
cup
" Percayalah padaku kalau Alexa hanyalah masa laluku sedangkan kamu adalah masa depanku." Ucap tuan Robert kemudian mengecup kening Riana yang masih tertidur dengan pulas.
Tuan Robert yang juga lelah naik ke ranjang Riana dan memeluknya dari arah belakang. Tidak berapa lama Riana membalikkan badannya dan memeluk tuan Robert dan menyandarkan kepalanya di dada bidang tuan Robert.
Siang menjelang sore perlahan Riana membuka matanya dan melihat wajah tampan tuan Robert. Riana teringat percakapan tuan Robert dengan dokter Angelina Federick membuat matanya memerah menahan air matanya. Riana perlahan melepaskan tangan tuan Robert yang memeluk dirinya tapi tuan Robert malah mempererat pelukannya.
" Kak Robert, aku tidak bisa nafas." Ucap Riana sambil menepuk bahu tuan Robert dengan pelan.
Tuan Robert dengan terpaksa mengurangi pelukannya tanpa membuka matanya.
" Kak Robert, aku ingin buang air kecil." Ucap Riana
Tuan Robert pun melepaskan pelukannya dan membuka matanya menatap wajah cantik Riana. Riana perlahan turun dari ranjang namun tuan Robert menahan tangan Riana.
" Aku akan membantumu turun." Ucap tuan Robert.
Tuan Robert turun dari ranjang kemudian mengambil botol infus dan memberikan ke Riana. Riana menerima botol infus dan memegangnya kemudian tuan Robert menggendong Riana.
" Kak." Pekik Riana sambil tangan satunya memegang leher tuan Robert agar dirinya tidak jatuh.
" Percayalah padaku kamu tidak mungkin jatuh." Ucap tuan Robert sambil tersenyum.
Riana meletakkan kepalanya di dada bidang tuan Robert. Riana mendengar dengan jelas detak jantung 💓💓💓 tuan Robert berdetak kencang sama seperti dirinya.
" Kak Robert, detak jantung kakak berdetak kencang." Ucap Riana
" Kalau dekat denganmu detak jantungku akan selalu berdetak kencang, sayang buka pintunya." Ucap tuan Adrian.
ceklek
Riana melihat mata tuan Robert dan tidak ada kebohongan di matanya kemudian Riana membuka pintu kamar mandi. Tuan Robert mendudukkan Riana di closet.
" Mau aku bantu bukain?" Tanya tuan Robert
" Tidak, keluarlah." Ucap Riana.
" Ok, kalau sudah selesai panggil aku." Ucap tuan Robert
" Ok." Jawab Riana singkat.
Tuan Robert keluar dari kamar mandi dan berdiri di balik pintu kamar mandi bertepatan dirinya menerima telepon dari anak buahnya. Tuan Robert mengambil ponselnya dan menempelkan ponselnya ke telinganya, tuan Robert berbicara sebentar kemudian memutuskan secara sepihak.
Tuan Robert pun menyimpan kembali ponselnya ke saku kemejanya dan tidak berapa lama Riana membuka pintu kamar mandi.
" Kenapa tidak memanggilku?" Tanya tuan Robert sambil menggendong Riana
" Aku tidak ingin merepotkan kak Robert." Ucap Riana.
cup
" Kamu kekasihku dan aku tidak merasa direpotkan." Ucap tuan Robert kemudian mengecup bibir Riana.
Tuan Robert meletakkan perlahan tubuh Riana di atas ranjang kemudian dilanjutkan meletakkan kembali botol infus.
" Aku ingin pergi sebentar nanti aku akan kembali secepatnya." Ucap tuan Robert.
" Ok, hati - hati di jalan." Ucap Riana
cup
" Kalau ada apa-apa hubungi aku." Ucap tuan Robert.
" Ponselku hilang entah kemana." Ucap Riana.
" Hmmm... Pakai ponselku saja kebetulan aku mempunyai dua ponsel. Ponsel ini tidak semua orang tahu nomer ponselku." Ucap tuan Robert sambil memberikan ponsel miliknya ke Riana.
