
Aska menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menceritakan apa yang terjadi dan tuan Federick langsung menghubungi polisi dan tidak berapa lama polisi datang ke lokasi kejadian.
Singkat cerita kini polisi berhasil mengevakuasi dua korban dengan membawa dua kantong jenasah yang sudah gosong dan di bawa ke rumah sakit.
Ke tiga anak malang tersebut di antar oleh tuan Federick ke rumah sakit.
" Apakah kalian mempunyai sanak saudara?" Tanya tuan Federick
" Tidak ada paman." Jawab Aska
" Bagaimana kalau kalian ikut paman." Ucap tuan Federick.
" Benarkah paman?" Tanya Aska dengan mata berbinar.
" Iya benar, biar bodyguard paman yang akan memberitahukan hasil autopsi." Ucap tuan Federick
Tuan Federick membawa Aska, Riana dan Riani ke mansion miliknya dan bertemu dengan Robert putranya.
" Daddy siapa mereka?" Tanya Robert yang melihat Riana dan Riani sedangkan Aska di belakang tuan Federick sehingga Robert tidak melihatnya.
" Robert sayang kenalkan ini Riana dan ini Riani." Ucap tuan Federick memperkenalkan ke Robert.
" Kak Robert, kenalkan aku Riana." Ucap Riana sambil mengulurkan tangannya.
" Robert." Jawab Robert tanpa membalas uluran tangan Riana.
Riana hanya tersenyum dan menurunkan tangannya sedangkan Riani hanya menatapnya tanpa bicara sedikitpun.
"Aska." Panggil tuan Federick yang bersembunyi di balik punggungnya
" Hallo Robert." Panggil Aska sambil memiringkan kepalanya.
" Aska, kenapa mereka ke sini dad?" Tanya Robert dengan nada terkejut.
" Nanti daddy ceritakan." Ucap tuan Federick.
" Pelayan." Panggil tuan Federick.
" Ya tuan." Jawab kepala pelayan.
" Antarkan mereka ke kamar tamu dan tolong belikan pakaian buat mereka." ucap tuan Federick.
" Baik tuan." Jawab kepala pelayan patuh.
" Tuan muda dan nona kecil ikuti aku." Ucap kepala pelayan
Ke tiganya dengan patuh mengikuti kepala pelayan ke arah kamar ruang tamu sedangkan tuan Federick dan Robert berjalan ke arah ruang kerja.
" Duduklah." Ucap tuan Federick sambil duduk di sofa.
Robert dengan patuh duduk di sofa samping tuan Federick. Tuan Federick menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutup-tutupi sedangkan Robert hanya menganggukkan kepalanya mendengarkan cerita tuan Federick.
" Itu yang terjadi dan daddy harap kamu dan Aska serta ke dua adiknya Aska bisa rukun." Ucap tuan Federick.
" Robert tidak tahu dad, kenapa Robert kalau melihat Aska seperti orang yang berbahaya." Ucap Robert.
" Pffftttt hahahaha... Robert... Robert... mungkin itu hanya perasaanmu." Ucap tuan Federick sambil tertawa lepas.
" Terserah daddy saja." Ucap Robert dengan wajah di tekuk.
" Sudahlah jangan cemberut, kita makan siang dulu." Ucap tuan Federick.
" Baik dad." Jawab Robert.
Ke dua pria tampan berbeda umur keluar dari ruangan kerja dan berjalan ke arah ruang makan dan mereka sangat terkejut pasalnya Riana sedang membantu pelayan menyiapkan makanan.
" Riana apa yang kamu lakukan?" Tanya tuan Federick sambil duduk di kursi makan begitu pula dengan Robert.
Riana mengangkat wajahnya kemudian tersenyum manis.
" Maaf paman, aku ingin membantu bibi menyiapkan makanan." Ucap Riana
" Kamu masih kecil sudah duduk sini." Ucap tuan Federick.
" Aku sudah terbiasa paman, sebentar lagi selesai." Ucap Riana.
Setelah beberapa lama Riana sudah selesai membantu meletakkan makanan di atas meja kemudian berjalan mendekati tuan Federick.
" Maaf paman aku panggilkan kak Aska dan Riani dulu." Ucap Riana.
