
" Kalau aku bu..." lagi - lagi ucapan Aska terpotong oleh seseorang.
" Maaf tuan di perusahaan ada masalah." Ucap Ronald
" Sebentar dulu." Ucap tuan Federick
" Baik tuan." Jawab Ronald
" Lanjutkan lagi ceritamu Aska." Ucap tuan Federick mengulangi perkataannya.
" Maaf sepertinya paman sibuk, kapan-kapan saja kita mengobrol paman." Ucap Aska
" Baiklah kalau begitu tapi bolehkah paman meminta beberapa helai rambutmu." Pinta tuan Federick.
" Untuk apa paman?" Tanya Aska penasaran.
" Paman akan tes DNA karena paman merasa kamu itu keponakanku anak dari adikku." Ucap tuan Federick
" Baik paman." Jawab Aska sambil menarik beberapa helai rambutnya dan diberikan ke tuan Federick.
Tuan Federick mengeluarkan uang kertas kemudian menerima beberapa helaian rambut Aska dan menyimpannya di uang kertas tersebut.
" Masuklah ke dalam kelas." Ucap tuan Federick sambil mengusap rambut Aska sambil tersenyum bahagia dan berharap kalau Aska keponakan yang selama ini dicarinya.
" Baik paman." Jawab Aska lagi
Aska berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan tersebut dan berjalan ke ruang kelasnya.
Dua Minggu Kemudian
Tidak terasa hari berlalu dengan cepatnya dan hari ini adalah hari di mana Reno menikah dengan baby sister yang bernama Chyntia. Pesta diadakan sangat meriah banyak para tamu undangan datang memberikan selamat.
Tanpa sepengetahuan mereka seorang wanita menatapnya dengan tatapan tajam siapa lagi kalau bukan mantan istrinya Reno yang bernama Rina.
( " Si*l Reno menikah lagi, aku sengaja bersembunyi agar Reno mencariku tapi ternyata tidak, ternyata perkiraanku salah. Walau bagaimanapun aku tidak boleh kehilangan mesin atmku, aku harus mencari berbagai cara agar wanita murahan itu ma*i karena telah berani merebut suamiku." Ucap Rina dalam hati ).
" Mommy." Panggil Riani
Rina menatap putri bungsunya yang matanya penuh kerinduan membuatnya berfikir untuk memanfaatkan putri bungsunya.
" Sayang, mommy kangen sama Riani." Ucap Rina sambil menggendong Riani.
" Riani juga kangen sama mommy." Ucap Riani sambil memeluk mommynya dengan tangan mungilnya.
" Riani sayang, kan sudah ada mommy baru yang akan menggantikan mommy." Ucap Rina dengan wajah sendu.
" Tidak mommy, Riani ingin mommy yang menjadi mommynya Riani bukan mommy Chyntia." Ucap Riani.
cup
" Mommy juga ingin selamanya menjadi mommymu dan kita kembali seperti dulu lagi berkumpul bersama ke dua kakakmu dan daddymu." Ucap Rina sambil mengecup pipi gembul Riani.
" Bagaimana caranya mommy?" Tanya Riani dengan wajah polos menatap wajah mommynya.
Rina membisikkan sesuatu ke Riani dan Riani dengan patuh menyetujui usulan mommynya.
" Riani sayang kamu maukan mengikuti rencana mommy?" Ucap Rina penuh harap.
" Tentu saja mommy, Riani akan patuh dan menuruni keinginan mommy." Jawab Riani.
" Bagus anak pintar." Ucap Rina sambil membelai rambut Riani.
Riani hanya tersenyum dan memeluk Rina karena Riani sangat merindukan mommynya.
" Sayang, mau makan apa?" Tanya Rina
" Mau makan puding coklat mom." Jawab Riani
" Ayo mommy ambilkan pudingnya buat anak mommy yang cantik." Ucap Rina.
Rina menggendong Riani sambil berjalan ke arah puding sambil matanya melirik ke arah sepasang pengantin yang selalu tersenyum bahagia.
( " Senyuman terus karena besok senyumanmu akan hilang." Ucap Rina dalam hati sambil menatap sinis ke arah Chyntia ).
