
" Karena wajah kalian sama seperti wajah ke dua putriku karena itulah mereka tidak curiga." Ucap Rina.
" Siapa nama orang tuaku?" Tanya Riana dengan tubuh gemetar dirinya sangat terkejut dengan apa yang didengarnya.
Rina tidak menjawab malah menarik tubuh Riana untuk dijadikan tameng.
" Kalian semua mundur kalau tidak kami akan terjun ke jurang." Ancam Rina
" Tuan Federick jangan perdulikan aku, tembak saja wanita jahat ini." Ucap Riana
" Tidak aku sangka ternyata kamu ingin ma*i." Ucap Rina.
" Akhhhhhhhh... Si*l sakit!!" Teriak Rina karena kakinya diinjak oleh Riana
Riana memegang tangan Rina dan tangannya dipelintir membuat Rina berteriak kesakitan.
" Siapa nama orang tuaku katakan!" Perintah Riana
" Aku tidak akan katakan." Ucap Rina
Riana menarik tangan Rina ke arah belakang membuat Rina berteriak kesakitan.
" Katakan!!!" Ucap Riana naik satu oktaf
" Nama orang tuamu.." Ucapan Rina terpotong oleh suara tembakan.
dor
" Akhhhhhhhh... !!" Teriak salah satu anak buah tuan Federick yang terkena tembakan di punggungnya.
Di tengah pembicaraan mereka Riani datang bersama sepuluh preman yang di sewanya.
" Lepaskan mommyku wanita murahan." Ucap Riani yang tiba-tiba sudah datang bersama sepuluh preman.
Riana menarik tubuh Rina agar menghadap ke arah Riani.
" Kamu yang wanita murahan, pantas saja kamu memang bukan adik kandungku. Aku sangat menyesal telah membelamu seandainya saja waktu itu aku membiarkan saja kak Aska untuk menyiksamu atau membunuhmu." Ucap Riana.
" Si*l aku harus membunuhmu agar kamu tidak mengganggu hubunganku dengan kak Aska." Ucap Riani sambil mengarahkan pistolnya ke arah Riana.
" Cih... Aku tidak takut...Silahkan tembak saja kalau ibumu yang akan terkena tembakan." Ucap Riana
" Lepaskan mommyku, wanita murahan!!" Teriak Riani
" Cih justru kata-kata wanita murahan itu pantas disematkan untukmu karena sebelum dengan kak Aska kamu sudah pernah melakukan hubungan suami istri dengan pria lain." Ucap Riana sambil tersenyum sinis.
" Dari mana kamu tahu?" Tanya Riani dengan nada terkejut.
" Ketika aku pergi ke mall kekasihmu bertemu denganku dan mengatakan ingin melakukan itu lagi, dia tidak tahu kalau aku bukanlah kamu. Aku langsung menamparnya dan mengatakan kalau itu adalah adiku. Aku memaksanya untuk bercerita dan diapun menceritakan semuanya kalau kalian melakukan karena suka sama suka." Ucap Riana
" Dia juga cerita kalau kalian sering melakukan itu jadi selama kamu dan kak Aska berhubungan kamu juga melakukan itu dengan kekasihmu. Benar bukan apa yang aku katakan?" Tanya Riana sambil tersenyum sinis.
" Kau..." Ucap Riani terpotong karena terdengar suara tembakan.
dor
" Akhhhhhhhh.." Teriak preman pertama
bruk
Preman pertama tertembak di keningnya dan langsung ma*ti seketika.
dor
" Akhhhhhhhh.." Teriak preman ke dua
bruk
Preman ke dua tertembak di keningnya dan langsung ma*ti seketika.
dor
" Akhhhhhhhh.." Teriak preman ke tiga
bruk
Preman ke tiga tertembak di keningnya dan langsung ma*ti seketika.
dor
" Akhhhhhhhh.." Teriak preman ke empat
bruk
Preman ke empat tertembak di dadanya dan langsung ma*ti seketika karena mengenai jantungnya.
