuan Federick menarik paksa tangan Rina ke arah mobil mereka.
" Tembak ke dua tangannya karena wanita itu sangat licik." Perintah tuan Federick tanpa punya empati sedikitpun.
dor
" Akhhhhh... sakit... dasar kamu si*lan!!" Teriak Rina yang tangan kanannya di tembak oleh salah satu dari mereka.
dor
" Akhhhhh... sakit... dasar kamu si*lan!!" Teriak Rina kembali yang tangan kirinya di tembak oleh salah satu dari mereka.
( " *Si*l bagaimana aku bisa kabur kalau ke dua tanganku terkena tembak." Ucap Rina dalam hati sambil berfikir* ).
Sedangkan Riani di tarik oleh dua orang bodyguard yang berada di mansion menuju ke arah mobil untuk di bawa ke mansion.
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
Pagi hari Aska berangkat ke perusahaan namun dalam perjalanan ke perusahaan perasaan mulai tidak enak membuat dirinya menghubungi kepala pelayan.
" Pagi paman, apakah Riani berbuat ulah?" Tanya Aska
" Iya tuan, nona Riani saya bangunkan nona Riani marah dan mendorongku hingga terjatuh." Lapor kepala pelayan
" Sekarang kemana dia?" Tanya Aska
" Nona Riani pergi setelah nona Riana pergi sepertinya nona Riani melakukan sesuatu ke nona Riana." Ucap kepala pelayan
" Baik, kalau begitu aku kembali lagi dan kirim dua orang bodyguard." Perintah Aska
" Baik tuan muda." Jawab kepala pelayan
Tut tut tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus dan Aska menyimpan kembali ponselnya. Aska memutar mobilnya dan kembali menjalankan mobilnya sambil melihat ke kiri dan ke kanan siapa tahu menemukan Riana dan Riani.
" Aku akan benar-benar menghukummu Riani karena kamu benar-benar keterlaluan." Ucap Aska sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
Di dalam perjalanan Aska melihat Riana sedang berbicara dengan Riani, Rina dan ada banyak pria. Aska yang datang sendiri berjalan perlahan mendekati mereka dan Aska mendengar semua ucapan Riana membuat Aska menggenggam ke dua tangannya dengan erat.
xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx
Aska mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan hanya membutuhkan waktu lima belas menit Aska sudah sampai di rumah sakit. Aska memarkirkan mobilnya di depan lobby kemudian membuka pintu namun di tegur oleh security.
" Maaf tuan, di larang parkir di sini." Ucap security
" Aku tahu, tapi panggilkan perawat adikku terkena tembakan." Ucap Aska sambil memutari mobilnya.
Aska menggendong Riana ala bridal style menuju ke arah lobby bersamaan dua perawat mendorong brankar. Aska meletakkan tubuh Riana yang lemah dan pucat serta sudah mulai dingin.
Perawat itu mendorong brankar menuju ke ruang UGD dengan di ikuti oleh Aska.
" Maaf tuan, tuan menunggu di sini tidak boleh masuk." Ucap perawat itu.
" Maaf tuan, mobilnya tolong dipindahkan." Ucap security dengan ramah.
" Aku akan pergi nanti aku ke sini lagi." Ucap Aska dengan nada dingin.
" Maaf tuan harus membayar DP dulu." Ucap salah satu perawat.
Aska berjalan ke arah bagian kasir dan membayar DP setelah selesai Aska berjalan ke parkiran mobil menuju ke mansion. Aska mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi sambil menggenggam stir kemudi dengan erat menahan amarahnya terhadap Riani.
" Aku akan menghukummu agar kamu tidak pernah bisa membayangkan betapa tersiksanya kamu dan menginginkan kematianmu untuk dipercepat." Ucap Aska sambil tersenyum devil.
Dua puluh menit kemudian Aska sudah sampai di mansion dan dua orang bodyguard membuka pintu utama dan Aska masuk ke dalam mansion. Aska berjalan dengan santai hingga Aska membuka pintu kemudian menuruni anak tangga.
Ruangan itu adalah ruangan bawah tanah tempat untuk menyiksa. Tanpa sepengetahuan Riana dan Riani kalau Aska adalah seorang psychophat suka menyiksa dan membunuh para musuhnya.
Aska pernah menonton film tentang psycopath membuat Aska berinspirasi ingin melakukannya tapi di tahan. Hingga di hari pertama kerja milik perusahaan ayah angkatnya ada beberapa orang saham yang tidak setuju jika Aska menjadi CEO membuat Aska menahan amarahnya dan sangat jelas kalau orang itu menentang Aska.
Aska mengajak salah satu dari mereka ke rumahnya untuk membicarakan seputar pekerjaan. Hingga orang itu minum dan beberapa saat orang itu tidak sadarkan diri dan di siksa hingga orang itu ma*i mengenaskan di ruangan bawah tanah.
Sejak saat itu orang-orang yang menentangnya selalu berakhir mengenaskan dan kunci pintu menuju ke ruang bawah tanah hanya di pegang kepala pelayan dan Aska. Saat ini tidak terkunci karena Riana tidak ada sedangkan Riani adalah yang akan jadi korban keganasan Aska.
Aska berjalan dengan santai dan melihat ke dua tangan dan ke dua kaki Riani diikat dengan rantai membuat Riani tidak bisa bergerak karena bergerak sedikit maka ke dua tangan dan ke dua kakinya sakit dan kulitnya memerah.
*** Adegan Untuk Tidak Di Tiru Tidak suka skip saja ***
" Kak Aska aku mohon lepaskan aku, kakiku sakit sekali." Mohon Riani sambil mengeluarkan air matanya.
" Aku akan melepaskan dirimu jika kita sudah puas bermain." Ucap Aska
" Main apa? Hubungan suami istri? Kalau iya aku bersedia tapi tidak perlu memperlakukan aku seperti ini." Ucap Riani tanpa punya rasa malu sedikitpun.
plak
" Aku tidak sudi menyentuh tubuh kotormu itu." Ucap Aska kemudian menampar Riani membuat salah satu pipi Riani memerah dan sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
Aska berjalan ke arah dinding yang menempel berbagai macam alat siksaan. Aska mengambil gunting dan cambuk. Aska membalikkan badannya dan berjalan ke arah Riani membuat tubuh Riani gemetaran.
Aska meletakkan cambuk tersebut di lantai kemudian menggunting pakaian yang melekat di tubuh Riani hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian meletakkan asal gunting tersebut dan mengambil cambuk.
ctas
" akhhhhh... Sakit..." Teriak Riani
ctas
" akhhhhh... Sakit..." Teriak Riani
Aska berkali - kali mencambuk Riani dan tidak memperdulikan teriakan kesakitan Riani setelah puas Aska meletakan secara asal? cambuk tersebut di lantai dan membalikkan badannya dan berjalan ke arah dinding untuk melihat apa yang akan dilakukan selanjutnya hingga Aska melihat pisau runcing dan mengambilnya.
Aska berjalan sambil menggenggam pisau membuat Riani semakin ketakutan.
" Aku mohon kak, jangan lakukan lagi aku janji untuk menghormati kak Riana dan tidak melakukan lagi seperti tadi." Ucap Riani sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
" Sudah terlambat Riani, kamu tahu kakakmu Riana selalu membelamu dan memohon padaku agar kamu tidak aku hukum. Berulang kali kamu membuatku kesal dan menahan amarahku jadi terimalah hukumanmu Riani." Ucap Aska.