
" Nona tidak perlu minta maaf karena yang salah adalah adik nona." Jawab kepala pelayan.
" Tapi tetap paman, Riana merasa bersalah." Ucap Riana.
" Lupakan nona, nona mau kemana?" Tanya kepala pelayan mengalihkan perhatian.
" Aku mau pergi ke apartemen meletakkan barang-barangku setelah itu baru ke kampus." Ucap Riana
" Biar saya saja nona membawa kopernya." Ucap kepala pelayan.
" Tidak usah paman, paman ganti pakaian saja debunya banyak nanti paman sakit." Ucap Riana dengan nada lembut.
Kepala pelayan melihat pakaiannya dan memang pakaiannya kotor kena debu membuatnya mengembuskan nafasnya dengan perlahan.
" Baiklah nona." Jawab kepala pelayan.
Riana hanya tersenyum dan berjalan ke arah pintu utama. Riana memesan taksi online menuju ke apartemen milik tuan Robert. Tanpa sepengetahuan mereka berdua Riani mendengar ucapan Riana dan kepala pelayan.
Riani langsung buru-buru membersihkan diri karena tubuhnya sangat lengket dan bau karena dari semalam dirinya tidur di gudang yang banyak debu dan bau kemudian memakai pakaian santai sambil menghubungi seseorang.
Di dalam perjalanan keluar dari mansion tanpa sepengetahuan Riana seorang wanita menatap tajam kepergian Riana dari balik kaca mobilnya. Dia adalah Rina ibu kandung si kembar, seminggu sekali dirinya pergi ke mansion dan kali ini dirinya melihat Riana keluar dari mansion.
Rina mengikuti mobil yang ditumpangi Riana hingga di jalan yang sepi Rina mendahului mobil yang ditumpangi Riana kemudian menghentikan mobilnya secara tiba-tiba.
cittttt
Sopir taksi itupun langsung mengerem mendadak membuat Riana langsung menahan tubuhnya dengan menggunakan ke dua tangannya karena Riana melihat mobil yang dibelakang tiba-tiba mendahului mobil yang ditumpangi oleh dirinya.
" Kenapa sih itu mobil ngerem mendadak banget sudah begitu berhenti di tengah-tengah lagi, kan mobil lain tidak bisa lewat ." Omel Riana untuk pertama kalinya dirinya ngomel.
" Saya juga kurang tahu nona, nona tidak apa-apa kan?" Tanya sopir taksi itu yang juga ikut kesal karena mobil di depannya berhenti di dengan seenaknya.
" Tidak pak, untung aku tadi melihat mobil itu mendahului mobil bapak dan aku langsung menahan dengan ke dua tanganku kalau tidak aku bisa jatuh ke arah depan." Ucap Riana.
tinnnnnnnn
Sopir taksi itupun mulai mengklakson mobil Rina karena mobil Rina menghalangi mobilnya, Rina dengan santai membuka mobilnya dan turun dari mobil.
" Mommy." Panggil Riana dengan nada terkejut sambil membuka pintu mobilnya.
" Riana sayang mommy kangen." Ucap Rina sambil berjalan ke arah Riana.
" Mommy, aku juga kangen." Jawab Riana tanpa curiga sambil berlari ke arah mommynya.
Rina memeluk Riana sambil mengecup kepalanya untuk pertama kalinya membuat Riana bahagia.
tinnnnnnnn
Sopir taksi itupun mulai mengklakson mobil Rina karena mobil Rina masih menghalangi mobilnya.
" Sebentar ya mommy pinggirkan mobilnya." Ucap Rina sambil melepaskan pelukannya dan membalikkan badannya menuju ke arah mobil.
Riana hanya menganggukkan kepalanya tanpa bicara sedikitpun hanya air matanya yang keluar karena dirinya sangat merindukan pelukan hangat ibunya yang tidak pernah didapatkannya karena itulah ketika ibunya memeluknya dirinya menangis bahagia.
Riana berjalan ke arah pinggir jalan agar ibunya bisa memarkirkan mobilnya ke arah pinggir jalan dan taksi itupun mulai menyalakan mobilnya kembali dan pergi meninggalkan mereka berdua sambil berteriak tidak jelas ke arah Rina tapi Rina tidak memperdulikan ucapan sopir taksi tersebut.
Rina memajukan mobil ke arah Riana yang berada dekat jurang hanya tiga langkah saja Riana bisa dipastikan masuk ke dalam jurang. Riana yang melihat ibunya memajukan mobilnya sangat terkejut.