Riana menerima ponsel pemberian tuan Robert dan menyimpannya di atas meja dekat ranjang setelah memberikan ponselnya tuan Robert meninggalkan Riana sendirian di ruang perawatan. Karena merasa bosan Riana mengambil ponsel milik Robert namun matanya langsung membulat sempurna ketika melihat wallpaper nya.
Riana iseng ingin tahu isi di galeri dan lagi-lagi matanya membulat sempurna melihat isi galeri.
" Ya ampun, galeri isinya semuanya fotoku sejak kapan kak Robert mengambil foto-fotoku sebanyak ini?" Ucap Riana.
Riana melihat satu persatu foto dirinya hingga ponselnya berdering.
" Aku angkat tidak ya?" Tanya Riana ragu
Riana membiarkan ponsel itu berdering hingga tidak berapa lama bunyi ponsel itupun berhenti berdering namun ponsel itu kembali berdering karena penasaran Riana mengangkat ponselnya.
" Hallo." Panggil Riana
" Sayang, wallpaper dan isi galeri jangan di hapus." Ucap tuan Robert.
" Tapi kebanyakan foto-fotoku jelek semua masa aku tidur di foto sih." Ucap Riana dengan nada kesal.
" Pffftttt... Itu seni sayang." Ucap tuan Robert sambil tertawa terkekeh-kekeh.
" Aish nyebelin, lagi di mana?" Tanya Riana
" Kangen ya?" Goda tuan Robert
" Tidak, hanya sepi tidak ada kak Robert." Ucap Riana
" Aku masih di jalan nanti kalau urusan sudah selesai aku langsung ke sana." Ucap tuan Robert
" Baiklah, hati-hati di jalan." Ucap Riana
" Ok." Jawab tuan Robert singkat.
Tut tut tut tut tut
Sambungan komunikasi pun langsung terputus dan Riana melihat lagi isi foto yang berada di galeri ponsel milik tuan Robert.
xxxxxxx
Di tempat yang berbeda tuan Robert mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang hingga dirinya sampai di sebuah bangunan yang berbentuk kastil 🏰. Tuan Robert memarkirkan mobilnya dengan sembarangan kemudian keluar dari mobil.
Para bodyguard yang berjaga di depan menundukkan kepalanya tanda hormat ke tuan Robert. Tuan Robert berjalan dengan angkuh dan arogan hingga pintu utama terbuka tuan Robert masuk ke dalam.
Tuan Robert berjalan ke arah sebuah ruangan dan dua orang bodyguard langsung menundukkan kepalanya kemudian membuka pintu ruangan tersebut. Tuan Robert melangkahkan kakinya ke dalam ruangan yang sangat luas dan melihat dua orang yang memakai pakaian dokter dan perawat duduk dengan ke dua kaki dan ke dua tangannya terikat dengan wajah yang sudah babak belur.
" Mereka belum mengaku juga?" Tanya tuan Robert dengan nada dingin.
" Belum tuan." Jawab salah satu orang kepercayaannya.
Tuan Robert mengambil pistol dari balik saku jasnya dan mengarahkan pistolnya ke kening perawat.
Adegan Kekerasan Jangan Di Tiru, Jika Tidak Suka Mohon Di Skip saja. Terima Kasih.
" Katakan siapa yang menyuruhmu." Ucap tuan Robert dengan nada dingin.
" Aku tidak takut ma*i silahkan tembak aku." Ucap perawat itu sambil menatap tajam ke arah tuan Robert.
plak
Tuan Robert menampar pipi perawat itu hingga sudut bibirnya pecah dan mengeluarkan darah segar.
" Tubuhmu seksi dan wajahmu walau sudah lebam-lebam masih terlihat cantik, bagaimana kalau kamu bermain dengan para anak buahku?" Tanya tuan Robert sambil tersenyum devil.
Perawat itupun langsung pucat pasi mendengar ucapan tuan Robert sedangkan tuan Robert hanya tersenyum menyeringai.
" Katakan atau kamu bermain dengan dua puluh anak buahku tanpa jeda sedikitpun." Ucap tuan Robert.
" Dasar kamu gi*a." Umpat perawat itu.
" Iya memang aku gi*a, karena itulah kenapa kamu berani mengusik kekasihku maka hukuman dariku adalah seperti ini." Ucap tuan Robert sambil menatap perawat itu dengan tatapan membunuh.