Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Keluar Kota



Ibu pemilik panti asuhan dan Riana berjalan ke ruangan yang sangat luas dan kebetulan mereka semua sudah selesai makan siang. Riana berpamitan dengan adik-adik panti asuhan, mereka semua menangis karena Riana sangat baik terhadap mereka dan menganggap Riana sebagai kakaknya.


Riana yang melihat mereka menangis ikut menangis. Setelah dua belas menit Riana berpamitan pada ibu panti asuhan dan pergi meninggalkan panti asuhan menuju ke rumah.


Lima belas menit kemudian Riana sudah sampai di rumah dan melihat adiknya menatap tajam ke arah Riana di depan pintu.


" Lama sekali sih kak, aku lapar tahu." Omel Riani


" Bukannya kak Aska memesan makanan?" Tanya Riana


" Iya benar tapi kak Aska tidak mau makan jika kakak belum datang." Ucap Riani dengan nada ketus sambil membuka pintu dan berjalan ke arah ruang tamu.


Riana hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil berjalan mengikuti adik kembarnya. Mereka bertiga makan dalam diam tidak ada satupun yang bicara setelah lima belas menit Aska dan Riana sudah selesai makan sedangkan Riani seperti biasa belum selesai makan.


" Sambil menungguku selesai makan lebih baik semua koper dimasukkan ke dalam bagasi." Ucap Riani.


" Aduh Riani, makannya juga baru masuk istirahat dulu nanti kalau perutku terasa enak baru kakak akan masukkan koper ke dalam bagasi mobil." Ucap Riana sambil membereskan dua bungkus bekas makanan dirinya dan juga Aska untuk di buang di tong sampah depan rumah mereka.


" Benar itu kata Riana." Ucap Aska sambil duduk dengan santai.


Riani hanya terdiam tapi dalam hatinya menahan amarahnya terhadap Riana. Setelah lima belas menit kemudian Aska dan Riana memasukkan koper-koper mereka ke dalam bagasi mobil karena Riani masih bersantai Riana dengan inisiatif membantu membawakan koper-koper milik Riani dengan di bantu Aska.


Setengah jam kemudian mereka berangkat meninggalkan rumah yang bertahun-tahun mereka tinggali. Perjalanan yang lumayan jauh sekitar lima jam, baru dua jam Riani mengeluh dan Aska menghentikan mobilnya di tempat rest area.


" Aku ingin makan nasi xxxx." Ucap Riani sambil berjalan ke arah rumah makan xxxx.


" Tapi kakak lagi tidak ingin makan nasi xxxx." Ucap Aska


" Tapi aku ingin." Ucap Riani dengan wajah di tekuk


" Tapi..." Ucapan Aska terpotong oleh Riana.


" Kalau kakak ingin makan tempat lain tidak apa-apa aku akan menemani Riani." Ucap Riana.


Sebenarnya Riana juga tidak ingin makan nasi xxxx tapi jika dirinya makan bersama Aska yang ada Riani akan semakin membencinya.


" Baiklah kakak juga makan nasi xxxx." Ucap Aska pasrah.


" Apa karena kak Riana makan xxxx makanya kak Aska ikut makan nasi xxxx." Ucap Riani dengan nada kesal.


" Bukan begitu karena kakak lagi malas makan sendiri." Ucap Aska


" Kita masuk ke dalam yuk biar cepat makannya dan melanjutkan perjalanan kembali." Ucap Riana mengalihkan pembicaraan sambil masuk ke dalam rumah makan xxxx.


Aska mengikuti langkah Riana sedangkan Riani dengan wajah di tekuk berjalan di samping Aska. Riani duduk di kursi sedangkan Riana duduk berhadapan dengan Riani sedangkan Aska memesan makanan selesai memesan Aska duduk di sebelah Riana membuat Riani semakin cemberut.


" Kak Aska duduk di sebelah Riani." Bisik Riana


Aska menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian berdiri dan berjalan ke arah Riani dan duduk di sebelahnya.


" Kenapa kakak pindah?" Tanya Riani dengan nada jutek.