Tanpa sepengetahuan mereka tuan Federick memberikan kode ke arah anak buahnya ketika Riana dan Riani saling berdebat dan anak buahnya tahu langsung menembak empat para preman sekaligus hingga ma*i di tempat hingga menyisakan enam orang.
dor
" Akhhhhhhhh.." Teriak preman ke lima
bruk
dor
" Akhhhhhhhh.." Teriak preman ke enam
bruk
Preman ke enam tertembak di keningnya dan langsung ma*ti seketika.
dor
" Akhhhhhhhh.." Teriak preman ke tujuh
bruk
Preman ke tujuh tertembak di dadanya dan langsung ma*ti seketika karena mengenai jantungnya.
dor
" Akhhhhhhhh.." Teriak preman ke delapan
bruk
Preman ke delapan tertembak di dadanya dan langsung ma*ti seketika karena mengenai jantungnya. Di susul anak buah tuan Federick yang lainnya ikut menembak hingga tersisa dua orang.
" Si*l." Umpat Riani.
Riani mengarahkan pistolnya ke arah tuan Federick, Riana yang melihatnya langsung mendorong tubuh Rina dan berlari ke arah mereka.
dor
" Aakhhhhh." Teriak Riana
dor
" Aakhhhhh." Teriak Riana ulang
bruk
Sebelum Riani menembak dirinya tuan Federick terlebih dulu menembaknya namun karena Riana posisi berada di tengah membuat Riana tertembak di dadanya kemudian di susul oleh Riani menembak tuan Federick namun lagi-lagi Riana terkena tembak dan mengenai punggungnya membuat Riana ambruk dan tidak sadarkan diri.
Rina yang melihat ada kesempatan langsung membalikkan badannya dan bersiap untuk melarikan diri.
" Satu langkah lagi maka kamu ma*i." Ancam tuan Federick
" Si*l." Umpat Rina sambil menghentikan langkahnya.
" Riana!!!" Teriak Aska
dor
" Aakhhhhh." Teriak Riani.
bruk
Perasaan Aska yang tidak enak kembali lagi ke mansion namun di dalam perjalanan dirinya melihat dari kejauhan Riana, Riani dan wanita yang di bencinya yaitu ibu kandung si kembar berada di tempat itu bersama para pria.
Aska meminggirkan mobilnya dan berjalan ke arah mereka. Aska mendengar semua ucapan Riana membuat Aska marah dan ingin membunuhnya namun ketika Aska mendekati mereka tuan Federick dan Riani saling menembak dan mengenai Riana membuat Aska menembak salah satu kaki Riani hal itu membuat Riani langsung terjatuh sambil berteriak kesakitan.
" Kak Aska." Panggil Riani dengan wajah terkejut sambil menahan rasa sakit pada kakinya.
" Jangan panggil aku kak Aska dari mulut kotormu." Ucap Aska dengan nada dingin sambil berjalan ke arah Riana dan menggendongnya ala bridal style.
" Maaf tuan, wanita murahan ini di bawa oleh anak buahku dan mengenai wanita tua itu terserah tuan tapi aku hanya berpesan aku ingin dia ma*i karena aku sangat membencinya." Ucap Aska sambil berjalan ke arah mobilnya.
" Tangkap wanita ular itu dan bawa ke markas kecuali gadis itu dan bawa temanmu ke rumah sakit." Perintah tuan Federick ke anak buahnya.
" Baik tuan." Jawab mereka serempak.
" Yang dua lagi tuan?" Tanya salah satu anak buahnya.
" Tembak ma*i saja." Jawab tuan Federick dengan nada santai sambil berjalan ke arah mobil.
" Oh ya satu lagi wanita itu sangat licik ikat dia menggunakan dasi." Ucap tuan Federick sambil melepaskan ikatan dasinya dan diberikan ke salah satu anak buahnya.
" Baik tuan." Jawab mereka serempak lagi sambil salah satu dari mereka mengambil dasi.
dor
" Aakhhhhh." Teriak Rina.
bruk
Tuan Federick mengingat sesuatu membuatnya membalikkan badannya dan berjalan ke arah Rina. Tuan Federick mengambil pistol dari kantong jasnya dan langsung menembak salah satu kaki Rina membuat Rina berteriak kesakitan dan langsung ambruk.
" Agar kamu tidak kabur lagi." Ucap tuan Federick dengan nada santai dan tidak memperdulikan teriakan Rina yang merasakan sakit pada kaki kanannya.