
" Ibumu telah membunuh ibuku dan adik ibumu telah membunuh ayahku, keluargamu telah membunuh ke dua orang tuaku yang paling aku cintai dan sepantasnya kamu dan keluargamu ma*i." Ucap tuan Robert sambil menatap tajam ke arah istrinya.
" Lakukanlah jika itu bisa membuat rasa sesak di hati suamiku berkurang." Ucap Riana sambil memandangi suaminya dengan tatapan sendu.
Riana hanya memandangi tanpa menutup matanya dan membiarkan suaminya melakukan apa yang ingin dilakukannya sedangkan tangan tuan Robert bergetar antara menembak dan tidak karena melihat mata sendu istrinya. Riana mengulurkan tangannya ke arah wajah suaminya tapi langsung ditepis oleh tuan Robert.
" Aku sangat mencintaimu sangat dan sangat mencintaimu jika akhirnya aku ma*i ditangan mu mungkin sudah menjadi takdirku." Ucap Riana dan tidak berapa lama air matanya keluar.
Tuan Robert menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil memejamkan matanya.
" Pergilah." Usir tuan Robert sambil menarik pistolnya dari kening istrinya.
Riana bangun dan berjalan ke arah lemari dan mengambil pakaian karena dirinya masih menggunakan jubah handuk.
" Kamu kembalilah keluargamu dan jangan pernah untuk menemui diriku karena sebentar lagi surat perceraian akan aku kirimkan." Ucap tuan Robert.
Riana hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan menganggukkan kepalanya tanpa bicara sedikitpun hanya air mata kesedihan terpancar di wajahnya.
" Apa kamu dengar!!" Bentak tuan Robert
" Aku dengar, lakukanlah apa yang tuan Robert lakukan." Ucap Riana sambil menatap wajah suaminya yang dingin dan datar.
" Bagus, jika seandainya kamu hamil gugurkan karena aku tidak ingin benihku tumbuh di rahim seorang pembunuh." Ucap tuan Robert.
" Jika itu yang tuan Robert inginkan aku akan lakukan." Ucap Riana sambil tersenyum hambar.
Tuan Robert memalingkan wajahnya sedangkan Riana berjalan ke arah kamar mandi untuk berganti pakaian. Setelah sepuluh menit Riana sudah memakai pakaian santai dan keluar dari kamar mandi. Riana mengambil tas dan berjalan ke arah pintu kamar.
" Kembalikan kartu kredit dan kartu debit." Perintah tuan Robert
Riana hanya tersenyum hambar kemudian membuka tasnya untuk mengambil dompetnya. Riana mengambil dua kartu pemberian tuan Robert.
" Maaf aku lupa, semua pemberian mu aku kembalikan." Ucap Riana
Riana mengeluarkan dua kartu dan diletakkan di meja dekat ranjang kemudian melepaskan sepasang anting, kalung, gelang dan terakhir cincin pernikahan. Ketika melepaskan cincin pernikahan Riana mencium sebentar cincin tersebut kemudian melepaskannya.
" Oh ya satu lagi ini kunci apartemen dan kunci mobil milik tuan Robert." Ucap Riana sambil mengambil kunci apartemen dan kunci mobil dari dalam tasnya dan meletakkan ke dua kunci tersebut di meja.
Riana berjalan ke arah pintu dan memegang gagang pintu.
" Selamat tinggal semoga tuan Robert menemukan wanita yang lebih baik dariku." Ucap Riana sambil membuka pintu kamar dan pergi meninggalkan tuan Robert sendirian.
" Akhhhhhhhh." Teriak tuan Robert frustasi.
bruk
" Kenapa mesti keluargamu yang membunuh ke dua orang tuamu? Kenapa?" Tanya tuan Robert sambil berlutut di lantai.
Tuan Robert berdiri dan berjalan ke arah meja untuk melihat barang-barang miliknya yang sudah diberikan sebelum menikah dan sesudah menikah kini semuanya sudah dikembalikan.
" Riana, apakah kamu tahu aku juga sangat dan sangat mencintaimu. Hatiku sangat sakit ketika kamu memanggilku tuan Robert tapi keluargamu telah membunuh orang tuaku." Ucap tuan Robert.
xxxxxxxxxxxxxxxxx
Riana keluar dari kamarnya sambil menghapus air matanya berjalan ke arah lift dan menekan tombol lift lantai dasar.
Pintu lift terbuka Riana keluar dari lift dan berjalan keluar hotel tempat di mana dirinya menikah dengan tuan Robert. Rasanya seperti mimpi kemarin menikah dan hari ini mereka berpisah. Riana menghentikan taksi yang lewat dan taksi itupun berhenti, Riana masuk ke dalam taksi dan menyebutkan tujuannya.
( " Seandainya kamu tahu, jika wanita itu juga ingin membunuhku karena wanita itu bukanlah ibu **kandungku**. Aku tidak mengatakan hal itu karena kamu tidak akan mungkin percaya karena aku tidak mempunyai bukti biarlah waktu yang akan menjawabnya. Maaf sayang jika seandainya aku hamil maka anak kita akan aku pertahankan karena aku tidak mungkin membunuh orang yang aku cintai dan sayangi." Ucap Riana dalam hati ).
Riana menatap jalan raya berusaha untuk tidak menangis hingga dua puluh menit kemudian mobil itu berhenti di mansion. Riana turun dari mansion dan membayar ongkos taksi tersebut.
" Maaf nona, uangnya kelebihan." Ucap sopir taksi tersebut.
" Kembaliannya buat bapak saja." Ucap Riana.
" Terima kasih banyak nona, semoga nona selalu bahagia." Ucap sopir taksi tersebut.
" Amin." Jawab Riana sambil tersenyum.
Riana berjalan ke arah pintu utama dan di sambut oleh bodyguard.
" Selamat siang nyonya." Sapa dua orang bodyguard sambil membuka pintu utama.
" Pagi, hari ini kak Aska ada di kantor?" Tanya Riana
" Tuan muda Aska ada di rumah sakit nona." Jawab salah satu bodyguard.
" Rumah sakit? kak Aska sakit apa?" Tanya Riana
" Tuan muda Aska di keroyok orang nyonya." Jawab salah satu bodyguard.
" Aku akan pergi ke rumah sakit , tolong siapkan mobil." Ucap Riana dengan nada sopan sambil membalikkan badannya.
" Baik nyonya." Jawab salah satu bodyguard.
( " Nyonya? Hanya satu hari aku menjadi nyonya." Ucap Riana dalam hati sambil menahan rasa sesak di dadanya ).
Tidak berapa lama mobil pun datang Riana masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang pengemudi.
( " Aku tidak boleh sedih, aku harus bangkit anggap saja itu hanya mimpi buruk. Aku akan berkerja di perusahaan milik orang tua angkatku. Ayah angkatku tidak bersalah tapi yang bersalah adalah wanita itu yang sangat jahat menukar diriku dengan menukar bayinya. Ayah angkat aku akan tetap menganggapmu sebagai ayah kandungku karena kamu sangat tulus menyayangi diriku. Ayah doakan aku semoga bisa menemukan ke dua orang tua kandungku." Ucap Riana dalam hati ).
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku yang sudah senior nih .... di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati karya Yanktie Ino untuk para pembaca novel setiaku dengan judul : Cinta Kecilnya Maz.
Mampir ya, Terima kasih 😘😘😘😘