" Mommy, berhenti aku bisa masuk ke jurang!!" Teriak Riana
" Itu yang ingin mommy lakukan agar kamu masuk ke dalam jurang." Ucap Rina sambil menghentikan mobilnya tapi mesin mobil masih menyala.
" Mommy aku ini anakmu kenapa mommy tega padaku." Ucap Riana dan tidak berapa lama air matanya keluar.
" Oh ya karena sebentar lagi kamu akan ma*i karena masuk jurang maka aku akan mengatakan sejujurnya kamu bukan putri kandungku." Ucap Rina sambil tersenyum jahat.
Riana tidak menyangka setelah bertahun-tahun baru terungkap kebenaran kenapa ibunya dan adiknya membencinya ternyata mereka bukan ibu kandungnya dan adik kandungnya.
" Riani putri kandungku karena itulah aku sayang padanya sedangkan kamu anak sepupu suamiku yang sengaja aku tukar agar putriku bisa menikmati kekayaan orang tuamu." Ucap Rina sambil tersenyum menyeringai
" Mommy bohongkan?" Tanya Riana sambil menutup mulutnya tidak percaya
" Mommy tidak bohong, waktu keluarga besarmu mengadakan pesta ulang tahun aku menukar salah satu anaknya yang berjumlah tujuh orang dan ternyata kamu anak yang aku tukar itu sudah besar dan sekarang kamu harus ma*i agar putriku yang menikmati kekayaan ke dua orang tuamu dan mendapatkan kasih sayang saudara-saudaramu. Ma*ilah kamu Riana." Ucap Rina sambil menyalakan mobilnya.
Tiba-tiba datang lima belas orang datang sambil mengarahkan pistol ke arah Rina.
" Matikan mesin mobilnya atau kami tembak." Ucap salah satu dari mereka.
" Siapa kalian?" Tanya Rina dengan wajah terkejut.
" Kamu lupa denganku wanita si*lan." Tanya tuan Federick.
Yah yang datang adalah tuan Federick ayah dari Robert.
" Kau!!! Tuan Federick." Ucap Rina
" Iya, kamu keluar." Ucap tuan Federick
Rina terpaksa keluar karena dirinya dikepung baik anak buahnya tuan Federick juga mobilnya tidak bisa dimundurkan karena mobilnya dihalangi oleh mobil milik anak buah tuan Federick.
" Kamu kaget bukan kenapa kami bisa mengepungmu tanpa kamu sadari?" Tanya tuan Federick
Rina hanya diam sambil melihat ke sekelilingnya untuk mencari celah untuk kabur.
" Anak buahku sudah lama mengincarmu dan kebetulan sekali kamu berhenti di tempat seperti ini." Ucap tuan Federick
" Maaf tuan Federick bolehkah aku bicara dengan wanita ini." Mohon Riana.
" Silahkan." Jawab tuan Federick
" Umur berapa aku di tukar? Bagaimana caramu menukarku dengan anakmu?" Tanya Riana penuh harap
" Aku tidak akan katakan." Ucap Rina
duak
brugh
" Akhhhhhhhh... Si*l sakit!!" Teriak Rina karena di tendang di tulang kering kakinya membuat Rina terjatuh.
" Katakan!!!" Bentak Riana sambil menatap tajam ke arah Rina
" Aku tidak akan katakan." Ucap Rina
" Akhhhhhhhh... Si*l sakit!!" Teriak Rina kembali.
Riana menginjak tangan Rina membuatnya kesakitan.
" Katakan." Perintah Riana
" Baik... baik aku akan katakan tapi lepaskan tanganku." Ucap Rina
Riana mengangkat kakinya dan menatap ke arah bawah di mana Rina terbaring dalam kondisi telungkup.
" Waktu kalian berumur dua tahun saat ibumu berada di kamar mandi aku menukar anakku denganmu. Kamu tujuh bersaudara kembar menggunakan kalung yang sama hanya bedanya ada tulisan nama masing-masing. Ibumu dengan bodohnya aku bohongi untuk mengajariku bagaimana cara membukanya dan ketika ibumu pergi ke kamar mandi aku membuka kalungmu dan aku pindahkan ke leher anakku. Bukan itu saja aku menukar pakaian kalian agar tidak ada yang curiga." Ucap Rina menjelaskan sambil berusaha berdiri.
" Tapi kenapa orang tua kandungku tidak curiga kalau kami di tukar?" Tanya Riana