Aska terdiam dan bingung menjawabnya.


" Benarkah kak Aska ingin memperhatikan wajah cantikku?" Tanya Riani raut wajahnya langsung berubah cerah.


" Tentu saja." Jawab Aska berbohong karena Aska lagi malas berdebat yang tidak ada gunanya.


" Kalau begitu kak Aska pindah saja biar menatap wajahku." Ucap Riani


Aska hanya bisa menepuk keningnya sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan sungguh dirinya sangat kesal dengan sifat kekanak-kanakan Riani. Riana yang mengetahui wajah Aska yang sedang kesal mulai berfikir.


" Lebih baik sebelahmu saja Riani kamukan bisa saling berpegangan tangan sambil saling bertatapan mata." Ucap Riana yang menjawab pertanyaan Riani.


" Kenapa kak Riana yang menjawab pertanyaanku? Akukan bertanya dengan kak Aska." Ucap Riani dengan nada ketus.


" Riani, bisa tidak masalah duduk tidak usah diributkan?" Tanya Aska sambil menatap tajam ke arah Riani


Riani langsung menundukkan wajahnya sambil menahan amarahnya pada Riana sedangkan Riana merasa tidak enak hati dengan adiknya. Riana menatap wajah Aska dan memberikan kode sedangkan Aska mengerti arti kode Riana membuat Aska hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk menghilangkan kekesalan pada Riani.


grep


" Maaf, kalau kakak tadi memarahimu karena sungguh kakak lelah mengendarai mobil." Ucap Aska memejamkan matanya sambil memeluk Riani dari arah samping.


" Hiks... hiks... maafkan Riani kak." ucap Riani sambil membalas pelukan Aska sambil terisak dan menatap tajam ke arah Riana.


( " Kakak selalu berusaha menjadi kakak yang baik buatmu tapi kenapa apa yang kakak lakukan selalu salah. Mungkin dengan kepergian kakak kamu tidak akan marah pada kakak tapi kamu harus sabar karena kak Aska mengijinkan aku pergi jika kak Aska dan kamu menikah." Ucap Riana dalam hati )


Tidak berapa lama pesanan mereka datang dan mereka makan dalam diam tidak ada yang bicara sedikitpun hingga setengah jam kemudian Aska dan Riana sudah selesai makan sedangkan Riani seperti biasa makan dengan santai sambil memainkan ponselnya.


" Riani bisa tidak makannya agak cepat biar kita sampai mansion tidak malam." Ucap Aska


" Tanggung kak lagi nonton drama Korea." Ucap Riani


" Kalau lama kakak akan ninggalin kamu." Ancam Aska sambil melambaikan tangannya ke arah pelayan.


" Iya... iya.." Ucap Riani dengan nada kesal karena kesenangannya di ganggu.


" Kita berangkat sekarang." Ucap Aska ketika melihat Riani sudah selesai makan.


" Aduh kak belum juga turun sudah berangkat lagi." Keluh Riani


" Baik... baik.." Jawab Aska sambil menahan amarahnya.


Setelah lima belas menit mereka keluar dari rumah makan xxxx dan berjalan ke arah parkiran mobil.


" Kak Aska biar aku saja yang mengendarai mobil." Ucap Riana


" Kamu tidak cape?" Tanya Aska perhatian.


" Tidak kak, aku lihat kakak lelah istirahatlah di kursi belakang pengemudi." Ucap Riana dengan nada memerintah agar Aska jangan duduk di samping pengemudi.


Aska yang mengerti arti kata Riana agar jangan duduk di sampingnya karena bisa mengakibatkan Riani marah dan Riana tidak ingin itu. Aska dengan terpaksa duduk di kursi belakang pengemudi bersebelahan dengan Riani. Aska sebenarnya ingin duduk bersebelahan dengan Riana karena Riana mengendarai mobil jadi jika ada sesuatu di jalan Aska bisa langsung membantunya.


" Kak Aska aku mengantuk." Ucap Riani manja sambil kepalanya bersandar di dada bidang Aska.