Aska menatapnya dengan tatapan penuh kebencian sedangkan Riana menatapnya penuh kerinduan dirinya ingin sekali diperlakukan seperti itu tapi dirinya tahu mommynya tidak menyukai dirinya.
( " Aku tidak tahu kenapa aku lebih sayang dengan Riani dari pada Riana padahal mereka berdua adalah putriku." Ucap Rina dalam hati sambil membayangkan masa lalu ).
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
Setiap hari Rina ke mansion ingin bertemu dengan Reno dan berharap Reno mau memaafkan dirinya tapi Reno tidak pernah memperdulikan Rina bahkan bodyguard yang menjaga mansion melarang Rina untuk masuk.
Sudah tiga tahun melakukannya tapi hati Reno benar-benar membeku hingga akhirnya dirinya mempunyai rencana ke dua yaitu duduk di dalam mobil yang tidak jauh dari mansion untuk melihat kegiatan ke dua putrinya.
Rina melihat ke dua putrinya keluar bersama Reno, Aska, baby sister dan Rina mengikuti mobil mereka hingga mobil tersebut berhenti di sebuah parkiran mall.
Rina memakai kacamata hitam dan memakai topi agar Reno dan baby sister tersebut tidak curiga padanya. Rina diam-diam mengikuti mereka hingga Rina ada kesempatan melihat baby sister menggendong Riana dan menggandeng Riani ke arah kamar mandi.
" Kak Chyntia aku tidak mau masuk ke kamar mandi." Ucap Riani dengan nada ketus.
" Memangnya kenapa?" Tanya Chyntia
" Bau." Jawab Riani tetap dengan nada ketus
" Baiklah kalau begitu nona Riani tunggu di sini dulu ya, kakak mau membantu nona Riana ke kamar mandi." Ucap baby sister.
" Cepat ya kak." Ucap Riani
" Iya kakak akan cepat, kamu jangan kemana - mana." Ucap baby sister.
Baby sister itupun masuk ke dalam kamar mandi dan membantu Riana buang air kecil bersamaan Rina mendekati putrinya.
" Riani sayang." Panggil Rina sambil berlutut agar sejajar dengan putrinya.
" Tante siapa?" Tanya Riani dengan nada bingung.
" Tante mommymu sayang." Ucap Rina
" Mommyku?" Tanya Riani dengan nada bingung.
" Iya mommymu, apakah kamu tidak melihat wajah kita sama?" Tanya Rina sambil membuka topi dan kacamata hitamnya.
Riani menatap Rina tanpa berkedip dari mata, hidung, bibir, wajah dan warna rambut benar-benar sangat mirip hanya saja Rina versi dewasa sedangkan Riani versi anak kecil. Rambut milik Rina dan Riani sama-sama berwarna hitam sedangkan rambut Reno dan Riana sama-sama berwarna coklat karena Reno keturunan bule.
Riani membelai wajah Rina dengan tangan mungilnya kemudian memeluknya.
" Hiks... hiks... hiks... mommy, Riani kangen kenapa tidak pernah pulang?" Tanya Riani sambil terisak.
" Ini gara-gara baby sister makanya mommy tidak boleh datang untuk melihat kalian." Ucap Rina berbohong.
" Mommy, aku benci sama baby sister itu." Ucap Riani
" Riani sayang, apakah kamu ingin kita bisa berkumpul?" Tanya Rina
" Mau mommy." Jawab Riani
Rina membisikkan sesuatu ke Riani dan Riani menganggukkan kepalanya tanda setuju.
" Kalau begitu ikuti permintaan mommy." Ucap Rina.
" Baik mom, Riani akan turuti permintaan mommy." Ucap Riani.
" Sekarang mommy pergi dulu besok kita bertemu lagi." Ucap Riani sambil melepaskan pelukannya kemudian berdiri sambil memakai topi dan kaca mata hitam.
" Kenapa mommy pergi lagi?" Tanya Riani
" Karena daddy masih marah sama mommy jadi mommy minta kamu turuti permintaan mommy." Ucap Rina
" Baik mommy." Jawab Riani
Riani langsung pergi bersamaan kedatangan baby sister yang keluar dari kamar mandi.
" Maaf nona agak lama karena perut kakak mendadak mulas." Ucap Chyntia