" Silahkan." Jawab tuan Federick
Riana hanya tersenyum dan berjalan ke arah kamar kakaknya dulu.
ceklek
Karena tidak ada sahutan Riana membuka pintu kamar kakaknya dan melihat Aska masih berbaring di ranjang dan masih setia memejamkan matanya membuat Riana berjalan ke arah ranjang.
" Kak Aska." Panggil Riana sambil menepuk punggung kakaknya.
Aska menggeliat tubuhnya kemudian perlahan membuka matanya menatap wajah cantik Riana.
" Ada apa?" Tanya Aska yang masih enggan bangun.
" Waktunya makan kak, kita makan bersama yuk." Ajak Riana
" Kakak belum lapar." Ucap Aska
" Kalau kakak tidak makan maka Riana juga tidak mau makan." Ucap Riana dengan wajah cemberut.
" Wajah jelek jangan di tekuk tambah jelek tahu." Ucap Aska
" Kak Aska itu yang jelek." Ucap Riana sambil berdiri kemudian berjalan meninggalkan Aska.
grep
Aska menahan tangan Riana membuat Riana menghentikan langkahnya.
" Iya... iya Riana yang paling cantik, kakak cuci muka dulu nanti kita makan bersama." Ucap Aska.
" Nah gitu donk kak." Jawab Riana sambil memandangi kakaknya yang tampan.
" Aku mau bangunin Riani dulu ya kak." Ucap Riana
" Ok." Jawab Aska sambil melepaskan tangannya yang tadi memegang tanga Riana.
Riana keluar dari kamar Aska sedangkan Aska berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci muka.
ceklek
Riana membuka pintu kamar Riani namun dirinya tidak melihat adiknya tidur di ranjang.
" Riani kemana ya? Apa mandi?" Tanya Riana sambil berjalan ke arah kamar mandi.
" Tapi tidak ada suara orang mandi apa dia sudah bangun?" Tanya Riana pada dirinya sendiri.
Riana keluar dari kamar Riani dan melihat Aska juga sudah keluar dari kamarnya.
" Riani kemana?" Tanya Aska
" Tidak tahu kak mungkin sudah di meja makan." Jawab Riana.
" Ya sudah kita ke meja makan." Ucap Aska.
" Baik kak." Jawab Riana.
Ke duanya berjalan ke arah ruangan makan dan melihat tuan Federick, Robert dan Riani sudah duduk dengan manis.
" Kak Aska dan kak Riana kenapa lama sih?" Tanya Riani dengan nada ketus.
" Maaf tadi kakak ke kamarmu tapi kamu tidak ada." Jawab Riana
" Aku lapar makanya langsung ke meja makan." Jawab Riani dengan nada ketus.
" Sudah... sudah ayo kita makan." Ucap tuan Federick yang tidak suka keributan.
Aska dan Riana duduk di kursi makan dan tuan Federick mengambil piring dan mengisi makanannya kemudian di lanjutkan oleh Robert, Aska, Riani dan terakhir Riana membuat tuan Federick dan Robert sangat terkejut dan menatap Riani.
" Aku lapar kalau kakak kan sudah biasa mengambil makanan yang paling terakhir." Ucap Riani yang tahu arti tatapan mereka dan langsung memasukkan sendok yang berisi makanannya ke dalam mulutnya.
Sedangkan Riana hanya tersenyum semua orang langsung makan sedangkan Riana berdoa terlebih dahulu barulah dirinya makan membuat mereka tidak enak hati kecuali Aska dan Riani karena mereka sudah terbiasa melihat Riana sebelum makan berdoa terlebih dahulu.
Lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan kecuali Riani, Riani yang terbiasa makan lama merasa cuek membuat tuan Leonard dan Robert menggelengkan kepalanya.
Riana bangun dari kursinya dan hendak membereskan piring-piring kotor tapi di tahan oleh tuan Federick.
" Biarkan pelayan saja yang melakukannya, kita ke ruang keluarga saja." Ucap tuan Federick.
" Baik paman." Jawab Riana
Mereka berempat berjalan ke arah ruang keluarga meninggalkan Riani yang asyik menikmati makanannya tanpa memperdulikan mereka sedikitpun.
" Aska dan Riana hasil autopsi mengatakan kalau dua jenasah yang di temukan di dalam mobil adalah orangtua kalian." Ucap tuan Federick apa adanya karena dirinya yang memang tidak bisa merangkai kata-kata.
" Jadi orangtuaku sudah meninggal." Ucap Riana dengan mata berkaca-kaca.